Konsultasi Mei 2011

Tanya :

Saya (S di Medan) korban penganiayaan dari tiga saudara suami (kakak & adik). Sejak awal kami bisa membangun rumah sendiri, ibu mertua beserta ketiga saudara suami seperti tidak senang dan sering megejek, mempermalukan dan menghina saya didepan tetangga saya. Tetapi saya berusaha sabar dan diam atas tindakan mereka.

Dua minggu yang lalu ketiga adik suami datang kerumah saya dengan marah-marah dan menuduh saya telah menghina dan menjelek-jelekan ibu mertua saya. Saya bersikeras mengatakan tidak pernah melakukan hal tersebut. Belum habis saya bicara, ketiga saudara suami menarik, menyeret sambil menjambak rambut saya keluar rumah. Waktu kejadian itu suami saya hanya diam saja dan tidak mau menolong saya. Pada waktu itu hampir semua tetangga dari yang kecil sampai yang dewasa melihat saya diseret tapi tidak satupun dari mereka yang berani menolong saya. Memang saat itu ada yang mau menolong tapi suami saya berkata: “jangan ikut campur karena ini masalah keluarga”. Kasus ini akhirnya saya laporkan kepolisi.

Awalnya saya kesulitan mencari saksi karena tidak satupun tetangga yang mau menjadi saksi karena takut. Namun  ada orang luar kampung yang melihat kejadian dan mau menjadi saksi karena kasihan melihat saya. Tapi ketika di polisi, ketiga saudara suami menakut-nakuti saksi dan mengatakan saksi itu palsu.

Saat ini saya telah kembali kerumah orang tua saya dan suami tidak lagi mau memperdulikan saya dan anak-anak. Yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan agar kasus saya ini dapat diproses dan mereka dapat dihukum ?

 Jawab :

Ibu S di Medan, kami sangat prihatin atas apa yang telah ibu alami. Ibu harus kuat, berjuang dan bisa melawan kekerasan yang ibu alami. Di dalam hukum , ketiga pelaku yang telah melakukan pengeroyokan terhadap ibu sudah melanggar hukum dan akan dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Hal yang paling sulit dalam membuat laporan adalah susahnya menghadirkan saksi, karena kenyataannya mereka tidak mau dijadikan saksi dengan alasan takut. Namun kalau memang ada saksi yang melihat kejadian tersebut baiknya ibu sebutkan saja nama dan alamat yang lengkap kepada Juper, karena Juper yang akan memanggil mereka. Biasanya bila saksi dua kali tidak mau dipanggil pihak kepolisian, maka polisi akan mengeluarkan surat perintah untuk membawa paksa saksi.

Selain itu untuk memberikan pelajaran kepada suami dan keluarganya, Ibu juga dapat melaporkan suami ke polisi dengan tuduhan melakukan penelantaran dalam rumah tangga. Suami dapat dijerat dengan tuduhan melakukan penelantaran pasal 49 tentang UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara ditambah denda 15 juta rupiah. (IZ)

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: