“Kewirausahaan Sektor Pangan & Sinergi Stakeholder dalam Wujudkan Ketahanan Pangan di Sumatera Utara” (Catatan dari Semiloka PESADA)

PESADA bekerjasama dengan ICCO Regional Office of South East Asia pada tanggal 10 September lalu mengadakan Seminar & Lokakarya “Meningkatkan Sinergi Stakeholder dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Sumatera Utara”.

Latar belakang dilaksanakannya acara ini adalah :

  • Kondisi ketahanan pangan di SUMUT, yang masih kekurangan pangan & mengkhawatirkan.
  • Berkurangnya produksi pertanian pangan kita disebabkan berbagai faktor mulai dari semakin meningkatnya jumlah penduduk, perubahan iklim, persaingan bisnis sektor pangan, dan alih fungsi tanah
  • Ketidakstabilan harga pangan.

Acara ini dihadiri 80 orang (54 Pr dan 26 Lk), dari LSM dan dampingan, yaitu PESADA, HAPSARI, Petrasa, CDRM CDS, JAPPSA,GEMMA, KSPPM, Bitra, SPI Sumut, Serikat Tani Dairi, YAK, PHRI, Kadin Sumut, Dinas pertanian Gunungsitoli, Humbahas dan Kab. Dairi, APINDO, BKP, Biro PP & Anak Provsu, Media (Kompas, SINDO, Sumut Pos, Star News), Konsumen Organik, UHN Medan, USU.

Kriteria peserta adalah dari pemerintah setempat yang terkait, ORNOP/LSM yang konsern untuk issu pertanian, organisasi petani, juga stakeholder terkait dalam dunia usaha, hal ini dimaksudkan agar ada kerjasama di antara pihak terkait untuk membantu peningkatan ketahanan pangan di Sumatera Utara dan memperluas jaringan kerjasama NGO dan Ormas Petani dengan dunia usaha.

Rangkaian acara adalah sbb. :

  • Dimulai dengan pembukaan acara secara resmi oleh DE PESADA,  kemudian perkenalan ICCO yang konsern untuk penanggulangan kemiskinan dan ketidak adilan salah satunya melalui isu pertanian.
  • Berlanjut dengan pameran produk pangan organik/selaras alam, ini adalah hasil dari pertanian kelompok dampingan dari beberapa lembaga yaitu PESADA, CDRM CDS, HAPSARI, PETRASA, JAPPSA, produk – produk yang dipamerkan antara lain adalah sayur-sayuran (kangkung, kacang panjang, bayam, sawi manis, dll), produk kemasan (minyak kelapa, madu, kopi, keripik, kecap manis), beras merah, dll. Produk-produk ini juga diperjual belikan. Pameran ini cukup meriah, peserta mempunyai kesempatan untuk lebih mengenal produk-produk yang alami & tentunya lebih sehat.
  • Selanjutnya adalah diskusi panel dengan menghadirkan 3 narasumber yaitu Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumut, Badan Pusat Statistik, dan dari Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS).
  • Terakhir adalah berdiskusi mengenai kewirausahaan dan peluang bisnis pangan lokal dan bagaimana hal ini didukung oleh teknologi produksi yang murah, mudah, ramah lingkungan serta memiliki manfaat yang tinggi bagi masyarakat.

 Apa saja hal penting dari narasumber?

Inilah dia:

  • Untuk membangun ketahanan pangan banyak aspek yang harus diperhatikan, program manggadong untuk mengurangi konsumsi beras mengganti dengan umbi-umbian. Karena konsumsi beras terlalu tinggi namun konsumsi umbi-umbian kurang. Sehingga strategi yang dilakukan kampanye menggadong untuk menaikkan komsumsi umbi-umbian. Hal ini berguna untuk meningkatkan cadangan beras.
  • Pengolahan tepung tapioka menjadi bakeri pengganti terigu. Mengurangi penggunaan terigu karena bisa menghemat dan terigu selalu diimpor dari luar.
  • P2KP pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayur di pekarangan rumah. Sehingga program ini diharapkan kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan memanfaatkan lahan pekarangan.
  • UU Pangan & Perlindungan & Pemberdayaan Petani, yang mengatur  bagaimana melakukan penganekaragaman pangan, mengatasi krisis pangan, distribusi, pemasaran, stabilisasi  harga, dan merekomendasikan untuk membentuk lembaga pangan yang baru. Ini nantinya berfungsi mengelola cadangan pangan pemerintah dan didukung sarana, jaringan dan infra struktur secara nasional.
  • Dari data BPS diduga 40% masyarakat Sumut miskin, sehingga apabila program ketahanan pangan yang bergulir dari pemerintah berjalan dengan baik, hal ini akan sangat membantu.

Selanjutnya, inilah points dari hasil diskusi :

  • Kondisi di lapangan & data-data menunjukan ada persoalan ketahanan pangan, ada pergeseran lahan, profesi petani semakin berkurang.
  • Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai mengolah pangan dan membuat diversifikasi pangan.
  • Lemahnya produk ketahanan pangan (produk pangan yang gagal, harga tidak stabil)
  • Permodalan bagi petani, sehingga tidak bergantung pada tengkulak/toke.
  • Masyarakat masih minim pengetahuan dan kemauan untuk diversifikasi makanan/pangan.
  • Minimnya ketersediaan bahan pangan yang beragam di pedesaan.
  • Areal perkebunan yang semakin luas yg tidak relevan dengan kebutuhan pangan.
  • Tantangan bagi petani kita untuk  bergerak, hasilnya tidak hanya cukup untuk dikonsumsi tetapi bergerak ke industry.
  • Bagaimana memotivasi dan mendampingi petani untuk mempunyai kemampuan bisnis dalam mengembangkan produk pertaniannya.
  • Pengalaman keberhasilan di suatu daerah yang berhasil bisa replikasikan ditempat lain agar bisa berkembang.
  • Kewirausahaan bisa didorong dengan berbasis komunitas dengan memanfaatkan jaringan yang ada.
  • Masyarakat sipil pendamping petani perlu duduk bersama dengan pemerintah untuk merancang satu kegiatan bersama untuk meningkatkan kewirausahaan para petani.
  • Teknologi yang ada jangan sampai menghilangkan kearifan lokal dan ini perlu dijaga.
  • Melalui kebun keluarga, setiap keluarga memiliki pemahaman tentang ketahanan pangan dan makanan sehat, mengurangi belanja konsumsi dan ada tambahan pendapatan keluarga dari hasil penjualan kebun keluarga

Tindak Lanjut seminar dan diskusi ini:

  • Terjalin kerjasama antara JAPSA dengan petani perempuan penghasil sayuran organic.
  • Pemerintah di 3 kabupaten (Dairi, Humbang Hasundutan, Nias) akan bekerja sama dengan NGO di daerah masing-masing untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
  • Terbangunnya komunikasi yang baik antara pemerintah, akademisi dan petani khususnya dalam menggunakan teknologi tepat guna untuk pengolahan paska panen produk pangan.

Semoga semua point dari Semiloka ini bisa menguatkan kerjasama semua pihak untuk terjaminnya ketahanan pangan di SUMUT. (RKS)

Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: