MASIH SEPUTAR PEMILUKADA dan KEPEMIMPINAN PEREMPUAN

Pemilukada yang digelar 9 kabupaten/kota di Sumut sudah berlangsung. Di antaranya di Pematang Siantar, Medan, dan Pakpak Bharat. Sayangnya, belum ada satupun perempuan kepala daerah yang terpilih.  Di Pematang Siantar, kemenangan diraih oleh pasangan Hulman Sitorus-Koni Siregar. Di Pakpak Bharat dimenangi oleh Remigo Berutu-Saut Boangmanalu, sedangkan Medan dimenangi oleh Rahudman-Eldin dalam dua putaran bersama pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti.

Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil suara terhadap calon perempuan adalah maraknya aksi politik uang, kesadaran politik masyarakat yang masih kurang khususnya perempuan, serta rendahnya pengawasan pihak terkait dalam menyelenggarakan Pemilukada yang transparan. Di samping itu, masalah administratif yang menyangkut masalah KTP, Kartu Pemilih dan adanya kecurangan menambah permasalahan. Jumlah pemilih perempuan di kota Medan pada putaran kedua 52,93% atau 397.463 suara tetapi jumlah suara yang memilih pasangan Sofyan Tan dan Nelly Armayanti hanya 34,12% atau 251.435 suara. Ini berarti perempuan mungkin tidak memilih perempuan, atau pemilih perempuan yang memilih pada hari H sangat rendah. Padahal pemimpin perempuan ini diharapkan bisa membantu upaya-upaya penguatan perempuan, meskipun ada juga beberapa kepala daerah laki-laki yang mengeluarkan program untuk penguatan perempuan.

Kepemimpinan perempuan menjadi sangat penting untuk membawa aspirasi kan kebutuhan perempuan begitu terbuka dan terfasilitasi. Kesetaraan gender, kesehatan reproduksi, pendidikan, tingkat ekonomi, dan kesehatan anak, adalah rentetan isu-isu yang sering diabaikan padahal menyangkut hajat hidup orang banyak yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. Selain itu telah banyak pengalaman di luar Indonesia yang membuktikan kepemimpinan perempuan berpengaruh positif kepada pemerintah yang bersih, khususnya menurunkan angka korupsi. Itu sebabnya, PESADA dan jaringan aktivis perempuan sangat mendorong kepemimpinan perempuan terwujud di daerah-daerah. Terutama di Kota Medan, di mana Walikota dan Wakil yang terpilih lima tahun lalu dipenjarakan karena korupsi.

Meskipun demikian, Pemilukada tahun ini yang cukup membanggakan karena memetik kemenangan bagi kepala daerah perempuan justru terjadi di kota Surabaya. Pada 8 Juni 2010 lalu, kota Surabaya mendapatkan walikota perempuan pertama mereka, Tri Rismaharini dan Bambang DH.  Tri merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya. Ia pernah meraih Surabaya Academy Award 2008 karena berhasil membangun taman-taman kota yang membuat asri Kota Pahlawan itu.

Untuk kota sebesar Surabaya, sebenarnya persaingan menjadi kepala daerah sangat ketat, namun akhirnya dengan kinerja dan kejelasan visi dan misi, Tri dan Bambang berhasil meraih suara mayoritas. Ini artinya, perempuan mampu bersaing secara politik dan berhasil menarik simpati rakyat mayoritas.

Saat ini warga Karo yang akan menunggu Pemilukada mereka pada Oktober nanti. Seorang kandidat perempuan yang didukung PESADA, Siti Aminah yang merupakan ketua DPRD Karo, diharapkan bisa meraih suara mayoritas sehingga bisa membuat catatan sejarah sebagai perempuan kepala daerah Karo pertama nantinya. (DJ)

Explore posts in the same categories: Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: