Training Analisis APBD untuk Staf PESADA dan Kelompok Dampingan PESADA

APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Selama bulan Agustus ini PESADA melakukan 3 kali training Analisis APBD Kab. Dairi yang pertama adalah kepada staf PESADA kegiatan ini dilaksanakan tanggal 13-14 Agustus 2010, kepada kelompok CU yang ada di Dairi  tanggal 20-21 Agustus dan Analisis APBD Kab. Pakpak Bharat untuk kelompok CU yang ada Pakpak Bharat yang dilaksanakan tanggal 30-31 Agustus 2010.

Seluruh kegiatan training analisis APBD ini dilaksanakan di PUSDIPRA difasilitasi oleh Elfenda Ananda dari lembaga BITRA.
Adapun tujuan yang diharapkan dari training analisis APBD ini adalah agar peserta memiliki kesadaran akan pentingnya terlibat dalam proses perencanaan dan penyusunan APBD, mengawasi dan menilai hasil pelaksanaan APBD tersebut.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan Training Analisis APBD ini adalah:
•    memahami dalam menganalisa anggaran berdasarkan norma dan prinsip prinsip anggaran yang berperspektif gender.
•    membangun strategi bersama untuk menyampaikan informasi dalam perencanaan dan pembuatan APBD sesuai kebutuhan masyarakat.
•    mengetahui APBD 2010 yang berperspektif gender dan perbandingan APBD pada tahun tahun sebelumnya.
•    Berdasarkan analisis, peserta diharapkan dapat memberikan masukan untuk penetapan perubahan APBD(PAPBD) tahun 2010 dan sebagai masukan untuk PAPBD tahun 2011 .

Sumber anggaran  negara berasal dari:
1. Pajak yang dipungut dari rakyat/ masyarakat.
2. Restribusi  yang dipungut dari  rakyat/ masyarakat
Jadi kesimpulannya : Uang negara tersebut bersumber dari rakyat/masyarakat, dan harus digunakan untuk kepentingan RAKYAT JUGA.
2. Negara/pemerintah pengelola uang rakyat

”Anggaran adalah AMANAH Rakyat yang dititipkan kepada eksekutif untuk KESEJAHTERAAN Rakyat”

 

Training analisis ini dimulai dengan setiap kelompok membuat anggaran rumah tangga selama 1 tahun dengan perincian ayah, Ibu dan 4 orang anak. Dan hasilnya adalah sebagai berikut:

a. Pendapatan

•Pendapatan suami                        Rp. 800.000×12 = Rp. 9.600.000,-

•Hasil panen                                                               Rp. 4.000.000,-

•Hasil dagang kecil-kecilan                                    Rp.  1.400.000,-

Total Pendapatan                                                     Rp. 15.000.000,-

b. Pengeluaran Suami

•Rokok    suami    Rp. 6000X30 harixRp. 180.000,-       Rp. 2.160.000,-

•Minyak motor Rp. 6.000 x3 liter/mgg xRp. 18.000,-x52 minggu  Rp. 936.000,-

•Minum tuak suami Rp.3.000/harix365 hari        Rp. 1.092.000,-

Total pengeluaran suami                                               Rp. 4.188.000,-/thn

Kebutuhan Rumah tangga

Beras 1 kaleng Rp. 100.000,-x52 kaleng          Rp. 5.200.000,-

Kebutuhan dapur Rp. 600.000×12 bulan       Rp. 7.200.000,-

Dana sosial (pesta, CU, arisan)                            Rp. 1.000.000,-

Kesehatan                                                                    Rp.    400.000,-

Listrik Rp. 30.000×12 bulan                                                                   Rp.    360.000,-

Total pengeluaran istri                                                            Rp.14.160.000,-/thn

Anak I (laki-laki; SMA)

Baju seragam 4 pasang Rp. 75.000×4                         Rp.  300.000,-

Buku tulis                                                                                   Rp.    60.000,-

Spatu+tas                                                                               Rp.   150.000,-

Jajan        Rp. 2.000,-x250 hari                                    Rp.   500.000,         –

Transport  Rp.4.000×250 hari                                   Rp. 1.000.000,-

Total pengeluaran anak I SMA                                   Rp. 2.010.000,-

Anak II (Perempuan SMP)

Baju seragam 4 pasangxRp. 75.000,-                    Rp. 300.000,-

Buku                                                                                       Rp.  60.000,-

Sepatu+tas                                                                           Rp. 150.000,-

Jajan        Rp.1.000×250 hari                                     Rp. 250.000,-

Total Pengeluaran anak II  SMP                                 Rp. 760.000,-

Anak III (laki-laki SD)

Baju seragam 3 pasang Rp. 50.000,-x3                  Rp. 150.000,-

Tas+sepatu                                                                          Rp. 100.000,-

Jajan                                                                                      Rp. 250.000,-

Total pengeluaran anak III (SD)                                Rp. 500.000,-

Anak IV (Perempuan TK)

Baju seragam 2 pasang Rp. 75.000,-x2 pasang     Rp. 150.000,-

Tas+sepatu                                                                             Rp. 150.000,-

Uang sekolah Rp. 20.000,-x12 bulan                       Rp. 240.000,-

Total pengeluaran anak IV TK                                     Rp. 540.000,-

DLL                                                                                         Rp. 500.000,-

Pendapatan                                                                         Rp. 15.000.000,-

Pengeluaran                                                                       Rp. 22.658.000,-  –

Saldo                                                             minus          Rp. 7.658.000,-

Dari contoh soal di atas, pengeluaran lebih besar untuk biaya rokok suami dan biaya minum tuak. Jika minus dialami keluarga dalam rumah tangga,maka biaya-biaya yang tidak penting harus di kurangi dan kalau perlu dihapuskan. Demikian juga halnya dengan anggaran di daerah. Jika Daerah mengalami anggaran yang minus, maka Pemerintah seharusnya memilah-milah dana yang yang harus dikurangi namun tidak mengurangi kebutuhan rakyat.

Anggaran berperspektif Gender artinya anggaran itu harus lebih banyak memperhatikan kebutuhan Perempuan dan anak. Misalnya: usia Balita banyak yang meninggal karena kurang gizi dan yang memperhatikan itu adalah perempuan, pemerintah harus memperhatikan kebutuhan perempuan dan anak termasuk orangtua yang lansia. Pemberian makanan tambahan di POSYANDU, pendidikan untuk perempuan (berapa banyak perempuan tidak mengenyam pendidikan), berapa yang tidak punya ijasah. (BP)

Iklan
Explore posts in the same categories: Dari Kegiatan Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: