Harap-harap Cemas pada Terpilihnya Perempuan di Pemilukada Medan

Harap-harap Cemas pada Terpilihnya Perempuan di Pemilukada Medan

                     Pada 12 Mei 2010 lalu, 9 kabupaten/kota melaksanakan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada). Dua di antaranya adalah Medan dan Pakpak Bharat. Di kedua daerah tingkat 2 Sumut ini, PESADA sebagai sebuah lembaga penguatan perempuan termasuk upaya peningkatan partisipasi politik perempuan ikut serta dengan mendukung satu pasangan calon untuk masing-masing daerah. Pada dasarnya PESADA mendukung perempuan pemimpin publik dan aktor politiki rakyat yang memiliki pandangan dan cita-cita bersama untuk memajukan perempuan dan rakyat. Untuk Pakpak Bharat, PESADA mendukung pasangan nomor 2, Ahmad Padang-Renti Ares Manik. Sedangkan di Medan, mendukung pasangan nomor 10, Sofyan Tan-Nelly Armayanti.

Setelah kampanye dan masuk hari H (pemilihan), pendukung seluruh pasangan calon kepala daerah mulai harap-harap cemas untuk menanti pengumuman pemenang Pemilukada oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Di Medan sehari setelah pemilihan, berdasarkan hitung cepat KPUD untuk sementara pasangan Sofyan-Nelly yang unggul dengan perolehan suara hingga 30 persen suara dari 1,9 juta pemilih di ibukota Sumut itu. Hasil ini sedikit banyak memberi kelegaan bagi para pendukung nomor 10, walaupun saat ini perolehan suara sementara masih berselisih tipis dengan pasangan Rahudman Harahap-Eldin Dzulmi.  Pemilukada Medan putaran kedua akan digelar 19 Juni 2010 ini. Ayo, pilih dan menangkan perempuan dan aktor sosial pembangun daerah…!!

Perempuan Pemimpin Publik Lebih Perduli

                        Perempuan masih diharapkan bisa menjadi pemegang kepemimpinan di daerah. Hal ini menjadi sangat perlu karena selama ini kebijakan publik yang dikeluarkan oleh kepala daerah yang mayoritas adalah laki-laki ternyata kurang perduli dengan kepentingan dan kebutuhan perempuan dan anak. Misalnya soal kesehatan reproduksi perempuan (ibu hamil, melahirkan, dan menyusui) serta gizi dan nutrisi anak terutama balita.

            Di beberapa daerah kabupaten/kota, seperti Tangerang dan Tuban yang dipimpin oleh perempuan, terbukti bahwa tingkat kebijakan terhadap kebutuhan perempuan secara umum (misalnya pendidikan dan pekerjaan) maupun secara khusus (kesehatan reproduksi) lebih bisa dipenuhi. Kepemimpinan perempuan  juga dianggap lebih bersih dan tegas karena perempuan lebih peka terhadap aspirasi rakyat.  Namun bagi sebagian warga khususnya di daerah pedesaan, kepemimpinan perempuan masih diragukan. Pola pemikiran yang patriarkhis masih menjadi kungkungan yang harus dijernihkan.  (DJ)

Iklan
Explore posts in the same categories: Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: