Konsultasi

Tanya :

Saya ibu R Br. Boang Manalu (45), seorang ibu rumah tangga dan juga seorang guru SD di kota S.  Mempunyai 3 orang anak dan suami seorang polisi (48) di kota yang sama, dan kami telah menikahi selama 25 tahun. Selama itu kami tidak pernah mengalami percekcokan dalam rumahtangga dan saya sangat bahagia karena saya sangat disayang suami dan begitu pula dengan ketiga anak saya sangat dekat dengan suami saya. Suami saya tidak pernah marah ataupun berkata kasar pada saya. Namun pada tahun 2009 suami saya mulai selingkuh dengan sorang perempuan dari kota B, dan mereka sering bertemu di kota S. Perselingkuhan mereka selalu saya dengar dari orang lain namun saya kurang percaya karena gaji suami tetap diberikan sepenuhnya pada saya.
Namun pada tahun 2010 ini saya semakin sering dengar perselingkuhan suami saya tidak hanya dari tetangga tapi dari teman kerja suami saya, dan akhirnya saya pun mulai percaya dan mencari tahu hubungan mereka. Pada saat itu saya pernah menangkap basah mereka di suatu rumah dan saya menasehati selingkuhannya bahwa saya adalah istri sahnya, dan saya berpikir suami saya akan berubah. Akan tetapi perselingkuhan tersebut pun berlanjut hingga selingkuhannya mempunyai anak dari suami saya.
Mengetahui hal tersebut saya melabrak suami dan selingkuhannya tersebut di kota S karena saya sudah tidak tahan lagi akan beriita dari orang lain dan juga dari kantor suami saya bahwa suami saya sudah jarang masuk kantor. Ketika saya melabrak mereka saya mengambil barang-barang milik selingkuhan suami saya itu dan menjambak-jambak rambutnya. Saya mengambil barang-barang tersebut karena saya yakin barang tersebut adalah hasil dari gaji suami saya, dan suami saya pun mengakuinya. Akan tetapi selingkuhan suami saya tersebut malah melaporkan saya ke polisi di kota S karena telah menganiaya dia dan mencuri barang-barangnya. Saya sangat bingung apa yang harus saya perbuat karena saya seorang PNS di kota S. Mohon ibu bisa membantu saya mencari jalan keluar. Terima kasih.

Jawab :
Untuk ibu R. Br. Boangmanalu di kota S, melihat apa yang ibu alami sangat memprihatinkan dimana sebenarnya ibu menjadi korban akibat perselingkuhan suami ibu, dan justru karena itu ibu dilaporkan oleh pasangan selingkuh suami ibu sendiri. Memang perbuatan ibu yang menjambak rambut dan juga mengambil barang-barang pasangan selingkuhan ibu itu salah, walaupun ibu menyakini bahwa barang tersebut adalah hasil gaji suami ibu dan suami ibu meyakininya. Namun hal tersebut dapat dimaklumi karena posisi ibu yang pada saat itu terbawa emosi melihat suami dan selingkuhannya berada dalam 1 kamar serta melihat anak hasil hubungan gelap mereka berdua.
Oleh karena ibu dilaporkan oleh selingkuhan suami ibu tersebut memang ibu harus mengikuti prosedur hukum yang ada. Namun jika ibu bisa membuktikan bahwa mereka perselingkuhan mereka dan juga keterangan ibu tidak berniat mencuri barang-barang terebut maka keterangan dan pembuktian ibu tersebut bisa meringankan ibu dalam proses hukum. Hal ini karena ibu pada dasarnya hanya ingin membuktikan kebenaran berita-berita yang ibu dengar langsung dari kantor suami ibu.
Jika ibu tidak dapat  menerima hubungan mereka, ibu bisa melaporkan mereka berdua dengan perbuatan zina, apalagi keduanya telah menghasilkan anak, yang dalan KUHP pasal 284 yang berbunyi : ”Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan; 1.a..seorang pria yang telah kawin melakukan gendak (overspel/zina), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya ”. Artinya ibu bisa melaporkan perbuatan zina mereka berdua, dan tidak hanya itu saja untuk suami ibu juga bisa dikenakan sanksi disiplin dari Propam karena telah melakukan perzinahan. Selain itu, suami ibu juga bias dikenali UU Penghapusan KDRT tentang kekerasan psikis, karena suami ibu telah menyakiti perasaan ibu dan membuat ibu menderita. Demikian penjelasan dari kami, semoga bisa membantu. (YUS)

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: