MARI BETERNAK BABI

 

Usaha peternakan babi di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut manajemen pemeliharaan ternak babi, antara lain :

 

1. Seleksi Bibit

Ada beberapa jenis bibit babi antara lain :

Berksive, Chester White, Tamworth,Yorkshire, Sadleback, Hampshire, babi liar/celeng dll.

Ciri-ciri babi yang baik :

- Letak puting simetris.

- Ambing besar dengan saluran darah terlihat jelas.

- Tubuh padat dalam berisi.

- Kaki kotor dan tegap.

 

2. Pakan

Pakan untuk ternak babi dapat berupa jagung, shorgum, gandum,kacang kedelai,kacang hijau, umbi-umbian, tepung ikan dll.

Contoh susunan ransum babi :

a. Perode stater (0 – 11 minggu), protein 20 -22 % dan sebaknya diberi skin milk dan jagung giling.

b. Periode Grower (10 – 24 minggu), protein 17 % ditambah hijauan segar, mineral dan

vitamin.

c. Penggemukan (sampai 10 bulan), protein 14 % dan diberikan pakan yang berkualitas sehingga bisa mencapai berat badan + 100 kg.

d. Bibit, dengan protein 14 %, makanan yang berkadar serat tingi, dan hijauan segar tetapi ransum tidak perlu di masak.

 

3. Kandang dan Peralatan

a. Syarat Kandang

- Cukup mendapat sinar matahari, bersih dan kering.

- Ventilasi baik.

- Drainase di dalam atau di luar kandang harus baik.

- Dalam satu kandang, babi harus sejenis dan seumur.

b. Ukuran Kandang

- Anak babi 2,5 X 1,5 m/ekor.

- Babi pejantan 3 X 2 m/ekor.

- Kandang Penggemukan : Berat 40 kg = 0,36 m/ekor, berat 40 -90 kg =0,50 m/ekor, dan berat lebih 90 kg = 0,75 m/ekor.

 

4. Tatalaksana Pemeliharaan

Yang perlu dalam siklus pemeliharaan teknis adalah sbb:

- Umur kawin pertama betina 10 – 12 bulan dan jantan 8 bulan .

- Umur melahirkan pertama + 14 bulan.

- Berat lahir 1 – 1,5 Kg

- Jumlah anak yang dilahirkan 7 – 14 ekor /induk

- Pertambahan berat badan perhari 450 – 500 gram

- Siklus birahi + 21 hari

- Lama kebuntingan lebih kurang 114 hari (3 bulan, 3 minggu, 3 hari )

- Kembali dikawinkan setelah melahirka 5 – 7 hari setalah penyapihan

- Frekuensi melahirkan 2 x dalam setahun

- Umur dan berat jual 8 – 9 bulan, lebih kurang 80 – 100 Kg

- Kemampuan jantan untuk mengawini betina 2 – 3 ekor betina / hari dan 3x dalam 1 minggu

Cara mengawinkan babi betina dimasukkan ke kandang, pejantan dibiarkan bersama-sama dalam beberapa hari

 

5. Kesehatan dan Pencegahan Penyakit

Dalam menjaga kebersihan kandang, kotoran babi harus ada penampungnya yang baikdan

jauh dari kandang. Sistem pengairan dalamkandang harus baik dan dialirkan dalam bak penampungan yang jauh dari kandang .beberapa penyakit yang sering menyerang ternak babi antara lain : Brucellosis, Kholera, Penyakit Merah/Erisipelas, Anthrax, penyakit Ngorok, Scabies/Kurap dan Castro Enteritis.Untuk mencegah penyakit dapat dilakukan vaksinasi secara teratur dan pemberian obat sesuai jenis penyakit yang menyerang.

 

6. Penanganan Panen / Pasca Panen

Untuk ternak babi biasanya dipanen dalam keadaan hidup dengan berat badan sesuai dengan phase pemeliharaan. Sebagian kecil ada yang dipotong di rumah potong khusus,biasanya ternak babi dipotong pada malam hari menjelang pagi.

 

7. Pemasaran

Pemasaran ternak babi untuk ekspor harus dalam keadaan hidup dan memenuhi kualitas

yang diminta negara importir. Sebagian yang di pasarkan di pasar dalam bentuk daging dan kulit babi di tempat khusus.

(Disarikan dari berbagai sumber/Reston Tampubolon)

About these ads
Explore posts in the same categories: Dari Kegiatan Kita

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: