Konsultasi

Tanya :

Saya P (32 tahun) pekerjaan ibu rumah tangga. Saya hidup berumah tangga dengan M sejak tahun 2005. M adalah seorang PNS. Perlu saya sampaikan bahwa saya adalah istri kedua M yang dinikahi secara siri dan kami telah memiliki 2 orang anak. Sejak tahun 2009 M mulai jarang pulang ke rumah. Ketika ditanyai ia selalu marah dan ketika marah ia langsung memukul dan memaki saya. Selain itu sejak Mei 2009 M juga tidak pernah memberi nafkah kepada kami.

Saya tidak tahu apa penyebab perubahan suami saya M. Di samping itu anak saya Lk saat ini telah berusia 5 tahun 8 bulan dan akan masuk sekolah, sedangkan sampai saat ini ia belum mempunyai akte lahir. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana saya harus menghadapi suami saya yang mau memukul? Bagaimana caranya mengurus akte lahir anak saya karena saya tidak memiliki buku nikah? Terima kasih. P di Pakpak Bharat

Jawab :

Ibu P, perbuatan suami ibu yang memukul merupakan perbuatan melanggar hukum dan harus dilaporkan ke pihak yang berwajib. Karena ibu menikah secara siri maka perbuatan suami dapat diancam dengan pasal 351 KUHP dan/ atau 352 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 3 tahun penjara (penganiayaan ringan) dan/ atau 5 tahun penjara (penganiayaan berat). Untuk pengurusan akte lahir anak, ibu harus memiliki KTP, KK, dan buku nikah/ akte nikah. Di banyak kasus kawin siri, masalah akta kelahiran anak adalah yang paling sering ditemui, karena status perkawinan tidak diakui secara hukum, sehingga masalah hukum yang ditimbulkannya tidak mendapat jaminan hukum dari peraturan atau undang-undang yang ada. Dengan demikian pernikahan ibu secara siri sebaiknya didaftarkan di KUA, sehingga sah menurut hukum.

Dalam situasi ini pastinya suami ibu akan menghadapi dua pilihan, apakah harus menceraikan istri pertama supaya status PNS-nya tidak dicabut mengingat PNS tidak boleh poligami, atau berpisah dari ibu sehingga ibu bisa mendapatkan keputusan pengadilan terhadap hak pengasuhan anak sebagai orangtua tunggal karena tidak medapat pengakuan resmi dari sang suami (ayah anak) ibu.

Ketika keputusan pengadilan sudah keluar terkait hak pengasuhan sebagai orangtua tunggal, akta kelahiran anak ibu akan bisa diproses atas nama ibu sendiri sebagai orangtua tunggal. Ini memang terasa sangat pelik bagi ibu dan keluarga, namun demi masa depan anak supaya diakui secara sah oleh negara makanya harus ada keputusan yang tegas. Resiko pernikahan secara siri memang seperti ini, tidak ada akta nikah yang sah secara hukum negara sehingga hak-hak suami istri yang dijamin oleh negara tidak terakomodasi, termasuk status anak yang lahir. (HS)

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: