PEMANASAN GLOBAL MEMICU PERUBAHAN IKLIM /edisi 125 Januari 2011

Apa itu Pemanasan Global ?

Pemanasan global terjadi karena peningkatan karbon dioksida dan gas lainnya akibat ulah manusia selama 200 tahun terakhir yang disebut sebagai efek gas rumah kaca (GRK). Sumber utama “gas rumah kaca” ini adalah penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam, batu bara) dan pembakaran dan penebangan hutan. Rumah kaca adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya akibat yang ditimbulkan karena penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkontrol. Sebagian dari gas buang yang dikeluarkan berupa gas rumah kaca yang pada gilirannya mengakibatkan pemanasan global .Sejak itu istilah rumah kaca digunakan karena adanya peningkatan kadar karbondioksida di udara. Temperatur permukaan bumi rata-rata telah meningkat hingga 0.74 derajat C dalam 100 tahun terakhir. Bila konsentrasi GRK meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelum revolusi industri maka pemanasan global akan mencapai 2 hingga 4.5 derajat Celcius. Jika temperatur telah mencapai tingkat ini, maka dipastikan laju pemanasan global tidak bisa lagi dihentikan. Negara industri menjadi pihak yang paling bersalah karena industrinya, dan negara berkembang di daerah tropis karena penghancuran hutan yang menyumbang karbon ke atmosfir setara dengan sektor transportasi.

Persetujuan Internasional

Protokol Kyoto (Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change) adalah sebuah persetujuan sah di mana negara-negara industri yang tergabung dalam PBB akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun 1990. Emisi adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar. Tujuan dari protokol ini adalah untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca – karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC – yang dihitung sebagai rata-rataselama masa lima tahun antara 2008-12. Target nasional berkisar dari pengurangan 6% untuk Uni Eropa, 7% untuk AS, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia. Protokol ini dinegosiasikan di Kyoto pada Desember 1997, dibuka untuk penanda tanganan pada 16 Maret 1998 dan ditutup pada 15 Maret 1999. Persetujuan ini mulai berlaku pada 16 Februari 2005 setelah ratifikasi resmi yang dilakukan Rusia pada 18 November 2004. Indonesia meskipun tidak berkontribusi terhadap emisi rumah kaca, namun Indonesia diminta untuk menjaga kelestarian hutan sebagai paru-paru bumi, bukan malah mengalihkan fungsi hutan menjadi lahan perkebunan.

Dampak terhadap Jenis Penyakit & Bencana

Perubahan cuaca akibat pemanasan global dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas seperti infeksi saluran pernafasan bahkan dapat menimbulkan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma.

Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, , trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain. Pada situasi bencana, yang paling rentan diserang adalah perempuan dan anak terutama anak perempuan. Kita ambil contoh sederhana di lokasi yang terkena bencana. Dilokasi bencana, akses untuk mendapatkan air bersih sangat sulit, oleh sebab itu banyak perempuan menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih yang digunakan untuk konsumsi, mandi dan mencuci. Memungkin kan sekali ditengah perjalanan dalam mendapatkan air bersih tersebut para perempuan mengalami tindak kekerasan,baik itu diperkosa atau di curi untuk dijadikan objek eksploitasi. Dan bahkan di lokasi bencana, anak perempuan semakin dijauhkan dari akses pendidikan . Menurut jaringan lingkungan perempuan (WEN), lebih dari 10.000 perempuan meninggal setiap tahun dari bencana yang berhubungan dengan cuaca tropis seperti badai dan kekeringan. Perempuan tidak memiliki akses untuk mendapatkan pengobatan yang layak apabila bencana melanda.

Apa yang bisa kita lakukan?

Peran masyarakat untuk mengurangi pemanasan global ini sangat dibutuhkan. Kita dapat melakukan hal-hal kecil seperti menanam pohon dipekarangan rumah, mengurangi pemakaian barang-barang yang terbuat dari plastik, serta mengurangi bepergian dengan menggunakan sepeda motor atau mobil yang disiasati dengan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Selain itu kita juga diminta dapat bertindak bijak untuk bisa menggunakan sampah-sampah yang dapat terurai, seperti kotoran hewan, sayuran-sayuran busuk yang bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

 Akhir kata, persoalan perubahan iklim terlalu besar dan kompleks untuk diserahkan hanya kepada kalangan ilmuwan dan wakil-wakil pemerintah, persoalan berubahan iklim adalah persoalan dihadapan mata setiap orang di muka bumi yang mendesak untuk segera dijawab. Perubahan iklim harus dijawab oleh gerakan sosial disegala tempat. (EEP/dari berbagai sumber)

 

 

Explore posts in the same categories: Info Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: