Konsultasi

Tanya:

Saya seorang ibu berumur 35 thn, dan suami saya berumur 41 thn. Kami menikah sudah 16 tahun dan dikaruniai 5 orang anak. Pekerjaan saya dengan suami adalah berjualan di pajak. Sejak pernikahan saya dengan suami, saya kerap menerima perlakuan kasar dari suami. Saya juga jarang menjenguk keluarga saya di kampung karena suami saya orangnya egois dan tidak terlalu perduli terhadap keluarga saya. Suami saya suka mabuk-mabukan, kasar dan suka memukul, bahkan tidak segan-segan memarahi saya di depan umum seperti ditempat kami berjualan (pajak).

Banyak yang takut kepada suami saya termasuk juga orang-orang di tempat sekitar kami tinggal. Dulu sudah pernah saya lari & mengadu ke keluarga besar saya tentang perlakuan kasar suami, dan pada akhirnya kami damai dengan membuat surat perjanjian diatas materai yang ditanda tangani suami supaya dia tidak lagi berbuat kasar terhadap saya. Akan tetapi suami saya tetap tidak berubah.

Seperti kejadian yang saya alami baru-baru ini, suami saya marah-marah & menampar saya didalam mobil. Itu hanya karena waktu itu saya buka Facebook & suami tiba-tiba meminta HP yang saya pegang & Facebook tsb belum saya tutup, sehingga suami membaca tulisan di Facebook saya tentang kata ‘Janji’. Padahal sebenarnya itu adalah obrolan  dengan teman facebook yang meminjam uang dari saya yang berjanji akan membayarnya setelah lebaran selesai, yang  kemudian saya menagihnya agar dia mengingat janjinya.

Tetapi suami saya langsung berpikiran negative & mengatakan bahwa saya selingkuh dengan orang lain karena kata ‘janji’ itu.  Kemudian dia juga tambah marah ketika melihat banyak teman saya di facebook. Dia  meminta nomor telepon semua teman-teman tsb, padahal itu hanyalah teman dan saya tidaklah mengenal atau mempunyai telepon mereka semua. Harap Ibu ketahui, bahwa suami saya memang kurang paham soal Facebook dan kemajuan komunikasi.

Itu membuat dia marah-marah dan menampar saya. Akhirnya saya keluar dari mobil dan lari ketakutan untuk meminta pertolongan. Saya beruntung karena kebetulan kejadian itu adalah di depan kantor tempat saya dilindungi sekarang.  Akan tetapi  sampai sekarang saya masih takut terhadap suami saya yang kasar ini. Apa yang harus saya perbuat? Saya tidak ingin bercerai dan juga tidak ingin berpisah dengan anak-anak. Hanya ingin dia berubah dan tidak mengulang perbuatannya.

 

Jawab:

Ibu, kami prihatin mendengar kisah Ibu. Sifatnya sepertinya sulit berubah, meski sudah pernah diperingatkan oleh Keluarga Besar. Hal ini sepertinya diperburuk oleh kenyataan kurangnya pemahaman terhadap kemajuan alat komunikasi akhir-akhir ini. Menurut pandangan kami, perilaku kekerasan memang sulit berubah, dan sering berulang, bahkan bisa semakin buruk. Salah satu yang bisa dilakukan adalah memberi informasi kepada suami Ibu bahwa perilaku buruknya dapat berakibat kepada perkembangan anak-anak, selain membuat Ibu juga tertekan. Selain itu, mungkin suami Ibu tidak tahu bahwa kelakuannya sebenarnya diancam hukum UU PKDRT mengenai kekerasan fisik dan psikis.

Hal ini diperburuk dengan banyaknya kasus akibat facebook akhir-akhir ini, yang pasti juga didengar suami Ibu. Saran kami, mintalah kepada Lembaga yang melindungi Ibu untuk mengirim surat peringatan kepada suami Ibu agar dia memahami pasal-pasal yang dapat dikenakan terhadap perbuatannya. Kemudian, agar suami Ibu datang mendiskusikan mengenai keluarga Ibu ke depan, sehingga berbagai prasangka dapat dijelaskan dengan baik, dan ada janji perbaikan ke depan. Lembaga yang melindungi Ibu sebaiknya memonitor perkembangan agar tidak terulang masalah-masalah kekerasan. Anak-anak juga sebaiknya Ibu didik agar memahami bahwa tindakan kekerasan adalah kriminal, sehingga mereka mengerti bagaimana bersikap apabila Bapaknya melakukan tindakan-tindakan kekerasan. Semoga saran kami ini berguna, salam… (DL)

Foto Februari..14

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: