Ujian terhadap Toleransi dan Kemanusiaan

Apa yang terjadi terhadap para jemaat HKBP Ciketing, Bekasi beberapa waktu lalu, sungguh sebuah tragedi demokrasi. Mereka tidak mendapatkan hak sebagai warga negara yang bebas memeluk agama dan beribadah menurut kepercayaannya itu. Sejumlah kelompok agama melakukan pelarangan atas pendirian rumah ibadah HKBP di Ciketing yang kemudian berujung pada aksi kekerasan dan aniaya terhadap dua orang jemaat dan pemimpin jemaat HKBP Ciketing oleh kelompok tersebut.

Hal ini sungguh sangat memprihatinkan dan ironis bagi sebuah bangsa yang ‘katanya’ sangat menjunjung bhineka tunggal ika dan pluralisme. Di Medan, keprihatinan atas nasib dan perjuangan jemaat HKBP Ciketing Bekasi turut dirasakan Komunitas Peduli Pluralisme. Kelompok yang terdiri dari sejumlah LSM dan jemaat dari berbagai lembaga agama di Sumut ini memberikan dukungan dan semangat melalui aksi solidaritas di pelataran parkir Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (20/9) kemarin. Komunitas Peduli Pluralisme mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap satu kelompok agama. Karena tidak ada satu ajaran keagamaan yang membenarkan tindakan kekerasan terhadap sesama manusia.

Komunitas Peduli Pluralisme terdiri dari beberapa organisasi yaitu Aliansi Sumut Bersatu, GKPS, Layar, GKPI, Letare, Komunitas Membangun Damai, PESADA, HKI, KSPPM, JARAK Perempuan Sumut, HAPSARI, Bitra Indonesia, Jaringan Islam Kampus, ISCO Medan, Perkumpulan PEDULI, Rumah Kita, PESADA, Mahasiswa STT HKBP, SPUK Dairi dan Pakpak Bharat, CU Pesada Perempuan, Jarpuk Dairi dan Pakpak Bharat, KPI Cabang Dairi, WCC Parompa, GBKP, GKKPD, KIPPAS, Paguyuban Anti Diskriminasi.

Massa menyatakan sikap kembali kepada pedoman pemersatu bangsa yaitu Pancasila, menghormati ke-bhinekaan, tidak terprovokasi untuk merusak kerukunan umat beragama, tidak melakukan intimidasi, kekerasan, atau bentuk apapun yang merugikan pemeluk agama lain, mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan setiap masalah, menempuh jalur hukum atas penyimpangan yang dilakukan salah satu aliran kepercayaan, dan menjaga hubungan harmonis antar umat bergama dengan hati nurani serta pikiran yang sehat. Massa diterima oleh penjabat Bidang Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Drs H Ibnu Saud. Ia menerima dengan baik aksi damai yang digelar massa dari berbagai elemen masyarakat itu Dirinya berjanji untuk menyampaikan aspirasi para pengunjuk rasa kepada Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE. (DJ)

Explore posts in the same categories: Dari Kegiatan Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: