Konsultasi

Tanya :

Saya ibu R dikota S punya 3 orang anak. Selama 2 tahun belakangan ini saya selalu tersiksa dibuat dibuat suami saya, karena saya pernah mendapati suami saya selingkuh dengaqn rekan kerjanya. Suami saya PNS di Kec. S dan pasangan selingkuhnya juga seorang PNS. Saya selalu dibentak dan dibanding-bandingkan dengan pasangan selingkuhnya itu.
Pernah suami saya dan selingkuhannya ketahuan sedang berduaan di sebuah rumah dan saya mengetahui dari orang lain. Ketika itu saya menasehati pasangan selingkuhnya itu dan meminta agar tidak merusak rumahtangganya. Akibatnya saya justru dipukul oleh suami saya dan dibentak-bentak.
Saya sudah tidak tahan lagi karena anak-anak sayapun sering dimarahi oleh suami saya. Sayapun setiap hari selalu merasa tertekan karena suami saya sudah jarang memberikan uang belanja. Bahkan dalam bulan ini saja saya tidak diberi uang belanja. Gaji suami saya habis begitu saja dan tidak pernah saya terima. Saya mohon nasehat apa yang harus saya lakukan. Terima kasih atas perhatiannya.

Jawab:

Ibu R dikota S, melihat kondisi ibu yang sangat memprihatinkan dimana suami ibu melakukan perselingkuhan maka dalam secara hukum pidana suami ibu bisa dikenakan pasal 284 KUHP dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 bulan penjara. Tidak hanya itu saja, suami ibu dan pasangan selingkuhnya juga bisa ibu adukan ke Instansi tempat mereka bekerja, sehingga mereka juga akan dikenai sanksi adminstrasi PP 30/1980 tentang Peraturan PNS RI pasal 3, yakni di antaranya melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara, Pemerintah, atau Pegawai Negeri Sipil.
Selain itu dalam UU No.23/2004 tentang PKDRT (Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) pasal  45, yakni isinya menyatakan bahwa (1) Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 9.000.000,00 (sembilan juta rupiah). (2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
Bila ibu kurang memahami dan perlu pendampingan, ibu bisa menghubungi WCC Sinceritas PESADA atau LSM lain yang konsern dalam hal tersebut. (YUS)

Iklan
Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: