Hak Azasi Manusia “Setiap orang berhak mempunyai keyakinan, Negara melindungi”

Dalam beberapa tahun ini, hampir setiap waktu kita membaca, mendengar, menonton bahkan mungkin mengalami sendiri berbagai bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia/HAM. Pembakaran gereja, tuntutan melarang keyakinan tertentu, membubarkan pertemuan para homoseksual, penyiksaan kelompok minoritas, dsb.

Mengapa disebut pelanggaran HAM?  Apakah sebenarnya HAM itu? Dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia no 39 tahun 1999 pasal 4 dinyatakan bahwa HAM adalah:

Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa,

hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama,

hak untuk tidak diperbudak,

hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum,

dan hak untuk tidak dituntut

atas dasar hukum yang berlaku surut

adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi

dalam keadaan apapun dan oleh siapapun.

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa siapapun berhak beragama dan berhak untuk tidak disiksa. Benar atau salah apa perihal keyakinan atau agama yang dianaut seseorang merupakan urusan yang menganut dengan Tuhan-nya. Semua orang berhak mempunyai keyakinan.

Banyak kasus pelanggaran HAM yang mungkin tidak tersorot media bahkan banyak juga hingga kini yang belum tersentuh hukum. Padahal pertimbangan utama dikeluarkannya Deklarasi Umum Hak-hak Azasi Manusia (DUHAM) pada 10 Desember 1948 oleh PBB di Palais de Chaillot, Paris adalah:

“Kepercayaan akan hak-hak dasar dari manusia,

akan martabat dan nilai seseorang manusia

dan akan hak-hak yang sama dari laki-laki maupun perempuan,

dan telah bertekad untuk menggalakkan kemajuan sosial

dan taraf hidup yang lebih baik

di dalam kemerdekaan yang lebih luas

“Hak-hak asasi manusia atau HAM perlu dilindungi oleh peraturan hukum

supaya orang tidak akan terpaksa memilih pemberontakan

sebagai usaha terakhir guna menentang kelaliman dan penindasan

Semua pasal di dalam DUHAM pada dasarnya mengingatkan semua Negara agar menghormati hak-hak dasar manusia, memperkenalkannya, melindunginya dan memenuhinya.  Negara kita adalah Negara hukum dan Undang-undang ada. Mari kita berjuang agar hukum dilaksanakan dengan baik dan adil, terutama kepada kelompok-kelompok minoritas, termasuk perempuan.(DL&EEP)

Iklan
Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: