Suara Feminis Muda untuk Pengorganisasian Perempuan

Just Associates Southeast Asia (JASS SEA) adalah asosiasi (perhimpunan) aktivis di tingkat global yang berfokus pada upaya memperkuat gerakan perempuan di berbagai belahan dunia serta untuk membangun kekuatan kolektif (bersama). JASS SEA telah memulai proses memperkuat kapasitas aktivis perempuan muda di Indonesia sejak tahun 2007 melalui kegiatan Movement Building Initiative (MBI) atau Inisiatif Membangun Gerakan. Hari ini pada tanggal 7 Juni 2010 mengadakan dialog dengan aktivis perempuan Yogyakarta/Solo; sebagai bagian dari Lokakarya “Peningkatan Kapasitas Feminis Muda” yang secara total dihadiri oleh 45 peserta JASS SEA dan 20 aktivis Yogyakarta dan sekitarnya (5 laki-laki dan 60 perempuan).

Terdapat empat (4) tema utama yang didiskusikan oleh seluruh peserta, yang secara keseluruhan bermuara kepada penguatan feminis muda, melalui pengorganisasian perempuan untuk penguatan perempuan yaitu: 1) Akses terhadap sumberdaya untuk kesehatan perempuan 2) Pengorganisasian LBT (lesbian, bisexual dan transgender) dalam gerakan feminis, 3) Penguatan ekonomi perempuan di tingkat basis, dan 4) Partisipasi & Representasi (perwakilan) Politik Perempuan.

Berdasarkan diskusi tersebut, komunitas JASS SEA menemukan berbagai isu kritis yang harus direspon oleh Negara dan masyarakat termasuk JASS SEA, yaitu:

  1. Bahwa kesehatan khususnya kesehatan reproduksi adalah hak azasi perempuan yang harus dipenuhi oleh Negara. Berbagai kebijakan nasional maupun kesepakatan internasional, mewajibkan Negara untuk menyelenggarakan, memberikan pelayanan, dan menjamin terpenuhinya hak seksual dan reproduksi perempuan.  Pandangan yang melihat kemiskinan sebagai akar masalah ketimpangan akses dan kontrol terhadap sumberdaya kesehatan perempuan sebagaimana yang menjadi cara pandang MDG’s (sebuah capaian masyarakat mandiri secara global), telah mengaburkan isu kesehatan maupun berbagai isu lainnya yang didasarkan atas ketimpangan relasi kekuasaan, sebagaimana tertuang di dalam Deklarasi Beijing & Platform for Action. Pemotongan Anggaran Negara terhadap pemenuhan kebutuhan dan kepentingan perempuan adalah merupakan pelanggaran HAM, dan mengingkari mandat yang diberikan oleh rakyat kepada Negara.
  2. Bahwa berbagai bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap perempuan Lesbian, Bisexual dan Transgender, yang berdasarkan hak identitas gender dan pilihan orientasi seksual, merupakan tindakan diskriminasi terhadap perempuan dan pelanggaran HAM.
  3. Bahwa penguatan ekonomi perempuan tidak boleh dihempang oleh kapitalisme dan neo-liberalisme (kekuasaan berdasarkan modal yang besar), jeratan hutang Negara maupun kepentingan politik sekelompok orang. Penguatan ekonomi perempuan seyogyanya menuju pada kepentingan perempuan untuk melawan relasi kekuasaan yang timpang, dan membuat posisi perempuan terpinggirkan serta memiskinkan perempuan.
  4. Bahwa penguatan politik perempuan harus dilakukan melalui pendidikan politik yang berkelanjutan di semua tingkatan, membangun potensi kepemimpinan politik perempuan di ranah politik formal. Advokasi untuk perubahan sistim politik yang tidak maskulin (laki-laki) dan penerapan affirmative action (percepatan) yang tegas untuk menguatkan kepemimpinan perempuan di semua level.

Karenanya, JASS SEA akan terus berperan aktif di gerakan perempuan melalui berbagai kegiatanuntuk membangun kapasitas, kesadaran kritis dan solidaritas feminis terutama feminis muda.  (Siaran Pers JASS di akhir Lokakarya Feminis Muda di Yogyakarta 4 – 9 Juni 2010)

Iklan
Explore posts in the same categories: Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: