Konsultasi

Tanya:      

Saya RP (38 thn), wiraswasta, menikah secara agama Kristen dengan PM (48 tahun). Dia seorang duda yang memiliki 3 orang anak, PNS (guru SD) pada Agustus 2010. Selama hidup berumah tangga, suami tidak pernah memberi nafkah untuk membiayai kebutuhan rumah tangga. Selain itu suami juga melarang saya untuk bekerja upahan di ladang orang lain, sehingga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saya harus menjual perhiasan emas milik saya. Saya sangat jengkel dan sedih. Puncaknya adalah di Nopember 2010, di mana suami memukul saya hingga harus dirawat di Rumah sakit. Dan karena sudah tidak tahan dengan perilaku suami, saya pergi dari rumah dan tinggal di rumah orang tua saya di Parongil. Suami sama sekali tidak mencari  atau meminta saya pulang ke rumah. Pada Maret 2013 suami datang ke rumah meminta rujuk. Saya menolak dan meminta cerai (secara kekeluargaan), akan tetapi suami tidak mau bercerai. Saya ingin mendapatkan solusi dari permasalahan yang saya hadapi, karena keluarga tidak mendukung adanya perceraian, di samping itu pernikahan kami juga belum didaftakan ke catatan sipil. Apa yang harus saya lakukan, karena saya merasa takut hidup bersama dengan suami lagi. Terimakasih.

Jawab:

Buat RP, perbuatan yang dilakukan oleh PM sebagai suami tersebut jelas membuat kamu merasa takut, marah, sedih dan bahkan muncul trauma. Untuk hal ini kamu dapat menghubungi lembaga-lembaga yang menyediakan layanan konseling seperti, WCC Sinceritas di PESADA atau P2TP2A. Perbuatan suami tersebut yang membuat Ibu merasa takut, ditelantarkan dan dianiaya oleh suami adalah merupakan bentuk perilaku kekerasan didalam rumah tangga dan dapat dipidana (sesuai dengan UU No. 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan di dalam Rumah Tangga), yang isinya sbb :

  • Pasal 44 UU no.23/ 2004 : “setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah”
  • Pasal 45 UU No. 23/ 2004 : “Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 9.000.000,00 (sembilan juta rupiah)”.
  • Pasal 49 UU No. 23/2004 : “dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah), setiap orang yang menelantarkan orang lain dalam lingkup rumah tangganya”

Untuk kejelasan status pernikahan memang sebaiknya dilakukan cerai secara kekeluargaan. Akan tetapi hal ini memang sulit jika tidak didukung oleh keluarga, sedangkan suami juga tidak mau bercerai. Untuk hal ini ibu dapat membuat surat pernyataan putus hubungan. Salah satu bentuk formatnya terlampir, demikian semoga dipahami. Salam (HS)

 

Surat Pernyataan Putus Hubungan

Saya yang bertandatangan dibawah ini :

Nama     :

Umur     :

Alamat   :

Dengan ini menyatakan kepada masyarakat luas bahwasanya saya tidak mempunyai hubungan apapun lagi dengan :

Nama      :

Umur      :

Alamat    :

Dengan demikian segala masalah apapun yang berhubungan dengan …… (nama suami), adalah diluar tanggung jawab saya.

Demikian surat pernyataan ini dibuat tanpa ada unsur  paksaan dari pihak manapun.

Nama tempat, tanggal, bulan… 2013

Yang membuat pernyataan:                                                                Diketahui oleh:

Materai 6000                                                                                          Kepala desa…

(Nama lengkap)                                                                                      (…………………)

Foto Februari..14

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: