Peringatan Hari Perempuan Sedunia 2010

Perempuan Pemimpin Publik dan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan

          Tahun 2010 tepat 100 tahun perayaan Hari Internasional Perempuan dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Sumatra Utara. JARAK Perempuan Sumut bersama PESAD, HAPSARI, KPI Wilayah Sumut serta seluruh partisipannya yang berjumlah 192 perempuan dan 15 laki-laki merayakannya di Hotel ASEAN Medan dengan tema “ Kepemimpinan Perempuan adalah Keharusan untuk Keadilan Bagi Perempuan dan Rakyat”. Tema ini dipilih berdasarkan kenyataan mengenai tingginya kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual.   

         Sepanjang 2009, sebanyak 81 orang atau 42% perempuan mengalami kekerasan seksual dan 17 mengalami KDRT berdasarkan berita di koran lokal. Sementara data WCC Sinceritas menunjukkan data sebaliknya dimana KDRT merupakan masalah terbesar yang dihadapi perempuan yaitu 61 kasus dari 100 kasus yang ditangani (61%) diiukuti dengan pelecehan seksual sebanyak 20 kasus. Yang paling mengguncang Sumut adalah terungkapnya kasus pelecehan di sebuah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah lembaga agama.

       Acara peringatan diisi dengan diskusi kelompok dan pada sore harinya melakukan aksi damai di Bundaran Majestyk Medan Jalan Gatot Subroto. Puluhan spanduk dan poster digelar untuk menyuarakan anti kekerasan terhadap perempuan dan dukungan terhadap perempuan calon pemimpin publik. Para aktivis perempuan dan pendukung penguatan perempuan mencermati betapa sulitnya mengungkap KDRT, seperti juga kesulitan mengungkap pelecehan di lembaga agama. Isu internal maupun privat telah digunakan sebagai isu perlindungan dan kerahasiaan, tetapi pada dasarnya adalah tameng untuk melawan keadilan yang dapat mengabaikan perlindungan yang seharusnya kepada para korban perempuan.

         Sementara itu kepemimpinan perempuan mash terus dipertanyakan dan disorot jauh lebih tajam hanya oleh karena gendernya. Sebanyak 3 orang perempuan akan duduk sebagai calon Kepala Daerah turut hadir, yaitu : 1) Nelly armayanti SP,MSP dan 2) Ir Nurlisa Ginting MSc (keduanya calon wakil walikota Medan). 3) Ren Tiares Manik (Calon Wakil Bupati Pakpak Bharat), didukung sepenuhnya oleh JARAK Sumut. Jumlah ini adalah sekitar 9 calon perempuan yang saat ini diidentifikasi (calon lainnya tidak hadir : 1. Siti Aminah Perangin-angin SE (Calon Bupati Karo), 2. dr Ria Telaumbanua dan Rupinawaty Aruan (dari Siantar), 4. Dinar Boangmanalu (Pakpak Bharat), 5. Hj Adlina (Labuhan Batu), 6. Helmiyati (Asahan).

       Peserta berkesimpulan bahwa didukungnya dan terpilihnya perempuan di PILKADA diharapkan mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan perempuan atas keadilan, dalam arti bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual dan politik. Semua isu ini, yakni Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perempuan di dalam Kekuasaan dan Pengambilan Keputusan, merupakan dua isu penting dari 12 isu Deklarasi Beijing, yang pada bulan ini sedang dibahas kembali di Perserikatan Bangsa-bangsa.

      Hasil lengkap dari 12 isu ini akan merupakan paket masukan dan kontrak politik bagi para calon kepala daerah di seluruh Sumut. Oleh karena itu JARAK Perempuan Sumut dan seluruh institusi serta perseorangan yang menjadi partisipannya menghimbau agar :

1. Segala bentuk pelecehan seksual diselesaikan secara hukum maupun aturan-aturan yang ada di dalam lembaga untuk menimbulkan efek jera atau perubahan perilaku, khususnya dibutuhkan perubahan radikal di dalam lembaga-lembaga dimana peristiwa ini berlaku (pendidikan dan agama), sehingga kasus sejenis tidak berulang.

2. Institusi perkawinan dikembalikan harkatnya sebagai institusi yang mulia dan monogamis yang sah, yang bebas dari segala bentuk kekerasan khususnya Kekerasan Terhadap Istri atau KDRT.

3. Para pemimpin di Sumut khususnya para calon yang sedang dlam proses pemilihan di PILKADA, agar secara kritis memahami kebutuhan dan kepentingan perempuan, khususnya dalam berbagai isu sebagaimana termuat dalam Landasan Aksi Deklarasi Beijing, yang antara lain menyangkut : Kekerasan Terhadap Perempuan, Kemiskinan, Pendidikan, Kesehatan, dan Mekanisme Kelembagaan yang dapat mendukung kesetaraan perempuan dan laki-laki.

4. Masyarakat secara kritis memilih pemimpin yang bebas dari segala bentuk perilaku tidak adil khususnya dalam konteks ketidakadilan gender, korupsi dan segala bentuk penyalahgunaan wewenang, dan memilih perempuan. (DL)

12 Isu Gender Global dari Beijing Platform For Action (BPFA) :

(1) Perempuan dan Kemiskinan (2) Pendidikan dan Pelatihan Bagi Perempuan, (3) Perempuan dan Kesehatan (4) Kekerasan Terhadap Perempuan, (5) Perempuan-perempuan dan Konflik Senjata (6) Perempuan dan Ekonomi, (7) Perempuan dalam Kedudukan Pemegang Kekuasaan dan Pengambilan Keputusan, (8) Mekanisme-mekanisme untuk kemajuan Perempuan (9) Hak-hak Asasi Perempuan, (10) Perempuan dan Media Massa (11) Perempuan dan Lingkungan (12) Anak-anak dan Perempuan.

Explore posts in the same categories: Dari Kegiatan Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: