Thema Kita

Hak Kesehatan Reproduksi Perempuan Adalah Hak Azasi Perempuan

Angka kematian ibu di Indonesia masih yang tertinggi di Asean. Data terakhir dari BPS (Badan Pusat Statistik) adalah sebesar 262 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2005. Bahkan Indonesia kalah dibandingkan Vietnam, negara yang belum lama merdeka, yang memiliki angka kematian ibu 160 per 100 ribu kelahiran hidup.

Pembuat kebijakan bukannya tidak menyadari arti angka-angka tersebut. Apalagi, angka kematian ibu merupakan salah satu indikator kesetaraan gender di sebuah Negara, di samping pencapaian penghapusan angka kemiskinan sebagai mana dicantumkan di pencapaian MDGs (Millenium Development Goals; Capaian Pembangunan Milenium). Masalah tingginya angka kematian ibu telah lama diupayakan pemecahannya. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan level ini. Namun sepertinya upaya yang keras itu, ibarat melempar bola ke dinding, karena kembali terpantul, meski dengan ketinggian yang sedikit lebih rendah.

Pendarahan menjadi penyebab utama kematian ibu di negeri ini. Penyebab kedua adalah eklampsia (tekanan darah tinggi setelah 20 minggu kehamilan) lalu infeksi. Semua hal ini bertanggung jawab terhadap hampir 70 persen kematian ibu yang merupakan penyebab langsung. Aborsi (pengguguran anak) tidak aman juga memberi porsi pada angka kematian ibu. Risiko kematian ibu melahirkan juga diperburuk dengan adanya penyakit yang mungkin diderita ibu hamil seperti TB Paru, HIV/AIDS, anemia, dan malaria. Laporan Departemen Kesehatan mengatakan, kaitan anemia pada ibu hamil masih sangat tinggi, yaitu 51 persen.

Ya, faktor-faktor di atas memang penyebab langsung kematian ibu melahirkan. Tapi, seharusnya penyebab kematian dapat diminimalkan. Perdarahan, memang umumnya terjadi secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksikan. Namun jika ibu cepat dibawa ke layanan fasilitas kesehatan, faktor risiko tersebut mungkin dapat ditanggulangi hingga kisah di atas mungkin tidak terjadi. Kematian akibat aborsi bisa ditekan, jika perempuan memiliki cukup informasi tentang kontrasepsi dan perawatan pasca aborsi. Demikian juga dengan kasus eklampsia yang menyumbang 13 persen penyebab kematian ibu melahirkan. Pantauan kesehatan ibu semasa kehamilan baik untuk keadaan normal maupun darurat serta pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih memainkan peran penting dalam menekan angka kematian ibu.

Disinilah peran akif bidan selaku pelayan kesehatan untuk memberikan informasi yang benar seputar kehamilan dan perawatan balita. Penyuluhan kesehatan di Puskesmas, Posyandu, atau kelurahan, sangat penting guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Kesadaran mengenai perbedaan tubuh perempuan dengan laki-laki, menimbulkan perbedaan peran, masalah dan kebutuhan yang berbeda bagi perempuan.

Inilah yang menimbulkan adanya hak atas kesehatan reproduksi yang merupakan hak yang sangat mendasar atau disebut sebagai hak azasi perempuan. Istilahnya adalah hak kesehatan reproduksi perempuan. Ini berarti perhatian khusus bagi pemenuhan hak reproduksi menjadi sangat penting, dan masalah kematian ibu hanyalah salah satu dari berbagai issue dalam reporoduksi perempuan. Pemerintah harus memberikan pelayanan khusus kesehatan resproduksi perempuan, karena hal ini menjadi akar dari kualitas sebuah bangsa. Perempuan sehat dan sejahtera, anak sehat dan cerdas, bangsa akan tumbuh sebagai bangsa yang berkualitas. (DJ)

Iklan
Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: