Perempuan Jadi Pemimpin Publik

Budaya Patriarkhi dan Mental Tak Pede Jangan Lagi Menghambat

Kepemimpinan perempuan menjadi sangat masuk akal ketika Presiden Megawaty Soekarnoputri diangkat secara konstitusional oleh MPR RI pada 2001 lalu menggantikan Gus Dur. Sebab, pada Pemilu 1999, Megawaty tidak diperkenankan menjadi presiden padahal partai pengusungnya PDIP merupakan partai pemenang Pemilu kala itu. Saat itu, pemimpin perempuan masih dianggap tidak lazim, karena sebagai negara Islam perempuan tabu menjadi pemimpin laki-laki.

Tapi itu merupakan topik  yang sudah lalu, ditinggalkan seiring perkembangan zaman dan keterbukaan masyarakat terhadap hal-hal yang lebih membangun dan berasas pada kualitas. Perempuan, dengan kampanye emansipasi wanita, lebih memiliki peluang dan peran yang lebih maju dibanding pada masa-masa sebelumnya. Akses pendidikan dan kesehatan, serta peraturan perundangan yang mengakomodasi bagi perempuan untuk unjuk gigi dalam kegiatan masyarakat lebih terbuka.

Hal inilah yang mendasari PESADA untuk lebih mendorong perempuan dalam latar belakang apapun untuk ikut serta dalam berbagai pemilihan pemimpin publik. Seperti kepala daerah, kepada desa, kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD), atau pun instansi publik lainnya. Sejumlah diskusi tematis dan Diklat (pendidikan dan pelatihan) pun dilakukan untuk mendapatkan perempuan potensial yang lebih berkemampuan untuk menjadi pemimpin publik. Dan sangat disadari bahwa upaya ini membutuhkan waktu yang tidak cepat dan usaha terus-menerus.

Nah, pada Senin (22/2) kemarin, pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Credit Union Besar (CUB) Pesada Perempuan, lebih kurang 200 peserta mendiskusikan secara kelompok tentang partisipasi dan kepemimpinan perempuan dikaitkan dengan keberadaan CUB sebagai kendaraan ekonomi dan politik. Eksplorasi hambatan dan tantangan perempuan menjadi pemimpin publik serta langkah-langkah apa yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kapasitas perempuan potensial dan CUB untuk mendukung perempuan menjadi pemimpin publik, menghasilkan perdebatan yang cukup seru di antara peserta. Sharing pengalaman sendiri dan fenomena  yang terjadi di daerah masing-masing membuat diskusi lebih kaya informasi.

Akan tetapi dari 10 kelompok yang ada, hal yang terungkap mayoritas sebagai hambatan bagi perempuan untuk maju sebagai pemimpin publik masih seputar mental dan budaya, sebagian kecil karena kurang dukungan organisasi dan publik. Sikap kurang percaya diri dan budaya patriarkhi dalam keluarga membuat perempuan tidak leluasa untuk maju. Sementara itu diharapkan CUB Pesada Perempuan bisa lebih intens memberi penguatan kapasitas berupa Diklat kepada perempuan potensial dan diskusi tematis kepada anggota CU Unit supaya menambah kesadaran perempuan untuk melek politik dan paham secara bijak menggunakan hal pilihnya. Sebab, pada kenyataannya politik uang (money politic) masih marak, dan memilih pemimpin berdasarkan latar belakang suku, agama, dan golongan, bukan karena unsur kualitas dan rekam jejak (track record) kinerja calon pemimpin.

Untuk itu CUB Pesada Perempuan harus melakukan identifikasi peserta CU yang akan menjadi pemimpin publik dan mendidik dengan lebih serius lagi. Dukungan dana untuk mereka yang ingin terjun dalam dunia politik (pemilihan legislatif) kemarin, sudah dilakukan. Berupa pinjaman khusus di CUB dan pemberian dana partisipasi dari anggota CUB.

Sepanjang 2010 ini hampir seluruh kabupaten/kota di Sumut akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Tak terkecuali di Pakpak Bharat. Namun, minimnya calon perempuan kepala daerah, dipandang sebagai masih kurangnya partisipasi pemimpin perempuan. Saat ini sudah ada 2 pasangan calon yang perempuan. Nah, diharapkan anggota CUB Pesada Perempuan dari Pakpak Bharat bisa lebih cerdas menentukan pilihan calon mana yang akan memimpin mereka 5 tahun ke depan. Apakah yang menggunakan money politik, berjanji manis ketika kampanye, atau memang sudah bisa dipegang kontrak politiknya untuk membangun Pakpak Bharat dengan lebih bijaksana, pro perempuan dan anak, serta tepat sasaran. Yang pasti, pilihlah perempuan….

Explore posts in the same categories: Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: