Sofyan Tan – Nelly Armayanti

 

 

Komitmen Untuk Kota Medan Yang Tertata, Manusiawi, Sejahtera, dan Modern

Komitmen saja tidak cukup untuk melakukan perubahan. Perlu ada startegi dan kerja sama dengan elemen masyarakat luas untuk bisa membangun sebuah daerah menjadi wilayah yang adil, maju, dan sejahtera. Hal inilah yang menjadi visi dan misi pasangan calon walikota dan wakil walikota Medan periode 2010-2015, dr Sofyan Tan dan Nelly Armayanti SP, MSP.

Kedua aktivis Sumut yang menggeluti dunia politik sejak satu dekade terakhir, memiliki visi dan misi melakukan perubahan untuk kehidupan kota Medan yang lebih baik melalui kajian dan dialog dengan sejumlah elemen masyarakat di ibukota provinsi Sumut ini. Setidaknya ada 8 poin penting yang menjadi gerakan mereka ke depan jika terpilih sebagai pemimpin Medan pada Pemilukada 12 Mei 2010 mendatang.

Latarbelakang yang berbeda membuat pasangan ini menjadi pas dan mewakili multikulturalisme yang menjadi aset Sumut untuk mengaspirasikan kepentingan masyarakat luas. Dari 10 pasangan calon, Sofyan-Nelly yang bernomor urut 10 ini, memiliki rekam jejak kinerja dan penghargaan yang sangat tinggi bagi kepentingan kota Medan, khususnya.

Nelly Armayanti, satu dari dua perwakilan perempuan di barisan kandidat pemimpin Medan, merupakan seorang aktivis petani yang selama 5 tahun terakhir mengabdikan diri menjadi ketua KPUD Medan periode 2004-2009. Di bawah kordinasinyalah, Pemilu presiden-wakil presiden dan legislatif 2004 berhasil dilaksanakan dengan tertib dan lancar. Kemudian pada Pemilihan walikota dan wakil walikota Medan 2005-2010 lalu.

Pengalaman ini menjadikannya siap untuk bertarung dalam arena politik Sumut untuk kepemimpinan Medan. Selama 5 tahun penuh dedikasi dan transparansi Nelly bekerja sesuai prosedur sehingga terlepas dari jerat money politic yang cukup menggoda pada posisinya saat itu. Komitmen dan bekerja sesuai aturan yang berlaku membuatnya tetap tenang dan menyelesaikan masa tugasnya dengan baik.

Ibu dua anak yang menjadi dosen di Universitas Negeri Medan ini memiliki pandangan bahwa dalam sebuah kepemimpinan memerlukan kerja keras dan keteguhan. Tantangan sangat besar sebagai pemimpin, terutama bagi perempuan pemimpin publik. Dengan kerja sama dengan elemen masyarakat, tantangan ini mudah-mudahan tidak berpengaruh banyak bagi kinerjanya membangun Medan, terutama upaya penguatan perempuan.

Perjuangan perempuan haruslah seiring dengan perjuangan kemajuan pemikiran dan perubahan kebudayaan. Pemikiran dan kebudayaan sangat berpengaruh pada kualitas hidup perempuan. Pelayanan kesehatan reproduksi dan pendidikan yang berkualitas dan merata  menjadi prioritas aktivis petani di LSM Sintesa ini.

Sedikit berbeda dari Nelly, Sofyan Tan memiliki latar belakang profesi sebagai tokoh pendidikan dan pengusaha. Lahir dari keluarga sederhana di daerah Sunggal, Sofyan adalah salah satu contoh sosok yang besar dengan memulai usaha dari nol. Konsep sekolah multikulturalisme dan sistem subsidi silang yang diterapkannya di Yayasan Sultan Iskandar Muda menghantarkannya ke berbagai forum internasional dan nasional untuk memaparkan konsep pendidikan multikulturalisme dan kesetiakawanan sosial.

            Tidak itu saja, Sofyan Tan dipandang sangat dekat dengan para pedagang kecil terutama pedagang di pasar tradisional. Menurutnya pasar tradisional adalah situs kota yang sangat perlu mendapat perhatian dari pemerintah kota. Sebab, selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi dimana ratusan ribu pedagang Medan mencari nafkah di sana, pasar tradisional juga kental dengan nilai budaya dan sosial masyarakat.

            Cita-citanya mengubah citra pasar tradisional yang jorok dan tidak tertata menjadi pasar yang nyaman dan ramah lingkungan, akan diwujudkannya jika terpilih nanti. Kasus pedagang Pasar Meranti yang digusur dan direlokasi ke tempat yang tidak memadai, sempat menjadi fokus Sofyan untuk mendampingi supaya ratusan pedagang Pasar Meranti mendapatkan haknya sebagaimana mestinya. Pasar Meranti termasuk salah satu pasar tertua di kota Medan. Lokasinya ingin digusur Pemko Medan melalui PD Pasar Medan semenjak kehadiran sebuah pusat perbelanjaan modern di dekatnya.

            Sofyan juga sangat dekat dengan bidang lingkungan hidup. Ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Ekosistem Leuser, sebuah LSM lingkungan yang perduli kepada orangutan dan penghijauan.  Basis ilmu kedokteran yang tidak sempat diterapkannya kepada masyarakat setidaknya menjadi pengetahuan dasar soal bagaimana tentang perlindungan satwa dan lingkungan.  (DJ)

Visi, Misi, dan Rencana Aksi Kota Pasangan Nomor 10

  1. Menyelenggarakan pembangunan kota yang tertata dan berkelanjutan. Misi ini bermakna bahwa tata ruang Kota Medan, dalam rangka menuju kota yang tertata dan berkelanjutan, harus memperhatikan keberlangsungan dan keasrian lingkungan hidup. Artinya perencanaan tata ruang kota harus mengatur dan menetapkan tanpa mengabaikan nilai budaya lokal, keseimbangan antar kawasan, ketersediaan lahan/tanah untuk fasilitas sosial dan umum, lokasi bermain bagi anak-anak, mengakomodir keberpihakan kepada warga miskin kota, penyediaan kawasan hutan kota untuk kelestarian dan keindahan kota.
  2. Mendorong tersedianya lapangan kerja dan menjamin hak berusaha bagi warga kota. Misi ini bermakna bahwa ketersediaan lapangan kerja bagi warga kota yang berada pada tataran pencari kerja harus dilakukan dengan memperhatikan potensi kota dan latarbelakang warga kota sendiri. Demikian juga pemerintah kota harus melindungi hak warga untuk berusaha dengan tenang (pelaku usaha kecil atau sektor informal misalnya tidak digusur).
  3. Menjamin akses warga kota ke sumber-sumber pembiayaan ekonomi yang ada. Visi ini bermakna bahwa Pemerintah Kota Medan menjamin setiap warga kota tanpa membedakan suku dan agama, mendapatkan akses ke sumber-sumber ekonomi. Misalnya untuk mendapatkan modal usaha, baik melalui lembaga-lembaga keuangan mikro, bank pemerintah, swasta maupun dari dana-dana CSR perusahaan swasta maupun negara.
  4. Mewujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Misi ini mengandung makna bahwa kebijakan-kebijakan pembangunan pada sektor pendidikan dan kesehatan akan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan model pelayanan yang cepat, berkualitas, dan terjangkau. Kebijakan ini dengan memperhatikan asas pemerataan dan memperhatikan keadilan gender.
  5. Membangun kesetaraan gender dalam pelayanan, pembangunan, dan pemerintahan kota. Pelayanan dan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota akan berpijak pada prinsip-prinsip kesetaraan gender, baik dari sisi kebijakan maupun alokasi anggaran. Pengarusutamaan gender ini tidak hanya pada sisi alokasi anggaran tetapi juga pada hak partisipasi politik, termasuk di dalamnya mendapatkan prioritas dalam posisi strategis di tataran pemerintah kota. Acuan minimal adalah 30 persen dengan tetap mengacu pada sistem fit and proper test.
  6. Meningkatkan partisipasi warga kota dalam tata kelola pemerintahan. Misi ini mengandung makna bahwa peran warga kota harus diberikan ruang partisipasi, dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban hingga monitoring dan pengawasan (evaluasi) seluruh aktivitas pemerintahan kota.
  7. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang mudah, murah, dan cepat. Misi ini mengandung makna bahwa seluruh aktivitas pemerintah kota harus diarahkan sebagai upaya memudahkan pengurusan pelayanan publik yang cepat, murah, dan transparan.
  8. Menyelenggarakan pemerintahan yang transparan, bersih, akuntabel dan bebas kolusi, korupsi, dan nepotisme. Misi ini mengandung makna bahwa pemerintah kota bertekad untuk mengelola seluruh perangkat satuan kerja pemerintah kota dengan mengedepankan sistem pemerintahan yang terbuka, bersih, dan bebas dari KKN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan
Explore posts in the same categories: profil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: