Pernyataan Politik Perempuan SUMUT 11 Januari 2013

Jelang PILGUBSU 7 Maret 2013, dari semua CAGUBSU tidak ada calon yang memperjuangkan Isu Perempuan, Anak (khususnya perempuan) dan kelompok minoritas. Bahkan dari 5 pasangan CAGUBSU, hanya dua yang secara lengkap memuat agenda politik, 1 kosong dan 2 lainnya sangat minim.

Dari berbagai analisis aktivis mengenai kondisi dan posisi perempuan SUMUT, Kelompok Perempuan  telah  menyatakan menolak    mempunyai Pemimpin (Gubernur, Walikota ataupun Bupati) yang tidak peka gender dan mempunyai track record buruk.

Bahkan dalam statement 1  Desember  2012, Perempuan  menyatakan  dan menghimbau perempuan dan  golongan minoritas      GOLPUT pada Pemilihan GUBSU  apabila  tidak  ada  rencana  konkrit  para   calon  untuk  melakukan perbaikan dalam hal Penghapusan KTP, Marjinalisasi Perempuan di Politik dan Fasilitas  Kesehatan  Reproduksi Perempuan; serta perlindungan kepada kelompok minoritas (agama, suku, orientasi seksual, dan ideologi).

Pada  tanggal 11 Januari  2013, 70 peserta (6  laki-laki, 64 perempuan) Pertemuan Awal Tahun Perempuan SUMUT yang berasal dari berbagai organisasi dan LSM (Kelompok Aktivis Perempuan, Kaukus Perempuan, BKOW, Aisyah, BKMT, APP, KPSU, Organisasi  mahasiswa, SPUK, CU PESADA,   Jurnalis   Perempuan,   dll.)    mendiskusikan   seruan-seruan perempuan SUMUT yang telah disampaikan sejak awal Desember 2012, dan menghasilkan catatan sbb.:

1. Bidang POLITIK

a. Jumlah perempuan diperwakilan dan kepemimpinan perempuan di Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, lembaga indepeden (KPU), PARPOL, belum memenuhi quota 30 persen. Hal ini berpengaruh kepada minim bahkan kosongnya kebijakan-kebijakan peka gender di SUMUT.

b.  Pemimpin perempuan kurang dekat dengan media, kurang diliput.

c.  Jumlah perempuan sebagai PEMRED atau pengambil keputusan dimedia sangat minim.

2.  Bidang Ekonomi

a. Rendahnya pendidikan Keterampilan untuk  Perempuan di Pedesaan dan perempuan di daerah pantai (Nelayan)

b. Tingginya pengeluaran untuk biaya adat

c. Rendahnya   anggaran   untuk   pendidikan  perempuan.  Akibatnya banyak  perempuan hanya menjadi buruh, pekerja sector informal, tanpa perlindungan, tanpa jaminan.

d. Sosialisasi tentang produk lokal (Pemasaran produk keterampilan para perempuan di pedesaan dan harga pertanian yang anjlok)

e. Kebijakan pemerintah:

i. Simpan Pinjam perempuan dan hal-hal lainnya tidak tepat sasaran

ii. Kebijakan pemerintah yang bias gender dan tidak pluralis, misalnya  Asahan dengan “Kredit harus disetujui Tim IMTAQ”

f. Minimnya pembenahan pasar tradisional

g. Tidak adanya akses pinjaman karena tidak ada jaminan

h. Upah buruh tani dan perempuan lebih rendah dibandingkan buruh laki-laki

3. Sosial Budaya

a. Bidang adat:

i. Ketidak-adilan pembagian warisan, dimana perempuan sering tidak mendapatkan warisan.

ii. Perempuan masih menjadi objek.

iii. Adat perkawinan ketika menerima sinamot, kalau tidak sesuai, perempuan disuruh menganti dua kali lipat

b.  Intervensi  kelompok-kelompok  yang   mengatas-namakan  agama tertentu yang mendukung  poligami, dan interprestasi agama yang mendiskriminasi perempuan.

c. Kecendrungan meningkatnya KTP (Kekerasan terhadap perempuan dianggap hal biasa).

d.  Kesehatan:

i. Tingginya AKI dan AKB,

ii. Sosialisasi Jampersal masih minim.

e.  Pendidikan Perempuan :

i. Perempuan masih banyak yang buta huruf,

ii. Anggaran pendidikan untuk perempuan minim,

iii. Posisi perempuan di media masih sering dilecehkan.

Berdasarkan seluruh catatan tersebut diatas, Kelompok aktivis perempuan mengulang  untuk   menyampaikan  posisi  politiknya  sebagaimana  pernah dinyatakan di Catatan Akhir tahun sebagai berikut:

Tidak mendukung PARPOL dan Pemimpin yang korup. Hampir semua  PARPOL  melakukan  korupsi secara nyata ataupun      tidak. Tingginya   korupsi yang  terjadi  di pemerintahan  dan  diparpol mengakibatkan buruknya kondisi rakyat. Tingginya biaya  politik dalam PILKADA  khususnya  PILGUBSU,  tidak  diimbangi  dengan  kualitas calon.  Korupsi  telah  menghilangkan dana untuk  kesejahteraan  rakyat.

Secara Khusus kelompok Aktivis Perempuan menolak berulangnya kasus korupsi yang  mengakibatkan dipenjarakannya GUBSU, Walikota dan Wakil Walikota, serta Pemimpin lainnya. SUMUT harus bersih dari Pemimpin yang korup

  • Tidak  mendukung  Pemimpin  yang  tidak  pernah  secara  konkrit menyatakan  agenda  khusus  untuk  perlindungan  perempuan  dan anak (perempuan). CAGUBSU, dan GUBSU (sebagaimana juga yang terjadi selama 5 tahun ini), tidak memikirkan tersedianya Rumah Aman untuk  Perempuan  korban  Kekerasan  dan  anak yang sesuai  dengan kebutuhan.             Berdasarkan  pengalaman selama ini  sangatlah sulit menemukan Rumah Aman sementara bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.  P2TP2A yang dinyatakan ada di Propinsi dan di beberapa Kabupaten, pada kenyataannya, tidak berfungsi.
  • Tidak  mendukung  calon   Pemimpin,   khususnya  Calon  Gubsu/ Wagubsu  yang   tidak   transparan   mengenai   harta   dan track recordnya   sebagai    calon    Pejabat    Publik    yang    bersih    dan monogamist. Untuk  itu  Calon            Gubsu/ Wagubsu tidak hanya sekedar mendaftarkan harta kekayaannya, tetapi  juga melaporkan perkawinannya secara sah ke publik.
  • Tidak  mendukung  calon   Pemimpin,   khususnya  Calon  Gubsu/ Wagubsu   yang  menolak  pluralisme,  yang  tidak  mengagendakan kelompok minoritas, baik  minoritas agama, suku, ideology, jenis kelamin serta orientasi seksual.

Agenda Perempuan adalah: “Memperjuangkan Kebutuhan dan Kepentingan Perempuan untuk Keadilan gender “ “Gerakan Perempuan tidak netral, tetapi berpihak pada kepentingan perempuan dan Keadilan Gender”.

Selamat Tahun Baru

Medan,  11 Januari 2013

A.n. Kelompok Aktivis Perempuan SUMUT

Pertemuan Awal tahun dan Dialog Aktivis Perempuan11 Januari 2013

Pertemuan Awal tahun dan Dialog Aktivis Perempuan
11 Januari 2013

Explore posts in the same categories: Seputar Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: