Konsultasi

Tanya :

Saya seorang ibu rumah tangga dan telah mempunyai 3 orang anak. Perkawinan kami sudah berjalan 11 tahun dan sudah banyak suka dan duka yang saya hadapi. Awalnya kami hidup bahagia walau penghasilan kami sehari-hari dari menjual gembung rebus.  Dua tahun terakhir ini suami saya mulai bersikap kasar dan liar. Dia sering mengambil uang hasil penjualan usaha kami untuk bersenang-senang dengan perempuan lain, melarang saya untuk bermain volly, suka mengintip anak perempuannya mandi. Bila bertengkar suami pergi dari rumah dengan mengangkut beberapa barang yang ada di rumah lalu beberapa minggu kemudian pulang ke rumah dan membawa barang yang sebelumnya dibawa dan begitu terus selalu perbuatannya.

Tiga bulan yang lalu kembali kami bertengkar, suami meminta uang dengan jumlah yang besar dengan alasan penganti bangunan rumah yang kami tempati. Memang, rumah yang kami tempati sekarang tanahnya pemberian orang tua saya dan membangun rumah tersebut dari hasil menjual gebung rebus dan kalau dipikir sayalah yang lebih capek bekerja mengelola usaha gembung tersebut. Karena saya tidak mau memberi akhirnya suami pergi dengan membawa semua isi rumah seperti TV, kursi, meja, lemari sampai gorden dan kompor gas. Dan bukan itu saja,  hari-hari selanjutnya suami datang lagi dengan merusak pintu dan jerjak jendela serta pagar rumah yang semuanya diambil dan dibawanya pergi.

Saya sudah minta bantuan kepala desa, tokoh agama bahkan sudah melapor ke polisi, namun tidak satupun yang bisa mencegah suami saya bahkan polisi tidak merespon pengaduan saya dengan alasan saya masih belum bercerai dan polisi menyarankan untuk mengugat cerai saja. Saya binggung Bu apa yang harus saya lakukan karena suami terus meneror saya dan mengatakan akan menikah lagi.  (M di Binjai).

 Jawab :

Ibu M di Binjai. Kami turut prihatin atas apa yang ibu alami saat ini. Memang begitulah Bu bila kita selalu diam saja atas apa yang diperbuat suami apalagi adanya budaya patriarkhi di masyarakat yang beranggapan bahwa kasus kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga adalah kasus pribadi/tabu yang tidak perlu dicampuri oleh orang lain. Walaupun sebenarnya ada hak yang sama antara suami dan istri di dalam rumah tangga.  Bahwa kekerasan yang dilakukan suami ibu sudah termasuk kekerasan dalam rumah tangga, walau terlihat sepele dan suami ibu beranggapan itu adalah haknya mau melakukan apa, tapi di dalam hukum perbuatan dan tindakan suami ibu sudah sangat mengganggu dan melanggar hukum. Apa yang ibu alami sudah termasuk kekerasan psikis, seperti selingkuh dengan perempuan lain, meneror, mengancam, menakut-nakuti, tidak memberi biaya nafkah bahkan dengan sengaja telah melakukan pengerusakan barang yang berdampak pada kejiwaan ibu yang merasa takut, tersiksa batin akibat dihianati.

Perbuatan suami dapat dijerat dengan pasal 45 & 49 UU No. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga mengenai Kekerasan Psikis dan Penelantaran. Dan pasal 406 KUHPidana tentang pengrusakan, juga UU Perlindungan Anak No. 23 tahun 2003  dengan hukuman 1 sampa 3 tahun penjara.

Masalah pengaduan ke polisi yang tidak menerima, memang ada beberapa aparat kepolisian yang tidak berpihak kepada korban sehingga tidak menerima dan tidak memperoses pengaduan. Hal tersebut sebenarnya bisa kita lakukan dengan cara melaporkan petugas yang tidak mau menerima pengaduan baik melalui surat maupun bertemu langsung dengan komandan atau Kapolsek-nya.  Atau bila ibu ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang hak-hak perempuan, hukum Ibu dapat meminta bantuan kepada  LSM atau LBH terdekat yang peduli terhadap perempuan. (IKA)

Iklan
Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: