“Posisi Politik Perempuan di Tengah Korupsi Politik di Sumatera Utara” Catatan Peringatan Hari Perempuan Indonesia 22 Desember & Akhir Tahun 2012

Proses marginalisasi perempuan di politik semakin kentara dalam dinamika politik akhir-akhir ini. Kita melihat berbagai praktek pengabaian ketentuan minimal 30% keterwakilan perempuan secara sistematis oleh KPU dan partai politik dalam persyaratan  kepengurusan partai, Bawaslu dalam rekruitmen anggotanya, tidak adanya kandidat perempuan dalam PILGUBSU serta tidak ada masuknya issu perempuan dan kelompok minoritas dalam agenda visi-misi calon. Kondisi ini menunjukkan komitmen negara yang rendah atas implementasi UU RI No. 7 tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan serta Pengarus Utamaan Gender.

Minimnya kepemimpinan perempuan di berbagai level pengambilan keputusan memperburuk respon kebijakan publik atas masalah perempuan, anak dan masyarakat marginal lainnya. Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, HIV/AIDS di kalangan Ibu dan perempuan muda, pemiskinan perempuan dan lain-lain adalah segelintir masalah yang masih terus dihadapi perempuan di Sumatera Utara.

Jelang PILGUBSU 7 Maret 2013, seluruh para kandidat Cagubsu dan Cawagubsu sibuk mendekati rakyat agar memberikan suara dukungan. Rakyat dan perempuan “dibujuk” untuk ikut memilih meskipun banyak diantara mereka sebenarnya tidak mengenal para kandidat. Dalam perspektif ini perempuan hanya dijadikan voters yang tidak berdaya melawan sistem politik yang berlaku dan  mengukuhkan politik transaksional yang terus memarakkan praktek politik uang.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu sebagai Hari Perempuan Indonesia, dan mengakhiri tahun 2012; PESADA sebagai organisasi yang konsern dalam penguatan perempuan, anak dan kelompok marginal di Sumatera Utara menyatakan sikap sbb :

  1. Menegaskan bahwa Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA) adalah organisasi non partisan yang tidak mendukung dan tidak pernah mendukung salah satu Kandidat Cagubsu dan Cawagubsu manapun.
  2. Mendesak kepada seluruh Kandidat Cagubsu dan Cawagubsu agar dalam visi dan misinya memiliki agenda solusi menyelesaikan masalah perempuan dan kelompok minoritas lainnya, penindakan masalah korupsi, dan keberpihakan kepada kelompok minoritas baik minoritas agama, keyakinan, ideology, dan orientasi seks di Sumatera Utara.
  3. Mengajak Kelompok Perempuan di Sumatera Utara agar secara mandiri melakukan diskusi kritis di kelompok perempuan akar rumput untuk menganalisis rekam jejak kandidat dan menentukan sikap politik terhadap PILKADA Cagubsu Sumatera Utara.
  4. Menghimbau pemilih perempuan agar memiliki pertimbangan kritis dan cerdas dalam menentukan penggunaan Hak Politik: Memilih Atau Tidak Memilih, serta mengedepankan analisis cerdas atas pilihan-pilihan politik perempuan yang bebas dari cara pikir patriarkis.

Sambil menghitung mundur 2012, mari bersiap memasuki tahun 2013 dengan keyakinan penuh: PEREMPUAN ADALAH PELAKU POLITIK YANG CERDAS DAN MANDIRI.

Sidikalang, 22 Oktober 2012

Ramida Sinaga

Direktur Eksekutif PESADA

Keluarga Besar PESADA Mengucapkan :

Selamat Hari Natal 25 Desember 2012

& Tahun baru 1 Januari 2013

(Dok: Oktober 2012 – Family Gathering PESADA)

(Dok: Oktober 2012 – Family Gathering PESADA)

Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: