Siaran Pers

Siaran Pers

No :195/C.7/DE/Pesada Sdkg/XI/2012

Posisi PESADA dalam Penguatan Politik Perempuan

(Hasil Refleksi Dalam Rangka Ulang Tahun PESADA ke-22) 

Pemilu legislatif 2009 yang lalu merupakan ajang perebutan kekuasaan para politisi parpol dan juga diramaikan oleh activist NGO. Niatan para activist sebagai upaya “Konsolidasi Masyarakat Sipil ; dari gerakan sosial menuju gerakan politik”. Aktor prodemokrasi dinilai tidak cukup hanya di luar kekuasaan saja namun harus merebut kekuasaan politik untuk memperbaiki sistem politik yang lebih demokratis. Para activist NGO meyakini bahwa pengabdiannya selama ini kepada kelompok dampingannya menjadi pendukung utama dalam perolehan suara.

Namun apa yang terjadi? Hanya sebagian kecil activist yang berhasil lolos, sedangkan sebahagian besar mengalami kegagalan. Mereka tidak memperoleh dukungan suara dari kelompok dampingannya; lalu marah, kecewa, menghakimi kelompok dampingannya. Para activist tersebut menganggap kelompok dampingannya telah ‘berkhianat’ dan memilih karena uang (baca : politik uang). Kasus gagalnya aktivist LSM dalam memperoleh dukungan dari dampingan Ornop pada saat itu menjadi pembelajaran yang berharga bagi PESADA. Klaim activist bahwa dampingan akan memilihnya ternyata tidak terwujud. Staf PESADA yang terlibat dalam program pemenangan pada waktu itu merasa kecewa dan nyaris “menghakimi” dampingan yang dianggap tidak setia.

Dalam refleksi yang dilakukan PESADA ditemukan bahwa staf dan kelompok dampingan belum konsisten memilih perempuan, salah memilih partai, pemilih yang buta gender, kurang persiapan, dan buruknya sistem politik (politik uang & berbagai bentuk kecurangan).

Euforia kuota keterwakilan perempuan mendorong banyak perempuan maju menjadi caleg. Sayangnya banyak diantara mereka tidak memiliki kesiapan yang baik dari sisi kapasitas, popularitas, biaya politik, pengalaman politik. Di lain pihak praktek memilih warga masih dipengaruhi oleh politik uang, memilih karena keluarga (terutama saudara laki-laki) dan pertimbangan tradisional lainnya. Sayangnya partai politik tidak menjalankan fungsi pendidikan politik untuk meningkatkan kaderisasi perempuan dan mendidik pemilih untuk melek politik.

Minimnya kapasitas perempuan tersebut direspon PESADA dengan melakukan berbagai upaya peningkatan kapasitas perempuan potensial melalui pendidikan politik bagi pemilih perempuan, berbagai training hak-hak perempuan, training life skill bagi caleg perempuan dan perempuan potensial, pemenangan kandidat (kampanye pilih perempuan, mempertemukan kandidat dengan kelompok dampingan), berdialog dengan partai politik, fasilitas kredit lunak partisipasi politik perempuan. Untuk memperkuat kampanye pemenangan perempuan, PESADA juga menginisiasi terbangunnya JARAK PEREMPUAN SUMUT sebuah Jaringan Aktivist Perempuan dan Pendukung Gerakan Perempuan di SUMUT untuk pemenangan kandidat perempuan.

Posisi NGO yang non partisan dipahami PESADA tidak memenangkan salah satu atau beberapa partai politik tetapi mengarahkan dukungannya kepada kandidat perempuan yang datang dari partai politik manapun. Namun tidak jarang juga ada pihak yang menganggap PESADA terlalu jauh masuk ke ranah politik praktis dalam perebutan kekuasaan dengan mendukung salah satu calon khususnya dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Mereka menilai bahwa PESADA lebih baik fokus saja kepada misi pemberdayaan masyarakat. Sedangkan dari aspek anggaran yang digunakan untuk pemenangan perempuan bisa dikatakan tidak sedikit. Di lain pihak juga, dari beberapa caleg perempuan yang lolos di legislatif dan eksekutif belum menunjukkan konsistensi perjuangannya kepada kepentingan perempuan. Bisa disebut, tidak pernah ada upaya proaktif para legislatif perempuan tadi untuk memberikan informasi, meminta masukan ke PESADA tentang agenda sidang. Praktis PESADA yang harus lebih proaktif untuk bertanya dan memberikan masukan.

Berdasarkan refleksi kritis atas peran dan  posisi PESADA  dalam penguatan politik perempuan melewati rangkaian rekruitmen politik Pemilu Legislatif 2009, PILPRES 2009 dan berbagai PEMILUKADA kab/kota di Sumatera Utara menyatakan posisi politiknya sebagai Organisasi Non Pemerintah, sbb :

  1. PESADA sebagai Ornop yang memiliki kode etik “non partisan” tidak akan terlibat langsung dalam mendukung pemenangan calon Gubernur, Bupati, calon Legislatif dan Pemilu Presiden. PESADA akan focus dalam penguatan perempuan di akar rumput dan tetap melakukan kampanye hak-hak perempuan dan keterwakilan perempuan kepada partai politik  melalui dukungan peningkatan kapasitas bagi perempuan potensial di partai politik.
  2. Suara Perempuan Untuk Keadilan (SPUK) yang merupakan ormas dampingan PESADA yang konsern dalam penguatan partisipasi politik perempuan memiliki ruang gerak untuk mengembangkan mekanisme yang demokratis dalam pemenangan calon perempuan di akar rumput.
  3. PESADA mendesak agar parpol, institusi pemerintah dan lembaga publik untuk berkomitmen melaksanakan kuota 30% keterwakilan perempuan didalam kepemimpinan politik/publik sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundangan-undangan demi terwujudnya kesetaraan gender.
  4. Mengimbau kepada warga pemilih dalam rangkaian PEMILU ke depan untuk memilih berdasarkan pilihan cerdas, memilih perempuan dan tidak terjebak dalam politik uang.

Demokrasi tanpa perempuan bukanlah demokrasi, tetapi demokrasi dengan perempuan tanpa diikuti pendidikan politik dan sistim politik yang bersih, bukanlah demokrasi yang diinginkan rakyat.

Sinceritas et simplicitas (dengan Ketulusan dan Kesederhanaan).

 

Sidikalang,  Nopember 2012

A.n. PESADA

Ramida Sinaga

Direktur Eksekutif PESADA

Explore posts in the same categories: Info Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: