Konsultasi :


Keluarga saya, seorang ibu berinitial YG, berumur 53 tahun, dikabarkan meninggal dunia di sebuah Rumah Sakit di  Medan bulan November lalu . Tetapi saya tidak percaya. Saya  melihat kejanggalan atas kematian ibu tersebut. Ini karena  pada saat jenazah sampai dirumahnya, suami almarhum melarang keluarga untuk mengganti pakaian almarhum, dan menyebut bahwa almarhum meninggal karena sakit.

Sementara itu sebuah artikel di koran lokal menyebutkan bahwa almarhum meninggal karena bunuh diri dengan mempergunakan pisau buah. Hal ini membuat saya meminta suami almarhum membawa jenazah ke Rumah Sakit untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab meninggalnya Yesmelina Br. Girsang, namun ybs.  tidak mengizinkan

Akhirnya saya  menjumpai Polisi untuk meminta bantuan membawa jenazahke Puskesmas. Di Puskesmas tersebut  dilakukanlah pemeriksaan terhadap jenazah YG oleh seorang Dokter  bersama-sama dengan perawat dan Bidan. Hasil pemeriksaan menemukan  adanya 5 (lima) bekas luka koyak dan telah dijahit di bagian perut, di bagian leher ada bekas membiru, pada bagian pipi dibawah kelopak mata kanan membiru, dan pada lengan tangan kiri membiru.

Saya menjadi curiga, karena selama ini tangan kanan YG tidak berdaya dan untuk mengangkat benda-benda saja tidak mampu, sedangkan tangan sebelah kirinya pada saat diopname , sedang diinfus. Jadi tidak mungkin mampu menikam bagian perutnya sebanyak 5 (lima) kali. Selain itu, sejak almarhum sakit dan dirawat di RS, semua keluarga tidak ada yang mengetahui, karena suami ybs. tidak  memberikan kabar. Kami sendiri dari pihak keluarga meyakini bahwa YG tidak ada memiliki riwayat penyakit. Bahkan sekitar 10 hari sebelum hari kematiannya,  YG masih membantu keluarga  yang sedang mengadakan pesta. Yang kami tahu, hanya masalah tangan kanan YG yang tidak mampu untuk digerakkan. Visum RS sendiri juga mempunyai hasil yang berbeda. YG dinyatakan meninggal akibat pendarahan yang banyak karena 6 (enam) luka tusuk di perut akibat trauma benda tajam. Namun hasil visum tersebut adalah hasil visum luar saja dan tidak dilakukan otopsi forensik. Keluarga tidak mengizinkan otopsi tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, saya curiga terhadap suami almarhum karena ybs. selama ini sangat sering berselingkuh dengan perempuan lain. Permasalahan perselingkuhan dengan perempuan tersebut masih ditangani oleh Polsek setempat, karena perempuan tersebut yang telah dinikahinya di kota lain beberapa waktu yang lalu,  meminta pertanggung-jawaban daripada suami almarhum. Saya ingin keadilan dan kebenaran atas kematian keluarga saya ini. Apa yang dapat saya lakukan?

 Jawab:

Kami sangat menghargai kejelian Ibu dalam melihat kasus ini. Kelihatannya kasus ini memang layak dicurigai dan harus ditindaklanjuti dengan cepat. Otopsi forensik atau pemeriksaan mayat untuk kepentingan ini dapat didesak untuk dilakukan oleh polisi melalui upaya penggalian kuburan (istilahnya: exhumation). Dalam hal ini, izin keluarga tidak diperlukan, apalagi bila melihat latar belakang suami almarhum yang sering selingkuh, bahkan masih sedang diadukan oleh perempuan yang mengaku sebagai isterinya.

Penolakan suami maupun anggota keluarga didalam rumah yang merupakan garis ayah atau anak-anaknya harus ditolak. Adalah kewajiban Polisi untuk meminta Ahli Forensik, dan ini diatur oleh Undang-Undang. Biaya forensik pada dasarnya ditanggung oleh Negara.

Bila Ibu agak ragu apakah didengar atau khawatir karena berbagai hal, Ibu dapat menghubungi kami di PESADA, atau Kuasa Hukum yang Ibu minta untuk mewakili Ibu. Diharapkan otopsi ini dapat mengungkap sebab-sebab kematian almarhum. Keterangan Dokter Ahli Forensik bisa merupakan alat bukti untuk mengungkap fakta dan bukti untuk penegakan hukum dan keadilan.(Ò)

 

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: