Konsultasi

Tanya:

Ibu, saya tinggal di jakarta, tapi boleh saya konsultasi kan?! Saya sudah menikah selama 10 thn, belum punya anak. Saya mengalami keguguran 3 x, operasi kista 2 x, dan sudah banyak berobat; termasuk juga pengobatan alternatif. Suami saya selalu  bertanggung jawab untuk membiayainya.

Namun, jika suami sedang marah, dia selalu menyebut apa saja yang sudah dia berikan. Dia minta timbal balik, agar saya selalu menuruti apa kemauannya. Kadang saya tidak mengerti apa maunya. Dia bisa saja marah karena apa saja, bahkan karena hal sepele.

Saya sudah berusaha untuk maksimal mengerjakan semuanya. Suami sering bilang jika sedang marah, bahwa kalau saya tidak mau menuruti kemauannya, lebih baik saya pulang saja ke rumah orang tua, atau pergi kemana saja. Kadang jika sudah tidak tahan, saya membela diri tetapi suami malah tambah marah. Hingga saya pernah ditampar, dicekik, dibanting dan kepala saya dipukuli. Yang terakhir terjadi saat bulan puasa tahun ini.

Saya dan suami tinggal bersebelahan dengan kakak ipar perempuan & mertua. Pernah saya kabur ke rumah orang tua saya, yang tidak terlalu jauh dari rumah kami. Tetapi orang tua menyarankan agar saya kembali ke rumah, karena suami sudah minta maaf. Hubungan saya dengan mertua juga kurang baik, mertua tidak suka karena saya belum bisa memberikan keturunan. Mertua pernah juga bilang ke tetangga bahwa suami saya disuruh kawin lagi biar punya keturunan.

Sebetulnya saya sudah tidak kuat, saya ingin meninggalkan suami, namun kasihan juga karena saya belum bisa memberikan dia keturunan. Karena masih cinta, saya bertahan. Tetapi saya tidak kuat kalau lihat emosinya yang sering meledak-ledak.

Saya tidak mau menuntut suami, karena suami sebenarnya cukup bertanggung jawab dalam menafkahi hidup saya. Sekarang saya ingin bekerja saja di luar negeri, ikut dengan sepupu di Qatar. Tapi sebenarnya saya ragu, karena pikiran untuk bekerja di luar dan meninggalkan suami adalah suatu kesalahan dan tidak seharusnya dilakukan. Bagaimanapun, saya merasa bahwa belum bisa memberikan keturunan adalah kesalahan saya juga.

 

Jawab:

Ibu, kami cukup prihatin dengan masalah yang Ibu hadapi. Ketidak mampuan mempunyai keturunan tidaklah 100% kesalahan Ibu. Kesehatan Ibu juga bisa dipengaruhi oleh kesedihan yang Ibu alami. Sementara kebiasaan suami yang sering marah dan bahkan memukul pada dasarnya tidak bisa diterima. Tidak ada alasan untuk suami Ibu melakukan hal-hal tersebut. Itu adalah kekerasan dalam Rumah tangga (KDRT), yang sebenarnya merupakan tindakan yang dilarang oleh hukum kita (UU PKDRT no 23 tahun 2004).

Kami mengerti perasaan Ibu yang tidak ingin mengadukan kelakuan suami, juga tidak ingin pergi ke LN untuk bekerja. Menurut pendapat kami, coba Ibu bicarakan dengan suami; apakah sebenarnya yang membuat dia menjadi begitu kasar? Apakah karena tidak mempunyai keturunan? Apakah kesulitan ekonomi? Apakah karena dia malu kepada keluarganya atau kepada para tetangga? Sampaikan juga secara halus, apakah lebih baik Ibu bekerja supaya tidak di rumah terus dan membuat komunikasi mungkin jadi buruk? Atau adakah sebenarnya niat suami  menikah kembali untuk keturunan?

Kami pikir, berkomunikasi dengan hati-hati bisa Ibu coba, dan kalau tidak berhasil dapat Ibu libatkan seseorang dari pihak keluarga Ibu dan dari keluarganya untuk bersama-sama membicarakannya dengan lapang dada.

Dari pembicaraan ini, mudah-mudahan suami Ibu dapat dengan jujur menyampaikan apa yang ada dalam hatinya. Suami Ibu harus tahu bahwa kelakuannya adalah melanggar hukum, bahwa tidak adanya keturunan bukanlah kesalah Ibu 100%, dan bahwa selalu ada kemungkinan untuk mengangkat anak (adopsi), dll yang dapat menyelesaikan masalah ini.

Bila akhirnya Ibu memutuskan untuk bekerja di Qatar, pastikan Ibu mengikuti seluruh proses yang sah untuk berangkat. Perusahaan penyalur harus resmi, demikian juga surat-surat Ibu dan semua dokumen perjalan, termasuk kontrak di sana. Kami sarankan juga agar Ibu segera menghubungi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta. Jl. Raya Tengah No.31 Rt. 01/09, Kramatjati, Jaktim 13540. Ph: 021-87797289 Fax: 021-87793300. Ini penting agar ada lembaga yang dekat dengan Ibu untuk memonitor semua tindak lanjut konsultasi ini. Semoga semua berjalan baik, salam dari kami (KL/DL)

Foto Februari..14

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: