Keripik Ubi Kayu Produk Pasca Panen KUBe Kasahna dan Nduma

Membuat keripik cukup mudah dan bahannya juga tidak sulit. Mari kita membuat produk pasca panen dari ubi kayu. Jika kita membeli bahan-bahan tersebut harganya masih relatif murah dan dapat dijangkau semua lapisan masyarakat.

Saat ini banyak anak-anak di desa membeli makanan yang diproduksi pabrik yang menggunakan proses kimiawi dan menggunakan zat pemanis dan pewarna buatan sehingga tidak baik untuk kesehatan.  Untuk itu keripik ubi kayu ini dapat dibuat menjadi makanan anak-anak karena tidak mengandung zat kimia. Adalah  KUBe  Kasahna Jambu dan Nduma Panggegean,  dua KUBe  yang dibentuk di 2 desa di 2 Kecamatan di Pakpak Bharat yang mencoba memproduksi keripik berkualitas. Dua KUBe ini terbentuk setelah beberapa kali melakukan pertemuan jaringan antar CU tingkat Kecamatan dan Kabupaten di Pakpak Bharat.  Anggota KUBe Kasahna adalah anggota CU PESADA Perempuan unit Sada Ukur Jambu dan KUBe Nduma adalah anggota Unit Simendena Panggegean, masing-masing KUBe beranggotakan 10 orang perempuan.

Membuat keripik ini sangat mudah tetapi harus ada tehniknya agar mendapatkan  hasil yang baik dan layak masuk pasar. Kalau kita perhatikan saat ini, di mana-mana makanan untuk anak-anak sangat banyak, apakah itu diproduksi industri lokal atau dari luar negeri seperti Jepang, Cina dan Malaysia. Saat ini semua makanan mulai dari kota-kota besar sampai ke pelosok-pelosok sudah mengandung bahan-bahan kimia. Padahal sebenarnya bahan-bahan makanan tersebut ada di sekitar kita dan dapat kita olah sendiri.

Untuk itu kedua KUBe tersebut membuat beberapa jenis produk pasca panen dari bahan ubi kayu, salah satunya adalah pembuatan keripik ubi kayu yang rasanya enak, dan tentunya juga menambah nilai pasar dari ubi.  Modal untuk membuat kripik ubi ini sangat rendah sehingga siapa pun bisa membuatnya, bahkan modalnya tidak sampai seratus ribu rupiah. Setiap orang dapat membuat dan menjualnya di depan rumah, sekolah dan memasukannya di kios-kios.

Usahanya dibuat oleh beberapa orang anggota KuBe dan dilakukan secara bertahap. Usaha ini tidak membutuhkan mesin dan peralatan canggih dan cukup hanya menggunakan peralatan dapur yang ada misalnya wajan penggorengan, kompor dan panci. Biasanya kalau dijual eceran mendapat untung 20-30%  dan di grosir untungnya 15-20%. Diharapkan dalam kemasan yang menarik dan cantik, bisa menambah minat konsumen untuk membeli.

Cara pembuatan  keripik ubi  kayu adalah sebagai berikut :

Bahan

  • 1000 gram Singkong
  • 1 Kg minyak goreng
  • 1 sendok teh garam ( secukupnya) dan gula bisa ditambahkan untuk membuat rasa manis atau asin dan dibuat sesuai selera.

Cara membuat :

  • Singkong dikupas dan diiris tipis ( kalau bisa jangan kena air ) dibuat dalam wadah yang kering, mengirisnya sesuai selera, bisa bulat ataupun panjang-panjang.
  • Minyak goreng dipanaskan dengan api yang kecil ( jangan terlalu besar).
  • Garam dilarutkan dengan air dalam cangkir untuk membuat rasa
  • Setelah minyak benar-benar panas, irisan ubi dimasukkan satu per satu. Kenapa satu-persatu irisan dimansukkan ? Agar tidak lengket satu sama lain sehingga hasilnya bagus dan layak masuk pasar.  Setelah setengah matang siramkan larutan garam tadi kepenggorengan keripik  dengan menggunakan sendok makan. Setelah  busa menghilang dan warna menguning, angkatlah keripik dan tiriskan minyaknya, untuk mendapatkan keripik yang garing dan kering tanpa lengket minyak di keripik, tiriskan terus di atas penggorengan karena panasnya penggorengan dapat  menarik minyak dari keripik. Setelah kering kemudian didinginkan.
  • Setelah benar – benar dingin bisa dihidangkan dan dimasukkan ke dalam wadah plastik yang telah disiapkan untuk dijual

Untuk memulai sebuah usaha mulailah dengan yang kecil dulu dan pahami karakteristik usaha keripik singkong. Kemudian kenalkan produk dengan teman-teman dekat, tetangga-tetangga. Setelah  produk diterima umum mulailah untuk menitipkan produk tersebut  ke toko-toko kelontong atau toko khusus pusat oleh-oleh. Selamat mencoba, semoga sukses. ( JS)

Iklan
Explore posts in the same categories: Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: