Manajemen Info PESADA

Foto Tim Manajemen PESADA pada Evaperca, 17 Januari 2013

Foto Tim Manajemen PESADA pada Evaperca, 17 Januari 2013

Siaran Pers Menyambut Hari Kartini 2013

dan Setahun menjelang PEMILU 2014


”Penuhi Janji Politik, Laksanakan Tugas Sesuai UU”

Angka partisipasi pemilih dalam PILGUB Sumatera Utara tahun 2013 hanya mencapai 48, 50 % atau 4.861.467 suara, yang berarti terdapat sekitar 51,50 % pemilih di SUMUT adalah GOLPUT. Tingginya angka golput ini menggambarkan ada masalah besar dalam demokrasi pemilu kita saat ini.

Trend meningkatnya angka golput di berbagai Pemilukada termasuk di SUMUT umumnya disebabkan berbagai faktor seperti sikap skeptis rakyat atas praktek demokrasi politik yang semakin tak bermakna, teknis penyelenggaraan yang buruk (minim sosialisasi, warga tak terdaftar, daftar pemilih ganda, dan tidak independen & profesionalnya penyelenggara Pemilu), serta sengketa politik yang merugikan kepentingan umum.

Di antara para GOLPUT ini, terdapat kelompok perempuan; yang sejak awal telah skeptis atas proses pemilihan dan isi daripada kampanye para calon GUBSU. Sejak aktivis perempuan SUMUT menyampaikan ancaman GOLPUT dan menentukan posisinya sebagai GOLPUT, wacana yang menyatakan GOLPUT melanggar hukum telah berkembang; tetapi PESADA melihat ini sebagai petunjuk dari tingkat pemahaman umum mengenai demokrasi dan hak-hak rakyat.

Perempuan dan rakyat adalah penduduk SUMUT yang secara umum memahami hak-hak politik mereka, dan sebagai penduduk SUMUT mengharapkan PEMILU ke depan lebih demokratis dan menghasilkan pemimpin politik yang bersih dan mampu menjalankan amanah rakyat demi kepentingan rakyat dan negara.

Oleh karena itu, pasangan GUBSU 2013 terpilih tetap harus konsisten akan janji politiknya dan mengimplementasikannya bagi seluruh warga Sumut termasuk warga pemilih GOLPUT, tanpa pandang bulu.

Secara khusus dalam rangka menyambut Hari Kartini 2013 serta setahun menjelang PEMILU 2014, Perkumpulan Sada Ahmo menyatakan sikap:

  1. Agar partai politik dan para politisi mengedepankan kepentingan perempuan serta kelompok-kelompok marjinal, dan secara sungguh-sungguh melaksanakan tugas dan fungsi partai politik sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 2 tahun 2011 tentang Partai Politik.
  2. Mendesak KPU dan Bawaslu beserta jajarannya sebagai penyelenggara PEMILU untuk memperbaiki kinerja dan profesionalitas demi terwujudnya Pemilu yang demokratis serta secara konsisten melaksanakan ketentuan keterwakilan perempuan 30 % dalam daftar calon legislative sebagaimana yang diatur dalam UU RI No. 8 Tahun 2012 tentang PEMILU DPR, DPD, dan DPRD.
  3. Menghimbau Gubernur dan Wakil Gubernur SUMUT 2013-2018 yang defenitif supaya konsisten dalam menjalankan janji-janji politik, memajukan hak azasi perempuan, menghapus kekerasan terhadap perempuan, monogamist, dan serius dalam penegakan anti korupsi di Sumatera Utara.

Selamat menyambut hari Kartini, Selamat memasuki hari-hari menuju PEMILU 2014.

Sidikalang, 15 April 2013

Ramida Sinaga

Direktur Eksekutif PESADA

Contact Person :

Ronald Silalahi (081362348153) & Dina Lumbantobing (082164666615)

 

RAT & Berita dari wilayah Nias

Potret Perempuan dalam “Kebencanaan”

Foto RAT CU PFPN di Nias, Maret 2013

Foto RAT CU PFPN di Nias, Maret 2013

Koalisi Peduli Perempuan dan Anak Nias atau yang biasa disingkat KPPAN pada bulan Maret lalu melaksanakan serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan hari perempuan. Adapun rangkaian kegiatannya talkshow di RRI Gunungsitoli, seminar mini di sekolah dan kampanye persoalan anak perempuan.

Tanggal 14 Maret’13 dilaksanakan talkshow di RRI Gunungsitoli dengan narasumber P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Perempuan dan Anak), PESADA & PKPA dengan tema yang di pilih adalah kerentanan perempuan dan anak yang mengalami kekerasan. Dalam talkshow ini juga di jelaskan bahwa pada saat perempuan dan anak perempuan yang mengalami kekerasan meningkat jumlahnya setiap tahun, juga merupakan kebencanaan.

 

Kekerasan Dalam Pacaran

Seminar Mini di SMP Katolik Bunga Mawar dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2013 dengan  narasumber: pihak Kepolisian POLRES Nias (bpk Iskandar), PKPA (Keumala Dewi), PESADA (Berliana), Holiana’a (Happy) dan dari Pemerintah Ibu Ernitz Gea dari P2TP2A. Adapun thema  “Kekerasan Dalam Pacaran dan akibatnya bagi perempuan”.

Acara seminar mini ini diawali dengan drama singkat yang dimainkan oleh anak-anak dampingan PKPA dan Surf Aid yang menceritakan tentang seorang anak perempuan yang berpacaran dengan seorang laki-laki yang bernama Jhon. Kemudian Jhon meminta kepada Lina untuk melakukan hubungan seks. Awalnya Lina tidak mau karena menurutnya bahwa hubungan seks hanya boleh dilakukan jika sudah menikah. Namun Jhon tetap memaksakan kehendaknya untuk melakukan hubungan seks dengan Lina dengan mengatakan bahwa jika Lina tidak memberikan apa yang di minta oleh Jhon, maka hubungan mereka Putus.

Namun saat Lina telah memberikan apa yang diinginkan oleh pacarnya dan akhirnya Lina hamil, Jhon tidak bertanggungjawab dan mengatakan bahwa bukan hanya Jhon saja pacar Lina. Kemudian Lina mengadukan persoalan ini kepada Guru sekolah. Saat Guru sekolah menemani Lina untuk menginformasikan tentang kejadian ini, orangtua Lina malahan memukul dan memaki Lina dengan mengatakan: “Anak tidak tahu diri, murahan,dll.”

Kemudian keluarga besar Lina melakukan musyawarah dan disepakati bahwa Lina akan dikawinkan dengan laki-laki lain yang bukan pelaku. Saat perkawinan terjadi malah Paman Lina meminta jujuran yang sangat besar dengan alasan sebagai pengganti “Malu/Aib” yang juga dirasakan oleh Paman Lina. Akhirnya bukan kebahagiaan yang diperoleh Lina namun dia menjadi korban kekerasan berikutnya di dalam rumah tangganya.

 

Pentingnya PERDA Pengarus-utamaan Gender.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret’13 bersamaan dengan Peringatan 8 tahun gempa yang melanda Kepulauan Nias. Kegiatan ini dilaksanakan di RRI Gunung Sitoli dengan dihadiri oleh para pemangku kepentingan (seperti anggota DPRD, P2TP2A) dan perwakilan perempuan pahlawan yakni perempuan yang mampu berjuang untuk keluar dari keterpurukan hidupnya  dan juga perempuan yang berjasa dalam hal kemanusiaan dan pelayanan kepada orang-orang yang terpinggirkan.

Meski kegiatan ini telah berakhir, namun ada rekomendasi dari peserta agar ada Perda yang memperjuangkan persoalan perempuan (Perda Pengarusutamaan Gender). Semoga saja ini awal yang baik bagi kepulauan Nias agar menjadi Pulau yang ramah dan bersahabat bagi seluruh perempuan. Semoga… (BP)

Explore posts in the same categories: Info Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: