Kader PESADA…..Tetap Semangat!!!

Pada tanggal 27 sampai 28 Mei 2011 yang lalu, para kader PESADA berjumlah 95 orang, semua perempuan; menghadiri pelatihan penyegaran kader di PUSDIPRA. Mereka adalah kader yang telah mengikuti kegiatan penguatan perempuan PESADA, baik mengembangkan TBAA, maupun CU serta kegiatan partisipasi politik perempuan di wilayah Sumatera Utara. Sejak dari Secanggang, Deli Serdang, Pakkat Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, hingga ke Sibagindar di Pakpak Bharat dan Kolang di Tapanuli Tengah.

Ada yang terlibat sejak PESADA berdiri, seperti Ibu Darisma Sitompul dari Tinada; ada yang dari zaman KRISMON ketika PESADA terlibat membagikan beras murah. Ada pula yang baru beberapa bulan aktif. Semua mereka dengan aktif membicarakan apa itu kader, apa tugasnya, dan apa kriteria atau syarat minimum.

Di bawah ini adalah hasil-hasil diskusi mereka, sebagai berikut:

KADER PESADA adalah : Perempuan yang dipilih dan dilatih oleh PESADA dan jaringannya, yang secara sukarela  memberikan waktu, tenaga, pendapat, dan buah pikiran demi pengembangan kelompok perempuan & perempuan umumnya, di lingkungannya dan di lingkup wilayah kerja/jaringan PESADA.

NO Tugas Kader PESADA Syarat/Kriteria kader
Mempromosikan CU sebagai organisasi perempuan bidang ekonomi dan politik. Perempuan
Mempromosikan CU sebagai organisasi perempuan bidang ekonomi dan politik. Paham misi dan visi PESADA
Mengembangkan CU Aktif di kegiatan PESADA
Membantu SL untuk tugas-tugas CU dan gerakan perempuan Paham dan sadar gender
Memotivasi perempuan agar sadar hak-hak perempuan, setara dengan laki-laki. Paham CU
Saluran penyampaian aspirasi dan masukan dari seluruh pihak di lapangan. Paham bentuk-bentuk KTP (KDRT/KBG
Mewakili kelompok perempuan PESADA di lapangan.  
Menjadi fokal point dan bantuan pertama (bersama kelompok/CU) untuk kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan (KTP/KDRT/KBG)  
Menyebarluaskan kegiatan dan jaringan penguatan perempuan yang dilaksanakan PESADA (WCC Sinceritas, SPUK, JARPUK, dll.)  

Tugas kader memang tidak mudah, tetapi semangat yang dimiliki dan berbagai pendidikan yang pernah mereka peroleh telah membuat para kader bersemangat. Semangat ini semakin dikuatkan dengan malam solidaritas yang penuh kegembiraan dan persaudarian.

Diskusi ini juga merekomendasikan agar segera dilakukan penyusunan kode etik kader. Diminta agar setiap kader mendiskusikan usulan kode etik di kelompok CU masing-masing.

Semoga diskusi yang seru dalam pelatihan betul-betul dapat dilaksanakan di lapangan, bahkan dapat menjangkau para kader baru di seluruh wilayah. Horas..Njuahjuah, mejuah juah… (DL).

Iklan
Explore posts in the same categories: Seputar Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: