Konsultasi

Tanya :

Saya seorang Ibu rumah tangga, juga seorang pengusaha yang cukup aktif. Sepanjang usia perkawinan saya, saya mengalami KDRT. Saat ini saya sedang mengurus perceraian dengan suami saya. Dalam pengurusan perceraian ini, saya dibantu oleh seorang pengacara.

Pada saat proses perceraian terjadi di Pengadilan, saya baru tahu, bahwa pengacara saya telah membuat akte pernikahan palsu. Ini menurut saya, karena saat hendak membuat gugatan perceraian di Pengadilan Negeri, akte pernikahan dipegang oleh suami. Sehingga saya meminta Pengacara mengurus akte dan menyerahkan semua urusan kepadanya. Tetapi kemudian, suami mengancam saya dan menyatakan bahwa saya telah menggunakan Akte palsu, yang menurutnya dilakukan oleh pengacara saya. Saat ini saya bingung dan panik, tidak tahu siapa yang bisa  saya percaya. Juga segan bertanya kepada Pengacara, khawatir dia marah, menuduh saya tidak mempercayainya. Dan saya langsung percaya saja dengan pengacara saya dan ketika pengacara mengatakan akan ‘mengurus semuanya saya hanya bisa pasrah’. Saya mohon nasehat, apa yang bisa saya lakukan? Saya khawatir ancaman suami betul, sementara saya juga tidak ingin ada masalah dengan Pengacara saya.

Jawab :

Kami bisa mengerti  kekhawatiran dan kebingungan Ibu. Dalam banyak kasus seperti ini, banyak perempuan memang tidak memahami bagaimana sebenarnya hubungan dengan Pengacara. Hal-hal apa yang harus diketahui sebelum menanda-tangani, prinsip-prinsip yang harus disepakati bersama, dan sebagainya. Ada juga perempuan yang tidak mau tahu, menyerahkan semuanya ke tangan Pengacara. Yang penting bayar. Bisa karena tidak mau repot, terlalu lelah memikirkannya, dsb.

Biasanya jika kita sudah memberikan kuasa hukum kepada seorang pengacara, maka apapun tindakan yang diambil oleh pengacara tersebut harus diberitahukan kepada Ibu. Meskipun demikian, apapun yang terjadi saat ini; kami harap tidak membuat Ibu menjadi putus harapan atas kasus ini.

Pada dasarnya setiap pasangan harus mencatatkan diri ke Catatan Sipil, agar perkawinan dicatat oleh Negara. Akte sipil ini menjadi dokumen sah yang menyatakan bahwa Ibu sudah menikah. Ada dua copy yang diberikan oleh Kantor Catatan sipil, satu copy untuk suami, dan satu untuk isteri.

Sering sekali perempuan tidak memahami ini, atau menyerahkan semua dokumen ke suami. Dalam hal ini Kami ingatkan kesemua pembaca, agar selalu menyimpan copy dari setiap dokumen, bahkan kalau bisa, dokumen asli di scan dan disimpan di computer. Semua dokumen, termasuk harta.

Nah, dalam hal akte sipil yang ibu tanyakan, setiap kantor Catatan Sipil pasti punya catatan atas semua akte yang dia keluarkan. Oleh karena itu, biasanya perempuan bisa meminta salinan Akte tersebut ke Kantor di atas. Apabila ini sulit, laporkan saja ke Polisi bahwa Ibu kehilangan akte. Surat pernyataan hilang akan dibuat oleh Polisi, dan ini bisa menjadi pegangan Ibu untuk meminta copy dokumen dari Kantor Catatan Sipil.

Sehubungan dengan tuduhan Suami dan kecurigaan Ibu akan kemungkinan Akte palsu; saran kami, jangan panik. Suami biasanya akan melakukan apapun untuk membuat isteri yang menggugat cerai panik, sedih, bingung dsb. Belum tentu akte tersebut palsu. Selain itu, Ibu berhak untuk bertanya kepada pengacara apakah Akte tersebut adalah copy yang lama, ataukah dibuat baru. Apakah itu disebut palsu atau tidak. Sebagai seorang Pengacara, mestinya hal tersebut tidak dilakukan, terlalu beresiko. Paling tidak, Ibu minta saja copy dari Akte tersebut dan minta pandangan dari seseorang yang mengerti hukum untuk mengeceknya. Bisa juga dengan meminta orang yang Ibu percaya untuk mengecek ke Kantor Catatan Sipil tempat di mana Akte ibu yang asli dikeluarkan. Mudah-mudahan akte itu adalah salinan dari yang lama. Bila ternyata palsu, memang urusan bisa panjang, tetapi tidak otomatis berarti gugatan cerai Ibu akan batal atau gagal. Ada banyak bukti yang lain yang bisa Ibu ajukan, seperti surat dari Gereja, saksi pada saat pesta kawin, dll. Sementara urusan tuduhan pemalsuan dapat dihadapi kemudian.

Ibu jangan khawatir. Yang mana Ibu prioritaskan, itu dulu yang dipikirkan; dan tetap optimis. Kami harap masalah ini bisa selesai dengan tuntas. Bila Ibu membutuhkan bantuan kami, silahkan menghubungi nomor kantor atau hotline di bawah ini. Semoga berhasil dan belajar dari proses kasus ini. (LL/DL)

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: