Konsultasi

Dukun Memperkosa Pasiennya.

Pemerkosaan adalah sebuah tindakan kekerasan dalam bentuk kekerasan seksual dimana korban dipaksa untuk memenuhi hasrat (seksual) pemerkosa.

Pada saat ini banyak sekali terjadi kasus pemerkosaan terutama di kalangan remaja dan bahkan anak-anak. Kebanyakan pelaku pemerkosaan adalah anggota keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban, tetangga, hingga orang tak dikenal (OTK). Pemerkosa umumnya mencari tempat-tempat yang sepi yang dianggap aman dan tidak diketahui oleh orang lain.

Dalam melakukan aksinya pelaku seringnya berdalih dengan berbagai alasan, mulai dari memperkosa karena seringnya menonton video porno, tidak tahan melihat tubuh korban dan tidak adanya tempat penyaluran hasrat seksual yang dianggap tepat dan sesuai.

Pengalaman buruk akibat diperkosa ini sering membuat para korban mengalami berbagai trauma psikis yang seringnya mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan dengan orang lain. Para korban cenderung  menghindari orang-orang yang memiliki ciri fisik yang sama dengan pelaku pemerkosaan, tempat kejadian hingga orang-orang yang berhubungan dengan pelaku.

Salah satu pengalaman seperti yang dituturkan oleh R, seorang remaja yang juga menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya. Korban pada awalnya datang kepada pelaku untuk mendapatkan pengobatan dari pelaku yang berprofesi sebagai seorang dukun yang mengaku bisa menyembuhkan penyakit korban. Mendengar janji tersebut, kedua orangtua serta korban pun menyatakan akan menyanggupi setiap persyaratan yang diajukan oleh pelaku.

Proses pengobatan pun dimulai dan berjalan hingga minggu ke tiga. Memasuki minggu ke empat, pelaku meminta kedua orangtua korban untuk menyiapkan kembang tujuh rupa yang akan dipakai untuk memandikan korban. Setelah persiapan ritual dipenuhi, pelaku mengajak korban untuk pergi ke sebuah daerah perladangan dan disana korban diminta untuk melepaskan pakaiannya dan berbaring di tepi parit untuk dimandikan, dengan alasan agar semua sisa penyakitnya bisa sembuh. Korban yang ingin sembuh menyanggupi permintaan pelaku . Tetapi yang terjadi adalah pelaku memperkosa korban. Setelah memperkosa, ritual dilanjutkan dengan menaburkan bunga di tubuh korban. (Sumber : Posmetro Medan, 13 Desember 2011)

Pandangan Sinceritas:

Modus perkosaan oleh orang yang dianggap Dukun sudah sangat sering terjadi. Kebanyakan Dukun yang dipercayai memang laki-laki. Kepercayaan orangtua dan korban R terhadap pengobatan tradisional (dukun) dalam menyembuhkan berbagai jenis penyakit masih banyak dianut oleh masyarakat tradisional yang kurang mempercayai pengobatan medis. Alasan lain mungkin adalah karena mahalnya biaya kesehatan, yang membuat masih banyak masyarakat yang memilih untuk berobat ke dukun dan mempercayai bahwa kemampuan dukun lebih ampuh bila dibandingkan dengan dunia kedokteran.

Walaupun persyaratan yang diajukan kurang masuk akal, tetapi jaminan  kesembuhan dan jawaban atas semua permasalahan hidup (mis:  perjodohan, karir, kepemilikan harta benda, dll), membuat masyarakat memilih untuk mengabaikan menggunakan akal sehatnya. Bahkan konon pelanggan terbanyak Dukun yang mampu mengobati atau  mencari jodoh serta barang-barang yang hilang, adalah perempuan.

Memang tidak ada seorangpun perempuan menginginkan mengalami pengalaman buruk seperti di atas. Kejadian buruk seperti yang dialami R ini dapat kita hindari dengan berbagai cara, yaitu

  1. Jangan terlalu mudah percaya pada pengobatan dukun yang meminta berbagai syarat yang tidak masuk akal, seperti ke tempat sepi, gelap dan membuka seluruh baju.
  2. Hindari pergi berdua ke tempat yang sepi dengan orang yang tidak dikenal dan minta anggota keluarga (orang tua atau sesama perempuan) untuk mendampingi.
  3. Laporkan kepada orang terdekat ketika melihat/menyadari ada perilaku yang mencurigakan. Gunakan HP untuk memotret, merekam atau member tanda ketika ada yang dicurigai.
  4. Jangan pernah takut melaporkan pelecehan seksual atau perkosaan. Perempuan adalah korban, bukan pelaku; jadi beranikan diri dan minta seseorang untuk menemani melapor bila perlu.

(IH/Ò)

Hotline Sinceritas PESADA

 

Bila Anda Mendengar, Melihat, Mengetahui & Mengalami Serta Membutuhkan Pertolongan Dari Segala Bentuk Kekerasan Yang Dialami Perempuan Dan Anak Perempuan,

 

Hubungi kami :

Sinceritas PESADA Medan (Wilayah Medan dan sekitarnya)

HP 0812 65 1474 99

Sinceritas PESADA Sidikalang (Wilayah Sidikalang dan sekitarnya)

HP 0812 60 2609 10

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: