Statement

PERAYAAN HARI KARTINI  2011

THEMA : “TERIMA KASIH KARTINI”

NIAGARA  HOTEL PARAPAT, 16 APRIL 2011

Pada hari ini sebanyak 89 orang  (terdiri dari 84 orang perempuan dan 5 orang laki-laki)  dari berbagai unsur yaitu perempuan potensial, Koalisi Perempuan Indonesia, Anggota CU, Perempuan dampingan LSM, politisi perempuan, Kelompok dan organisasi Perempuan,  Organisasi/Gerakan Kemahasiswaan, Feminis Muda serta Pendukung penguatan perempuan (perseorangan dan lembaga) berkumpul merayakan hari Kartini dengan Thema “Terima kasih Kartini”. Thema ini diambil sebagai ungkapan terima kasih aktifis perempuan terhadap Kartini atas perjuangannya agar perempuan punya hak dan akses atas pendidikan, hak atas perkawinan yang monogamist dan hak perempuan atas kesehatan reproduksi.

Ironisnya, perayaan Hari Kartini dari tahun ke tahun hanya sebatas seremoni dan hanya dimaknai dengan perayaan lomba masak memasak dan lomba kebaya ala Kartini. Perayaan dengan model tersebut justru mengerdilkan dan mereduksi perjuangan Kartini yang jauh lebih luas, yakni memperjuangkan hak-hak perempuan atas kesetaraan dan keadilan. Bahkan Pemerintah yang selama ini menyatakan tanggal 21 April sebagai hari lahir Kartini patut dirayakan dan dibuat menjadi hari besar, justru turut melembagakan model-model perayaan yang jauh dari spirit perjuangan Kartini. Peran domestik perempuan lebih banyak ditonjolkan dalam perayaan-perayaan yang dibuat oleh lembaga-lembaga Pemerintah dan lembaga pendidikan.

Dengan latar belakang di atas, sudah saatnya kita mengembalikan spirit perjuangan Kartini kepada spirit yang sebenarnya. Karena perjuangan Kartini telah menginspirasi jutaan perempuan di Indonesia untuk berjuang bagi dirinya sendiri dan bagi kaumnya untuk bebas dari diskriminasi dan eksploitasi.

Untuk itu pada perayaan Hari Kartini kali ini kami menyatakan :

1.      Perjuangan Kartini adalah rintisan dan pembuka jalan bagi perempuan untuk maju dan lebih berani dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan

2.      Perempuan berhak menikmati haknya atas pendidikan mulai pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

3.      Perempuan berhak atas pelayanan dan perlindungan hak kesehatan reproduksi sehingga tidak bernasib sama seperti Kartini.

4.      Perempuan berhak atas pekerjaan di segala sektor dan adanya jaminan dari negara atas perlindungan yang maksimal.

5.      Perempuan berhak atas kepemimpinan di semua level dengan menduduki jabatan publik dan politik.

6.      Perempuan berhak untuk berorganisasi dan berserikat sebagai wadah untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan.

7.      Perempuan berhak atas budaya dan adat yang lebih ramah terhadap perempuan.

8.      Negara wajib memberikan perlindungan terhadap perempuan lewat berbagai UU dan kebijakan yang pro perempuan.

Mari kita jadikan spirit perjuangan Kartini sebagai roh yang menggerakkan kita untuk terus berjuang atas hak-hak perempuan untuk bebas dari diskriminasi dan ketidakadilan.   HIDUP PEREMPUAN.

Parapat, 16 April 2011

a.n. Peserta dan Penyelenggara

Sarma Hutajulu                                                    Dina Lumbantobing

JARAK Perempuan SUMUT                               PESADA

Iklan
Explore posts in the same categories: Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: