Konsultasi

Tanya :

Saya sudah 19 tahun menjalani hidup berumah tangga, namun tidak sedikitpun merasakan kebahagiaan. Suami saya seorang polisi dan mempunyai kelakuan yang sangat kasar, arogan dan sering melakukan pengancaman dan teror. Selain itu suami saya juga pengedar dan pemakai narkoba, hal itu saya ketahui dari teman-teman suami. Tiga tahun belakangan ini suami saya terus meneror saya, dan selama itu pula kami sudah tidak tinggal bersama lagi.

Dari awal perkawinan suami saya tidak pernah memberikan nafkah/uang belanja kepada saya dan anak-anak. Untuk biaya sehari-hari saya buka rumah makan. Tapi usaha rumah makan yang saya rintis dari sedikit demi sedikitpun diganggunya dengan cara pura-pura gila, meletakkan kotoran binatang serta bangkai ikan di depan rumah makan saya sehingga pelanggan yang sedang makan menjadi ketakutan dan pergi. Akibatnya rumah makan yang saya kelola menjadi sepi.

Untuk mencegah perlakuan suami, beberapakali saya pernah membuat laporan ke Polres tapi semua tidak ditindaklanjuti, pihak Polres malah menyuruh saya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, begitu juga ketika saya menggugat cerai di pengadilan, hakim memutus menolak gugatan saya. Ketika saya pakai pengacara pun, pengacara saya dibayarnya dan mengembalikan uang jasanya kepada saya.

Beberapa bulan yang lalu suami pernah datang dengan membawa uang sekoper dan mengatakan “kalau kau bisa cerai dari aku, akan kukasih uang ini padamu”, katanya waktu itu. Saya juga pernah didatangi perempuan yang mengaku istri suami saya dan telah mempunyai anak tapi itupun tidak saya gubris.

Saat ini saya mengalami depresi dan sedang berobat ke psikiater akibat beban psikis yang tidak bisa saya pikul. Saya bingung kemana lagi saya akan meminta pertolongan. Tolonglah saya Bu, apa yang harus saya lakukan?  (MR di K.).

Jawab :

Ibu MR, kami turut prihatin atas apa yang ibu alami saat ini. Menyikapi masalah ibu ini yang paling diutamakan adalah tidak larut dari semua masalah, terus berusaha,  berjuang dan berdoa semoga mendapat jalan yang terbaik. Sebenarnya perbuatan suami ibu sudah sangat melanggar hukum, suami ibu telah melakukan kekerasan di dalam rumah tangga seperti kekerasan psikis penelantaran. Apalagi kalau ibu bisa membuktikan tentang perselingkuhan suami maka suami maupun selingkuhannya bisa ditahan karena perbuatan suami dapat dijerat dengan pasal 45 dan 49 UU No. 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga mengenai Kekerasan Psikis dan Penelantaran. Serta dijerat dengan pasal 279 KUHPidana tentang melakukan perkawinan tanpa seijin istri pertama. Juga UU Perlindungan Anak No. 23 tahun 2003  dengan hukuman 3 sampai 7 tahun penjara.

Masalah pengaduan ke polisi yang tidak ditindaklanjuti bisa di laporkan ke Propam Poldasu. Memang ada beberapa aparat kepolisian yang tidak berpihak kepada pelapor, apalagi bila yang kita laporkan seorang petugas yang bertugas di  tempat tersebut . Mereka pasti akan membela teman atau anak buahnya. Bila itu terjadi, sebenarnya ibu bisa melaporkannya ke atasan/komandannya, atau membuat surat dan dikirim tembusan ke semua jajaran yang terkait seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Kapolri. Bila ibu membutuhkan bantuan datang saja ke kantor WCC Sinceritas PESADA di Jalan Jamin Ginting KM 8 No. 282 Pandang Bulan atau Jalan Empat Lima No. 24 E Sidikalang. Bisa juga ke nomor telepon hotline kami di  081265147499 (Medan) atau 081260260910 (Sidikalang). (IKA)

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: