“Perempuan Pemimpin Publik”

Kekuatan RA Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan Indonesia terletak dari pola pikirnya yang mendobrak pembatasan ruang gerak perempuan sebagai manusia yang merdeka dan bermartabat. Hal ini terlihat jelas melalui berbagai tulisannya dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, yang merupakan kumpulan surat-suratnya kepada seorang teman perempuannya yang berkebangsaan Belanda.

Kepeloporannya membuka sekolah baca tulis khusus untuk perempuan pada masanya yang merupakan hal yang dianggap ’kurang lazim’ dilakukan, menjadikan RA Kartini mendapat tempat dan teman dalam upayanya memajukan kaumnya pada zamannya. Teladan dari perbuatan yang berani mendobrak tradisi untuk kemajuan perempuan inilah yang terus diingat oleh seluruh aktivis perempuan dalam segala upaya untuk penguatan perempuan. Karena, meskipun sudah lebih seratus tahun RA Kartini memulai gerakannya, namun hingga saat ini permasalahan yang sama masih bisa ditemukan. Anak perempuan di bawah umur yang dipaksa menikah oleh orangtuanya, anak perempuan yang putus sekolah, dan diskriminasi terhadap perempuan tetap berlangsung.

Inilah tugas yang masih harus terus dilakukan, yakni penguatan perempuan. Hal ini menuntut adanya kepemimpinan publik oleh perempuan dalam rangka untuk mendesak diberikannya ruang yang lebih besar untuk pemenuhan kebutuhan perempuan dan anak yang selama ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Perempuan sebagai pemimpin menjadi sebuah tuntutan bagi masyarakat yang ingin perubahan, terutama menyangkut bidang pendidikan dan kesehatan, pemerintahan yang bersih dari tindak penyelewengan uang negara, serta memiliki perspektif gender dan lingkungan dalam setiap kebijakannya.

Pendidikan yang berkualitas dan tingkat kesehatan yang baik, akan mendorong terciptanya sebuah masyarakat yang kuat dan mandiri, utamanya untuk kesiapan Indonesia dalam rangka menghadapi persaingan ekonomi global yang juga akan mempengaruhi budaya dan sisi sosial bangsa.

Penguatan perempuan akan sangat berpengaruh kepada kualitas kehidupan bangsa, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah perempuan dan kehidupan rumah tangga yang menjadi fondasi awal masyarakat ada di tangan perempuan, maka jika ingin perubahan, pilihlah perempuan menjadi pemimpin publik. (DJ)

Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: