Vandana Shiva

Berjuang untuk Kelestarian Lingkungan dan Hak-hak Perempuan

Perempuan sangat dekat dengan alam dan lingkungan. Hanya pikiran maskulin (laki-laki) yang sanggup menghancurkan bumi (alam), bukan perempuan. Itu sebabnya bumi dikatakan sebagai ibu pertiwi, karena perempuan sangat dekat dengan nilai pembangkit, melahirkan dan menumbuhkan, serta merawat. Setidaknya hal inilah yang menjadi dasar bagi seorang Vandana Shiva, sehingga ia menjadi sangat ngotot dalam hal pelestarian lingkungan.

Pemihakan Vandana Shiva pada alam, pada petani dan kelompok tertinggal, khususnya perempuan, tak sulit dilacak latar belakangnya. Perempuan yang dilahirkan pada tanggal 5 November tahun 1952 di Dehradun, kota tua di Pegunungan Himalaya, India, itu membangun penghargaannya pada alam melalui pengalaman kesehariannya bersama ayahnya, seorang penjaga kelestarian hutan dan ibunya yang petani. Cita-citanya menjadi ilmuwan juga dibangun sejak kecil. Keinginannya untuk mengetahui bagaimana alam bekerja membuatnya mencintai fisika. Einstein adalah inspirasinya. Vandana Shiva juga memiliki gelar kedua di bidang filsafat mendapatkan gelar PhD-nya di bidang fisika kuantum dari University of Western Ontario pada tahun 1979.

Vandana Shiva dan seluruh sepak terjangnya telah mematahkan pandangan tentang ilmuwan dan menara gadingnya. Sejak tahun 1970-an, ia sudah memimpin aksi damai menolak penebangan pohon di hutan dengan memeluk pohon tersebut tatkala sebuah buldozer akan menumbangkannya. Peristiwa ini dikenal sebagai gerakan ‘Chipko Movement”. Sejak itu, ibu satu anak ini banyak terlibat dalam aksi-aksi mempertahankan kepemilikan petani dan kaum marjinal lainnya. Pandangan-pandangannya membuat banyak orang tidak menyukainya. Namun, jalan sunyi yang dulu ia tapaki sendiri, kini sudah semakin ramai dihuni. Vandana Shiva menjadi inspirasi dunia bagi upaya pelestarian alam dan lingkungan, serta pembangkit perempuan untuk berani ikut serta dalam upaya tersebut dan mendapatkan hak-haknya yang adil sebagai warga negara. Dia disebut sebagai feminis lingkungan atau eko-feminis.

Pemikir yang menggabungkan pandangannya tentang lingkungan hidup, pertanian, spiritualitas, dan hak-hak perempuan ke dalam filosofi yang sangat kuat ini memaparkan dengan sangat jernih hubungan antara hilangnya mata pencaharian dan perampasan sumber daya alam melalui cara-cara yang licik dan menggunakan saluran-saluran demokrasi.  Bagi Vandana Shiva, benih adalah inti kehidupan. Untuk sumbangannya bagi gerakan penyadaran dan perlindungan lingkungan, ia menerima 15 penghargaan nasional dan internasional, termasuk The Earth Day International Award pada tahun 1993 dan The International Award of Ecology pada tahun 1997.

(DJ/Berbagai Sumber)

Explore posts in the same categories: profil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: