HARI PEREMPUAN SEDUNIA

Seabad sudah berlalu perjuangan yang dilakukan oleh seorang perempuan bernama Clara Zetkin di Jerman tepatnya pada tanggal 8 Maret 1911. Peristiwa tersebut  dilakukan untuk mendapatkan hak-hak perempuan buruh agar tidak dibeda-bedakan (diskriminasi) dengan laki-laki. Hal itu  merupakan awal dari peringatan hari perempuan sedunia.

Hari Perempuan Sedunia juga merupakan hari untuk menyatakan bahwa hak asasi perempuan adalah juga hak asasi manusia, seperti yang telah ditegaskan melalui salah satu perjanjian internasional. Contohnya CEDAW (Convention On The Elimination Of All Forms Of Discrimanation Against Women) yaitu konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskiriminasi terhadap perempuan. Konvensi tersebut memuat hak perempuan berdasarkan persamaan hak dengan laki-laki .

Dalam hal ini, perempuan sebagai manusia dan warga Negara  memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk berpartisipasi dalam menyuarakan aspirasi politiknya, berhak terhadap akses pendidikan, kesehatan dan kebutuhan perempuan lainnya  sebagai hak-hak yang azasi atau mendasar.

Akan tetapi perjuangan perempuan terdahulu belum memberikan hasil yang maksimal terhadap kesetaraan perempuan disegala bidang hingga kini. Perempuan masih dianggap kelompok nomor 2 yang kurang memiliki kemampuan.

Meskipun sekarang ini banyak perempuan yang bisa duduk di pemerintahan, namun mereka tidak bisa bersuara untuk memberikan pendapat untuk membela kepentingan perempuan. Bukannya perempuan mendapatkan hak , tetapi  perempuan bahkan mengalami kekerasan.

Berikut data mengenai kasus yang dialami perempuan dan keterwakilan perempuan di pemerintahan, seperti yang dikeluarkan oleh BPI:.

Jumlah Kasus yang Dialami Perempuan

No Peristiwa Jumlah
1. perempuan buruh migran tewas di negara tempatnya bekerja 12
2. perempuan buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) 1.600
3. perempuan menjadi komoditas seksual perdagangan orang (trafickking) 20
4. perempuan 15 tahun ke atas buta aksara. 5,3 juta

Keterwakilan perempuan

No Jabatan Jumlah
1. Menteri 4 dari 34 menteri
2. Gubernur 2 dari 33 propinsi
3. Bupati 5 dari 470 kabupaten kota
4. Hakim agung di MA 2
5. Hakim di MK 1

Dari data kasus yang dialami perempuan diatas sepertinya pemenuhan hak-hak  perempuan masih jauh dari harapan. Belum lagi keterwakilan perempuan di pemerintahan masih terbilang kecil.

Dalam hal ini, perempuan  butuh dukungan dari segala aspek untuk memastikan bahwa suara perempuan didengarkan dalam proses pengambilan keputusan. Kita harus menyadari bahwa pembangunan tidak hanya melulu soal ekonomi, sehingga masalah jender dikesampingkan. Oleh karena itu, Hari Perempuan Sedunia adalah hari untuk mengarahkan fokus dunia pada hal-hal yang menguntungkan dan membela perempuan. (EEP/berbagai sumber)

Saatnya perempuan untuk bergerak menunjukkan keberadaan, suara, dan visi untuk mendapatkan perubahan guna mendukung perempuan disegala apek kehidupan. Selamat Hari Perempuan. Merdeka.

Iklan
Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: