Catatan Awal Tahun Kesetaraan Perempuan dan laki-laki Internasional & Nasional

Tahun 2011 sudah berlalu. Berbagai peristiwa kita dengar dan tonton dari TV, baca dari Koran atau kita dengar dalam pembicaraan. Seperti apakah kepemimpinan perempuan yang menjadi salah satu gambaran kesetaraan perempuan dan laki-laki?

Situasi di dunia Internasional.

Perempuan cukup bangga dengan perolehan Nobel Perdamaian yang dimenangkan oleh 3 perempuan yang berasal dari wilayah Arab, yaitu Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan aktivis perempuan dari Negara yang sama, Leymah Gbowee; dan Tawakul Karman dari Yaman. Ini menarik, bukan hanya karena banyaknya perempuan penerima dalam satu tahun, tapi karena berasal dari wilayah Arab. Wilayah ini benar-benar bergolak, yang dimulai dari Tunisia, Libia, ke Mesir sampai ke Negara yang saat ini masih sedang berjuang menuju demokrasi, yaitu Siria.

Di Amerika Latin, untuk pertama kali perempuan menjadi presiden di Argentina, yaitu Cristina Fernandez. Demikian juga Dilma Rousseff yang menjadi Presiden Brazilia, dan  Laura Chinchilla di Kosta Rica.  Bahkan pada awal 2012, Wakil Presiden di Guatemala yang baru dikukuhkan adalah perempuan, bernama Otto Perez Molina.

Dilma Rousseff , Presiden Brazilia

Dilma Rousseff , Presiden Brazilia

Di bidang bisnis/usaha, perempuan juga semakin banyak menduduki jabatan penting, seperti Direktur IMF atau Lembaga Keuangan Internasional yang dipegang oleh Christine Lagarde. Demikian pula dengan berbagai posisi lainnya di Asia, terutama di Cina dan India.  Sri Mulyani Indrawati yang bekas menteri keuangan dan saat ini menjabat posisi sebagai Managing Director IMF, dinobatkan oleh majalah terkemuka di dunia (Forbes), sebagai perempuan urutan ke 65 paling berkuasa di dunia.

Christine Lagarde, Direktur IMF

Christine Lagarde, Direktur IMF

Di bidang pertahanan dan keamanan, Australia dan Inggris serta Mexiko juga mencatat kemajuan di dalam kesetaraan gender, karena lebih terbuka untuk perempuan di garis depan maupun untuk memimpin di medan perang. Bahkan di Afganistan, militer perempuan telah mulai ikut pelatihan untuk menjadi pilot helicopter.

Perempuan di Indonesia

Posisi perempuan di kepemimpinan ternyata masih memprihatinkan. Prosentase perempuan di parlemen ternyata masih jauh dari prosentase minimum. Yaitu 18%, dari seharusnya minimal 30%. Bukan hanya karena perempuan tidak dipilih atau faktor-faktor lainnya, tetapi dari seluruh partai peserta PEMILU, masih ada 6 parpol yang sama sekali tidak mampu menominasikan 30% perempuan. Selain di parlemen, jumlah perempuan di kepemimpinan publik di Indonesia masih rendah, seperti dapat dilihat di table di bawah ini:

Tabel prosentase perempuan di kepemimpinan 2011

Lembaga

Prosentase

Catatan

DPD

26,5%

 

Gubernur & wakil

3%

Data 2009

Bupati/walikota

2,27%,

 

Menteri

10,81%

 

KPU

43%

 

Badan Pengawas Pemilu

60%

 

Pimpinan MA ,KPK, Mahkamah Konstitusi,  Komisi Yudisial

0%

 

PATI Kepolisian

4,59%

2010

ABRI:

0%,

 

PAMEN ABRI

14%

 

 

Salah satu anggota DPD, dari SUMUT, Prof. Darmayanti Lubis

Salah satu anggota DPD, dari SUMUT, Prof. Darmayanti Lubis


 

 

Posisi Perekembangan Perempuan Indonesia di mata dunia

Sebuah laporan tahunan tingkat internasional selalu membuat ranking sejauh mana sebuah Negara memajukan manusia dan secara khusus perempuan. Laporan ini disebut Human Development Report atau Indeks Pembangunan Manusia. Disingkat IPM. Sementara untuk mengukur kesenjangan jender, disebut IKJ. Untuk IKJ, Indonesia berada di posisi ke 100 dari 146 negara.

Adapun indikator IKJ kesehatan reproduksi perempuan, pemberdayaan perempuan dan kegiatan ekonomi perempuan yang dilihat dari partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja. Di terbitan bulan depan, kita akan membicarakan mengenai data indikator tersebut.Yang dapat kita katakan dalam memasuki tahun 2012 ini adalah, tugas masih banyak. Perkembangan perempuan masih minimum, di Indonesia dan di seluruh dunia. Mari bersama kita melakukan berbagai upaya untuk kesetaraan gender, atau kesetaraan perempuan dan laki-laki.

(Ò dari berbagai sumber, a.l. Kompas, Femina, The Jakarta Post)

Iklan
Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: