“PEMENUHAN AKTE KELAHIRAN SEBAGAI HAK DASAR ANAK”

Foto Agustus 2013. 1

Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 pada tanggal 19 Juli 1984. Namun peringatan HAN tersebut kurang sepenuhnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Mungkin perayaan HAN  dianggap tidaklah begitu penting dirayakan sehingga tidak masuk menjadi agenda tahunan daerah.

 

Perhatian PEMDA kurang

Bila diingat kembali gagasan awal HAN adalah untuk mewujudkan kesejahteraan anak.Tetapi keseriusan pemerintah daerah perlu dipertanyakan terhadap anak. Perhatian apa yang telah diperbuat dalam mewujudkan kesejahteraan anak?? Pemerintah daerah sebenarnya bisa mengambil moment di HAN untuk berbuat sesuatu upaya mensejahterakan anak dengan melakukan berbagai kegiatan. Apalagi  pemerintah pusat  jauh-jauh hari   telah melakukan persiapan perencanaan untuk perayaan HAN 2013 melalui Surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor B.246/MENKO/ KESRA/ XII/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Penunjukkan HAN 2013, dan Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 20 tanggal 10 Mei 2013 tentang Panita Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013. Setidaknya pemerintah daerah dapat ikut  berperan dalam melakukan perayaan HAN di daerahnya dengan mengangkat salah satu tema atau sub tema yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Tapi itu tidak terjadi…

1

Thema 2013

Perayaan HAN tahun 2013 mengambil  Tema ‘’Indonesia Yang Ramah Dan Peduli Anak Dimulai Dari Pengasuhan Dalam Keluarga”. Sementara Sub Tema cukup banyak,  antara lain : “Penuhi hak identitas anak melalui akta kelahiran; Kembangkan potensi anak sejak dini sesuai minat dan bakatnya; Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak; Tingkatkan kepedulian untuk mencegah kekerasan terhadap anak; dsb.

Dalam perayaan HAN tahun ini PESADA mengangkat tema Pemenuhan akte kelahiran sebagai hak dasar anak. Berdasarkan data yang diperoleh hasil penelitian salah satu organisasi nirlaba internasional yang konsern terhadap anak, hanya sekitar 40% anak-anak Indonesia yang memiliki akte kelahiran, pada hal akte kelahiran merupakan hak dasar anak  yang harus dipenuhi karena terkait dengan identitas diri anak itu sendiri.  Informasi yang sama diperoleh dari Dinas Catatan Sipil Kab. Pakpak Bharat, bahwa hanya sekitar 40%  jumlah anak yang memiliki akte lahir.

Deputy Direktur PESADA memberi kata sambutan

Deputy Direktur PESADA memberi kata sambutan

Kepemilikan Akta Kelahiran adalah hak setiap warga negara dan negara melalui pegawai catatan sipilnya berkewajiban menjamin terlaksananya hak tersebut. Ini sesuai dengan yang ditetapkan dalam Konvensi Hak Anak yang telah  diratifikasi negara kita pada tahun 1990 melalui Keputusan Presiden nomor 36, dalam pasal 7 dinyatakan bahwa anak akan didaftarkan segera setelah kelahiran dan sejak lahir berhak atas sebuah nama, berhak memperoleh kewarganegaraan dan sejauh memungkinkan, berhak mengetahui dan dipelihara oleh orangtuanya. Merupakan kewajiban negaralah untuk menjamin pelaksanaan hak-hak ini sesuai dengan hukum nasional.

Dialog HAN di Pakpak Bharat

Perayaan HAN yang dilakukan PESADA difokuskan di Kab. Pakpak Bharat dengan melakuan beberapa rangkaian kegiatan dialog terbatas  dengan pemerintah daerah.  Mereka adalah  Dinas Catatan Sipil, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan DPRD Komisi A. Dialog dilakukan oleh dampingan PESADA, dan dilanjutkan  dialog interaktip di radio.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mempermudah atau mempercepat kepemilikian akte kelahiran. Sehingga dibutuhkan kesepahaman dan kerjasama yang baik diantara berbagai elemen. Sebagai mana yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional bersama-sama dengan berbagai Kementerian (KESRA, LN, KEMENHUMHAM, dsb) termasuk dengan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP&PA), yang menandatangani nota kesepahaman tentang percepatan kepemilikan akta kelahiran dalam rangka perlindungan anak. Hal ini dilakukan melalui Surat Edaran Mendikbud No. 279/MPK/LL/2012 tentang Percepatan Kepemilikan Akte Kelahiran Dalam Rangka Perlindungan Anak.

Dinas Catatan Sipil Kab. P.Bharat memberi  penjelasan prosedur pengurusan akte lahir.

Dinas Catatan Sipil Kab. P.Bharat memberi
penjelasan prosedur pengurusan akte lahir.

Upaya loby yang dilakukan PESADA ke DPRD Pakpak Bharat  agar  pelaksanaan dialog dan yang mengundang dari unsur pemerintah dilakukan oleh DPRD terlaksana dengan baik. Kegiatan dialog ini mendapat tanggapan positif dari DPRD Komisi A dan unsur Pemerintah  Kab. Pakpak Bharat.

Lima Rekomendasi Pakpak Bharat

Permasalahan yang dihadapi masyarakat secara umum dalam pengurusan akte lahir  adalah kurangnya sosialisasi mengenai persyaratan dan mahalnya biaya hingga mencapai Rp. 50.000,- per akte sesuai dengan Perda yang berlaku di Kab. Pakpak Bharat. Tentu saja biaya ini sangat memberatkan bagi masyarakat kecil, belum lagi biaya pengurusan surat-surat dari kepala desa atau lurah; dan transport.

Peserta dialog dari pengurus SORPAK, CUB  dan Pengasuh/Pengurus TBAA/PAUD

Peserta dialog dari pengurus SORPAK, CUB
dan Pengasuh/Pengurus TBAA/PAUD

Rekomendasi dari hasil dialog  mengeluarkan beberapa point untuk percepatan kepemilikan akte kelahiran di Kab. Pakpak Bharat, yaitu:

  • Sosialisasi pentingnya akte lahir ke masyarakat.
  • Bagi masyarakat yang kurang mampu dapat membuat surat permohonan ke Bupati untuk memperoleh biaya keringanan atau gratis oleh Dinas Catatan Sipil;
  • Kerjasama  lintas sektoral Dinas Catatan Sipil dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dalam upaya pengurusan akte lahir secara kolektip di SLTP dan SLTA,
  • Surat seruan ke TK dan PAUD tentang pentingnya akte lahir bagi anak,
  • Surat edaran ke bidan desa agar ketika menolong persalinan segera membuatkan surat keterangan lahir.

Semoga dengan adanya upaya-upaya ini, hak anak atas akte lahir dapat segera terpenuhi. Selamat Hari Anak nasional, semoga akte lahir segera keluar… (MP)

Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: