Konsultasi

Tanya:

Beberapa waktu lalu, saya membaca artikel di koran lokal tentang lahirnya bayi yang memiliki dua alat kelamin, di Kabupaten Deli Serdang. Apakah ini mungkin? Saya bayangkan, kalau mempunyai anak seperti itu, aku akan bingung apakah dia kusebut laki-laki atau perempuan. Siapakah yang memutuskan jenis kelamin bayi ini sebenarnya? Apakah bersandar kepada pendapat Dokter? Dan bagaimana pula kelak nasib bayi ini setelah dewasa? Atau dioperasi saja langsung sesuai keinginan orang tuanya? Mohon bantuan untuk menjelaskan hal ini, terimakasih banyak sebelumnya.

Jawab:

Memang ada beberapa kasus seperti itu, dan ini dalam istilah di analisis gender, disebut intersex. Terkadang orang menyebutnya ‘ambiguous genitalia’ atau ‘alat kelamin meragukan’. Istilah intersex adalah sebutan lain dari hermafrodit, seperti yang kita kenal dalam pelajaran Biologi. Situasi intersex adalah keadaan di mana tidak terdapat perbedaan antara organ genital (kelamin) eksternal dan internal, yaitu antara testis dan ovarioum.

Dalam kasus yang Ibu sebut diatas, biasanya orang cenderung melihat mana yang dominan. Ketika terlihat ada daging yang menonjol, dianggap menyerupai penis, disebut laki-laki; sementara bila ada lobang yang menyerupai liang vagina, disebut perempuan.

Masalahnya adalah, ketika bayi semakin besar, bentuk jenis kelamin mulai berubah; sementara anak juga berkembang dan sifat-sifatnya bisa saja seperti anak perempuan atau seperti anak laki-laki, atau bahkan aneh menurut masyarakat. Karena tidak mewakili sifat-sifat jenis kedua kelamin di atas, sehingga orang menyebutnya dengan segala macam julukan (orang Batak misalnya menyebutnya:’si dua jambar’).  Ada pula menyebutnya, banci, bencong

Yang paling menyedihkan sebenarnya adalah ketika anak menjadi sedih dan bingung, tidak percaya diri, diasingkan, atau merasa memiliki identitas yang tidak dia inginkan, dsb. Padahal dia tidak menghendaki dirinya demikian.

Contoh kasus yang sama pernah terjadi di Inggris, di mana selama 40 tahun seorang laki-laki merasa frustasi karena dia tidak merasa seperti laki-laki. Dia tidak pernah merasa nyaman dengan tubuhnya, dengan identitasnya maupun dengan nilai-nilai yang mengharuskan dia bersikap dan berpenampilan sebagai laki-laki. Hingga akhirnya orangtuanya mengakui, bahwa dia lahir berkelamin ganda, dan waktu kecil diputuskan untuk operasi dan menjadikan dia laki-laki. Meski sempat menikah, akhirnya laki-laki tersebut memutuskan untuk merubah identitasnya menjadi perempuan. Dia berani membuka diri dan menyampaikan kegelisahannya secara terbuka, dan siap untuk kembali operasi agar menjadi perempuan, bila dibutuhkan. Inilah kalimatnya: “Saya merasa lebih bahagia sekarang. Saya lebih sehat dan tak ingin melihat ke belakang dan mengingatnya”. Kasus ini adalah salah satu kasus yang disebut “Syndrom 46, xx intersex”, yang terjadi pada orang yang memiliki dua kromosom X, di mana salah satunya mengandung unsure kromosom Y. Untuk lebih memahami ini, Ibu bisa baca atau tanya ke anak atau tetangga yang mempunyai buku Biologi; atau mengingat kembali pelajaran di masa Sekolah menengah.

Oleh karena itu menurut pendapat kami, lebih baik si anak ditunggu sampai bisa memutuskan apakah dia memilih untuk menjadi laki-laki, perempuan; atau bahkan si anak setelah dewasa dapat saja memutuskan dia akan tetap menjadi intersex. Keputusan mengenai hal ini hendaknya tidak di bawah tekanan, intimidasi, apalagi didasarkan keinginan orangtua atau masyarakat agar menjadi jenis kelamin tertentu. Keputusan ini harus diikuti dengan konsultasi secara medis, biologis; dan konseling untuk mengatasi berbagai kemungkinan yang diakibatkan keraguan jenis kelamin tadi. Keputusan seperti ini memang beresiko terhadap penentuan jenis kelamin anak di sekolah atau di institusi yang mengharuskan pencantuman jenis kelamin yang hanya mengenal perempuan atau laki-laki. Dalam hal ini bantuan penasehat hukum mungkin dibutuhkan.

Semoga penjelasan ini membantu Ibu memahami masalah ini, dan dapat membantu apabila kasus yang sama terjadi di lingkungan Ibu. (DL)

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: