22 Tahun PESADA Melayani untuk Penguatan Perempuan Dengan Sinceritas et Simplicitas (Ketulusan dan Kesederhanaan)

Pada tanggal 15 Oktober 2012 yang lalu, PESADA menyelenggarakan Perayaan HUT PESADA yang ke 22 tahun. Kali ini dirayakan dengan menggelar rangkaian Refleksi Hak Perempuan Pedesaan dan Hari Pangan Sedunia. Sekitar 83 orang peserta (Perempuan 74 orang dan Laki-laki 9 orang) yang terdiri dari kelompok perempuan dampingan dan aktivis perempuan di SUMUT.

Diskusi Dengan PEMDA/DPRD

Peserta mendiskusikan 5 issu hak perempuan pedesaan yakni; Keterwakilan Perempuan, Pendidikan Perempuan, Kesehatan Reproduksi Perempuan, Perlindungan Perempuan Usaha Kecil/Mikro dan Kekerasan terhadap Perempuan.

Diskusi aktivis Perempuan SUMUT dengan PEMDA/DPRD Dairi
di PUSDIPRA, 15 Oktober 2012

Hasil Diskusi selanjutnya didialogkan dengan Ketua DPRD (Delphi M. Ujung, MSI) dan Assisten II Bupati Dairi (S. Ginting), yang didampingi beberapa anggota DPRD Dairi dan Kepala Kakan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Kab. Dairi. Ketua DPRD dan Assisten II Bupati Dairi   mengakui  masih lemah kebijakan PEMKAB Dairi dalam memenuhi hak perempuan pedesaan. Hal ini terlihat dari belum adanya regulasi yang mengikat eksekutif untuk melaksanakan UU No. 7 tahun 1984 terutama pemerintah daerah.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kab. Dairi menyatakan bahwa Badan Legislatif DPRD melalui hak inisiatifnya telah memprioritaskan masalah perlidungan perempuan menjadi Ranperda. Asisten II Bupati Dairi bersama Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan (Sonta Purba) juga berjanji bahwa Pemkab Dairi akan proaktif memperbaiki kondisi dan posisi perempuan desa sebagaimana yang dijamin dalam UU No. 7 tahun 1984.

Tiup Lilin ULTAH PESADA

Ally Solin mewakili seluruh personil PESADA menyalakan lilin ULTAH.

Mendekati makan siang, DE PESADA mengundang seluruh undangan bernyanyi dan meniup lilin ulang tahun secara bersama-sama. Produk pangan lokal yang disumbangkan oleh masing-masing kelompok CU dampingan PESADA menjadi kue ulang tahun PESADA ke-22 tahun ini menjadi menarik.  Puncak perayaaannya ketika salah seorang memanjatkan doa mengucapkan syukur atas Ultah PESADA ke 22, semoga Pelayanan PESADA ke depan semakin diberkati.

Dalam pertemuan tersebut juga digelar fragmen singkat dari kelompok CUB Pesada PEREMPUAN Unit Sauduran di Desa Kerajaan, Kab. Dairi.  Fragmen tersebut mengingatkan kita bahwa ketersediaan pangan secara berkelanjuatan menjadi sangat penting ke depan. Para Ibu – Ibu juga menyadarkan kita bahwa berbagai ancaman gagal panen, krisis keuangan, kerusakan lingkungan, dll menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan nasional.

PESADA di usianya yang ke 22 tahun beserta seluruh kelompok perempuan dan dampingannya percaya atas pentingnya upaya penghapusan segala bentuk diskriminasi, khususnya diskriminasi gender; dan pentingnya perlindungan hak-hak perempuan pedesaan serta jaminan ketahanan pangan merupakan kunci untuk penghapusan kemiskinan, menuju Keadilan Sosial (KRS).

Selamat Hari Perempuan Pedesaan, Selamat Ulang Tahun PESADA…

Siaran Pers

No. 180/C.7/DE/Pesada-Sdkg/X/2012

(Sebagai hasil dari Lokakarya Perayaan Ulang Tahun PESADA  yang ke 22, PESADA mengeluarkan Siaran Pers sebagai berikut):

 

Perempuan Pedesaan Menuntut Komitmen Konkrit Dari  Pemerintah Kab. Dairi

(Dalam rangka Hari pangan Sedunia dan ULTAH PESADA ke 22)

Pemenuhan hak perempuan pedesaan masih jauh dari apa yang dijamin dalam UU No. 7 tahun 1984 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan – Perempuan desa yang masih hidup dalam kemiskinan, diskriminasi gender, dan mengalami kekerasan. Masalah tersebut terungkap dalam Pertemuan Kelompok Perempuan dan Aktivis Perempuan di Kab. Dairi pada  tanggal 15 Oktober 2012 yang lalu. Pertemuan yang merefleksikan Hari Perempuan Pedesaan, Hari Pangan Sedunia, dan Ultah ke 22 PESADA tersebut dihadiri 83 orang (Perempuan 74 orang dan Laki-laki 9 orang) memberi perhatian terhadap issu hak perempuan pedesaaan atas kesehatan perempuan, hak atas pendidikan, dan hak perlindungan perempuan yang bergerak dalam ekonomi kecil/mikro.

Pada pertemuan tersebut juga Ketua DPRD (Delphi M. Ujung, MSI) dan Assisten II Bupati Dairi (Suasta Ginting) mengakui  masih lemah kebijakan PEMKAB dalam memenuhi hak perempuan pedesaan. Hal ini terlihat dari belum adanya regulasi yang mengikat eksekutif untuk melaksanakan UU No. 7 tahun 1984 terutama pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kab. Dairi menyatakan bahwa Badan Legislatif DPRD melalui hak inisiatifnya telah memprioritaskan masalah perlidungan perempuan menjadi Ranperda. Asisten II Bupati Dairi bersama Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan (Sonta Purba) juga berjanji bahwa Pemkab Dairi akan proaktif memperbaiki kondisi dan posisi perempuan desa sebagaimana yang dijamin dalam UU No. 7 tahun 1984.

Pada akhir Dialog Kelompok Perempuan dengan DPRD dan Assisten II Bupati Dairi  tersebut menghasilkan inventarisasi masalah dan usulan rekomendasi, sbb:

  1. Mengembangkan kebijakan pelayanan Kesehatan/Reproduksi bagi Perempuan mencakup :
  • Perbaikan pelayanan kesehatan.

◦   Pelaksanaan JAMKESMAS, JAMKESDA dan ASKES yang tidak diskriminatif, dan menambah kuota JAMKESDA melalui model pembiayaan dana talangan untuk yang belum terdaftar dalam jamkesmas; serta penyediaan sarana pemeriksaan USG dan adanya jadwal kunjungan pelayanan kesehatan dokter spesialis kandungan ke di setiap kecamatan setiap bulan.

◦   Melakukan penyuluhan di kelompok perempuan tentang kesehatan reproduksi, penggunaan KB, Gizi dan kesehatan lingkungan, kankers serviks dan payudara. Juga pembebasan biaya test IFA  secara berkelanjutan di setiap puskesmas dan polindes.

◦   Secara khusus mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas di pendidikan formal di daerah.

  1. Mengembangkan Kebijakan yang terpadu dalam Penyelenggaraan Pendidikan bagi Perempuan mencakup :
  • Memperluas keikutsertaan perempuan desa di dalam berbagai kegiatan penyuluhan, pelatihan, dll serta memaksimalkan kelompok perempuan untuk arena saling belajar, berbagi dan memotivasi satu sama lain.
  • Mengembangkan pendidikan kecakapan hidup bagi perempuan (pelatihan kepemimpinan, mengambil keputusan, mengatasi konflik), termasuk di dalamnya antara lain membuat program membaca koran bagi perempuan
  • Mengembangkan kegiatan pelatihan teknologi informasi bagi perempuan desa (dasar komputer, pengenalan internet, dll).
  • Melakukan pendidikan keaksaraan (calistung, melek hukum, melek politik bagi perempuan).
  1. Memberikan perlindungan bagi perempuan usaha kecil/mikro mencakup :
  • Akses atas pinjaman dan kredit berbunga rendah bagi Perempuan Usaha Kecil & Mikro melalui program yang dikelola Negara, serta terus memperkuat Koperasi Credit/Credit Union yang dimiliki oleh Perempuan Usaha Kecil/Mikro.
  • Membenahi pengelolaan pasar tradisional, melalui antara lain pemberian area pasar terpisah antara pedagang pemasok dan penjual, serta membangun pasar tradisional yang memadai di setiap kecamatan.
  • Menyediakan program peningkatan kapasitas kewirausahaan dan managemen usaha bagi perempuan yang bergerak di usaha kecil/mikro.

PESADA di usianya yang ke 22 tahun beserta seluruh kelompok perempuan dan dampingannya percaya atas pentingnya upaya penghapusan segala bentuk diskriminasi, khususnya diskriminasi gender; dan pentingnya perlindungan hak-hak perempuan pedesaan serta jaminan ketahanan pangan, yang merupakan kunci untuk penghapusan kemiskinan, menuju Keadilan Sosial.

Selamat Hari Perempuan Pedesaan, Selamat Ulang Tahun PESADA…

Sidikalang, 22 Oktober 2012

Ramida Sinaga

Direktur Eksekutif PESADA

Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: