Siaran Pers

 

Laporan Kekerasan terhadap Perempuan/KTP

 

Laporan Kekerasan terhadap Perempuan/KTP Cenderung Menurun, tetapi Kekerasan Seksual dan KDRT tetap BURUK (Catatan tengah Tahun 2013 WCC Sinceritas-PESADA)

Jumlah KTP pada semester 1 tahun 2013 dibanding semester 1 tahun 2012 secara angka turun, tetapi pola kekerasan yang dialami perempuan tetap sama, yaitu KDRT dan kekerasan seksual terhadap anak perempuan.

Dalam enam bulan pertama tahun 2013, jumlah kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) yang ditangani WCC Sinceritas-PESADA berjumlah 86 kasus, dimana sebagian besar adalah KDRT (46 kasus/53,5%), disusul dengan kekerasan seksual terhadap anak perempuan sebanyak 23 kasus (26,7%). Jumlah ini menurun sedikit (9%) dibandingkan dengan kurun waktu yang sama di tahun 2012, dimana jumlah kasus yang ditangani WCC Sinceritas-PESADA waktu itu berjumlah94 kasus. Dilihat dari perbandingan jenis kasus, KDRT yang dilaporkan, juga menurun tahun ini. Dari 50 kasus menjadi 46 kasus; tetapi dalam hal prosentase, masih tetap sama, yaitu 53%. Sementara Kekerasan seksual kepada anak-anak berjumlah 23 (24,5%); yang artinya tetap.

Data berdasarkan liputan media lokal juga menunjukkan pola yang sama. Jenis kekerasan tertinggi tetap kekerasan seksual terhadap anak perempuan dan KDRT. Bila merujuk pada klipping data liputan media di 2 koran lokal di semester I tahun 2013, terdapat 156 kasus KTP, di mana kasus tertinggi adalahkasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan, berjumlah 93 kasus (59,6%); sementara KDRT berjumlah 28 kasus (17,9%). Penurunan memang terjadi secara signifikan bila dilihat dari liputan media pada kurun waktu yang sama di tahun 2012, yang pada waktu itu cukup tinggi yaitu 287 kasus, atau terjadi penurunan 83% .

Penurunan angka KTP merupakan berita baik kepada masyarakat SUMUT, tetapi kewaspadaan dan kepekaan masyarakat akan Kekerasan Seksual dan KDRT perlu ditingkatkan. WCC Sinceritas tetap melihat angka-angka ini sebagai fenomena gunung es, di mana angka yang sesungguhnya jauh lebih besar, terpola dan terstruktur di dalam masyarakat. Kekerasan seksual yang menyerang anak-anak perempuan pada dasarnya tetap tinggi, sementara KDRT masih tetap sulit untuk diangkat ke permukaan. Masyarakat memang cukup peka kepada kekerasan kepada anak, yang dapat dilihat dari terungkapnya kasus ini ke media.

Tetapi para korban KDRT banyak yang memilih untuk merahasiakan kasusnya dan hanya datang ke WCC Sinceritas bila tidak lagi mampu mengatasinya. Dalam penanganan kasus hukum, kedua jenis kekerasan di atas sering mengalami hambatan. Baik karena masalah rumah tangga tetap dianggap sebagai urusan privat yang tidak perlu diurus oleh pihak lain, maupun karena dalam kekerasan seksual, anak perempuan tidak mempunyai keberanian mengungkap siapa sebenarnya pelaku. Hal ini terutama ketika pelaku adalah orang-orang yang dekat dengan korban, orang yang dipercaya keluarga, bahkan anggota keluarga sendiri. Sebanyak 83 kasus kekerasan seksual yang dialami anak perempuan menurut media, dilakukan oleh orang yang dikenal; bukan orang lain atau yang asing bagi anak; demikian juga dengan pelaku di kasus yang ditangani oleh WCC Sinceritas-PESADA. Penurunan angka belum dapat menjadi indicator perubahan perilaku. Maka WCC Sinceritas-PESADA menghimbau seluruh masyarakat agar tetap peka, waspada terhadap segala bentuk Kekerasan terhadap Perempuan/KTP. Naiknya harga BBM dan harga bahan pokok, meningkatnya suhu politik selalu membuat posisi perempuan semakin rentan untuk mengalami KTP.

Sinceritas et simplicitas (dengan Ketulusan dan Kesederhanaan).

Medan,4 Juli 2013

Dina Lumbantobing

Koordinator WCC Sinceritas – PESADA

061-8361102/082164666615

 

 

Explore posts in the same categories: Info Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: