Delapan tahun Undang-Undang PKDRT Dari KORBAN menjadi PENYINTAS

Tahun lalu, Suara Perempuan edisi No.133 mengeluarkan Thema yang sama, yaitu 7 tahun UU PKDRT (Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga). UU ini dikeluarkan tanggal 22 September 2004, setelah melalui diskusi dan bahkan perdebatan panjang. Waktu itu banyak orang berpikir, bahwa masalah rumah tangga adalah masalah pribadi, privat; yang tidak pantas dicampuri orang lain. Hingga akhirnya orang mulai sadar bahwa di dalam rumah tangga banyak terjadi masalah yang membuat perempuan, anak-anak menjadi korban.

Data WCC Sinceritas melonjak.

Sejak UU ini dikeluarkan, PESADA secara lebih serius menangani korban-korban KDRT dan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP).  Setiap tahun, WCC atau Rumah Aman untuk Perempuan Sinceritas, menangani sekitar 80 ke 90 kasus Kekerasan terhadap Perempuan (KTP). Kasus terbesar biasanya adalah KDRT, selalu di atas 50% atau lebih dari setengah.

Akhir tahun 2011, Sinceritas mencatat persis 100 kasus yang ditangani, dan meramalkan bahwa di tahun 2012, akan ada kasus di sekitar angka itu. Ternyata hanya dalam hitungan 6 bulan, data per akhir Juni 2012 menunjukkan peningkatan kasus yang ditangani, yaitu: 94 kasus yang berasal dari sekitar Propinsi SUMUT.  Dari seluruh kasus, KDRT berjumlah 50 kasus (53%) dan lainnya adalah berlangsung di luar lingkup KDRT. Berdasarkan  jenis kasus, terbanyak adalah kekerasan fisik, menyusul psikis dan seksual sebagaimana dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Data Koran Lokal juga meningkat.

Bila dilihat dari data yang dimuat di dua koran lokal SUMUT, KDRT seakan tidak terlalu menonjol; yaitu 16%. Kemungkinan besar karena para korban cenderung langsung melapor ke lembaga penanganan kasus KTP atau langsung ke Polisi. Tetapi terlihat bahwa jumlah kasus KTP termasuk anak perempuan cukup tinggi dalam 6 bulan ini, yaitu 287 kasus. Sementara itu jenis KTP tertinggi adalah Seksual yang mencapai 135 kasus (47%) disusul oleh kekerasan Psikis sebanyak 127 kasus (44%), sementara lainnya adalah Psikis, penculikan dan trafficking.

Jangan berdiam diri!!!

Penghapusan KDRT tidak cukup hanya dengan mengetahui adanya UU. Tapi bagaimana agar kita peka terhadap masalah KDRT dan terlibat dalam membantu para korban, menjadi sangat penting. Pemukulan, penghinaan, makian, segala bentuk pembatasan maupun pemaksaan yang melanggar hak-hak azasi manusia, perempuan, anak; adalah kejahatan. Perbuatan kriminal yang merugikan seluruh manusia. Maka dia harus dihentikan, dan pelaku diperingatkan, dihukum dan dididik.

Banyak dari korban berdiam diri, memilih untuk pasrah, dan menerimanya sebagai nasib ataupun kodrat. Pesan kami, para korban hendaknya juga membangun kesadaran penuh untuk berani melapor, menghentikan dan tidak berdiam diri. Diam tidak akan melindungi diri maupun anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Seperti pesan yang disampaikan dalam gambar di bawah ini:

Artinya: BERDIAM DIRI TIDAK AKAN MELINDUNGIMU

Setiap korban KDRT maupun berbagai bentuk KTP, akan melalui proses pemulihan hingga akhirnya mampu melewati masa-masa yang menyakitkan, membuat tidak percaya diri, dsb; dan menjadi penyintas. Mereka bangkit dari seseorang yang tadinya korban, menjadi penyintas; atau orang yang bertahan dan mampu melewati dan menghentikan kekerasan yang dialaminya. Bahkan beberapa menjadi motivator atau organizer yang mendidik orang lain, terutama para korban untuk bangkit keluar dan melawan segala bentuk kekerasan.

Seperti yang ditampilkan oleh gambar di bawah ini:

DARI KORBAN (Victim)  MENJADI PENYINTAS (Survivor)

Sementara bagi para penyintas, hendaknya tetap tegak percaya diri. KDRT bukanlah kesalahanmu. Tidak perlu menyesali diri, malu, atau bersembunyi. Seperti yang disampaikan oleh para kelompok penyintas di bawah ini:

Pesan dari kelompok penyintas (ex korban KTP) yang berarti:

AKU ADALAH PENYINTAS. TIDAK ADA SESAL, TIDAK MALU, TIDAK TINGGAL DIAM.

Sudah delapan tahun UU PKDRT, sudah beratus tahun KDRT dan berbagai bentuk KTP berlangsung. Mari semua perempuan bangkit melawan semua bentuk KDRT dan KTP. Salam solidaritas… (DL – symbol KDRT dari berbagai sumber)

Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: