Konsultasi/Pebruari 2011

Tanya :

Saya T ada di kota N. Saya mempunyai teman (sebut saja S) yang hamil diluar nikah. Selama berpacaran teman saya dan pacarnya kerapkali melakukan hubungan seksual yang mengakibatkan  dia hamil. Akan tetapi pacarnya tidak mau bertanggung jawab. Untuk menutupi aib, keluarganya memaksa teman saya menikah dengan seorang laki-laki yang sudah mempunyai istri dan beberapa orang anak. Dari hasil perkawinannya korban mendapatkan 3 orang anak.  Selama berumah tangga korban sering mendapat penganiayaan dari suami dan istri pertama suami. Akibatnya, korban lari dari rumah karena tidak sanggup menerima kekerasan yang dialaminya.  Korban juga meninggalkan ketiga anaknya dan sampai saat ini tidak diketahui dimana keberadaan korban.

Saat ini anak-anak korban terutama yang paling besar (7 thn, sebut saja A) sering mendapatkan kekerasan dari ayah, ibu tiri dan saudara-saudara tirinya.  A sering dimaki, dan dipaksa untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu dll. Kalau tidak mau maka si A akan mendapat pukulan dan makian. Masyarakat sekitar mengetahui kekerasan itu tapi tidak bisa melakukan apa-apa karena menganggap bukan urusan mereka. Masyarakat disana takut karena pelaku adalah orang yang sangat berpengaruh dilingkungan tersebut. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana caranya agar anak tersebut tidak lagi mendapatkan kekerasan ?

Jawab :

Yang perlu dilakukan untuk mencegah kekerasan yang dialami A agar tidak berkelanjutan adalah melaporkannya kepada Kepala Lingkungan setempat, Kepala Desa atau pun Ketua Adat.  Bila perlu mengikutsertakan beberapa orang masyarakat yang peduli terhadap anak untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Setelah ada kata mufakat baru diadakan pertemuan dengan pihak pelaku ( bapak, ibu tiri dan saudara-saudara tiri korban).  Pertemuan itu nantinya bertujuan untuk memberikan peringatan agar pelaku tidak lagi melakukan kekerasan terhadap anak tersebut. Bila pelaku tidak mau merespon dan tetap melakukan kekerasan kepada korban maka masyarakat bisa melaporkan perbuatan pelaku tersebut ke polisi. Perbuatan pelaku tersebut sudah melanggar hukum dan dapat dijerat dengan UU Perlindungan Anak dan UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Apabila saudari atau masyarakat takut melaporkannya ke polisi, saudari bisa meminta bantuan ke LSM atau lembaga yang peduli terhadap perempuan dan anak yang ada di daerah saudari.

 

Iklan
Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: