Perayaan hari anak Perempuan, Hari Perempuan Pedesaan dan Hari anti kemiskinan Global

Latar belakang.

Bulan Oktober adalah bulan yang istimewa. Setiap tahun seluruh dunia merayakan Hari Perempuan Pedesaan di tanggal 15 dan Hari Anti Kemiskinan Global di tanggal 17.

Hari Perempuan Pedesaan untuk pertama kali ditetapkan PBB melalui resolusi 62/136 pada 18 Desember 2007, dan setelah itu dirayakan setiap tahun di seluruh dunia. Perayaan ini dimaksudkan untuk menyadarkan dunia mengenai peran penting perempuan pedesaan termasuk perempuan suku asli dalam mengembangkan pertanian dan pedesaan, serta meningkatkan ketahanan pangan dan menghapus kemiskinan di pedesaan.

Dalam hal kemiskinan, PBB juga berinisiatif untuk mengeluarkan resolusi no. 47/196 tertanggal 22 Desember 1992, yang menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Anti Kemiskinan Sedunia (International Day of Eradication for Poverty)- yang diperingati oleh warga dunia hingga saat ini.

Hingga kemudian secara khusus sejak tahun 2011, PBB telah mengadopsi Resolusi 66/170 yang mendeklarasikan 11 Oktober sebagai Hari Anak Perempuan Internasional. Ini dimaksudkan sebagai pengingat akan hak-hak anak perempuan dan tantangan khusus yang dihadapi anak perempuan di seluruh dunia.

Untuk tahun 2013, thema untuk Hari Anak Perempuan adalah “Innovating for Girls Education” atau Pembaharuan untuk pendidikan Anak Perempuan. Sementara itu berbagai hal berhubungan dengan keberadaan anak perempuan dan situasi pendidikan di Indonesia menunjukkan betapa rentan posisi anak perempuan. Kekerasan yang dialami anak perempuan khususnya kekerasan seksual meningkat tajam, sementara kemiskinan telah semakin membuat posisi anak perempuan dan perempuan umumnya termarjinalkan dari segala sumberdaya.

Oleh karena itu para aktivis perempuan beserta pegiat pendidikan melaksanakan bulan Perayaan Hari Anak Perempuan, Perempuan Pedesaan dan Kemiskinan dengan berbagai kegiatan yang bersifat mempromosikan, mendidik dan menyadarkan publik mengenai Hak-hak Azasi Anak Perempuan, Perempuan Pedesaan; khususnya masalah-masalah khusus yang dihadapi dan kemiskinan yang semakin memburuk serta  mempengaruhi pemenuhan hak-hak azasi perempuan dan anak perempuan.

Aktivis Membangun Kesadaran Masyarakat.

Adapun hasil yang diharapkan dari Perayaan ini adalah “Terbangunnya kesadaran seluruh masyarakat dan Pemerintah, khususnya orang-tua, orang dewasa, dalam melihat masalah khusus yang dihadapi anak-anak perempuan; serta memahami pentingnya perubahan cara pandang terhadap anak-anak perempuan, peran strategis dan tantangan yang dihadapi perempuan pedesaan dan terjadinya pemiskinan terhadap perempuan. Dengan terbangunnya kesadaran dan pemahaman, diharapkan adanya komitmen untuk menerapkan sistim pendidikan yang dilandaskan atas HAM, peka gender, pendidikan dan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas; baik di keluarga maupun di lembaga pendidikan formal, informal dan non formal”.

Bersamaan dengan itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat solidaritas antar perempuan mengenai berbagai issue khususnya Kepemimpinan dan Representasi Perempuan serta Pemiskinan Perempuan di SUMUT.

Aktivis Perempuan SUMUT sebagai Pelaksana.

Keseluruhan kegiatan ini dilaksanakan oleh team pelaksana Kelompok Aktivis Perempuan SUMUT yang terdiri dari: Dewi Hairani, Dina Lumbantobing, Helvi Adriany, Khairiah Lubis, Lusi Lubis, Meuthia Fadilla, Rahmawani S, Nurlela Johan, Ranggini, Reni Andriani, Siti Nurbaya, Timo Dahlia, dan perwakilan HAPSARI.

Team Pelaksana sedang Rapat Persiapan

Team Pelaksana sedang Rapat Persiapan

Sebagai team, pembagian tugas adalah sesuai kegiatan; dengan dukungan administrasi dan keorganisasian sesuai kebutuhan dari individu dan lembaga pendukung (Forum Jurnalis Perempuan, KIPPAS, KPAID, PESADA, PGPSA-UNIMED, HAPSARI, dll.)

Pendidikan Publik melalui Radio & Diskusi

Adapun kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan adalah fokus kepada media, baik elektronik dan cetak. Kegiatan pertama diawali dengan diskusi di Harian Tribun Medan tanggal  7 Oktober 2013, yang diikuti oleh; Sumiati Surbakti, Helvi Andriany, Timo Dahlia Daulay, Ranggini, Kholida Lubis, Dewi Hairani. Diikuti dengan talkshow di Lite FM dan Radio Kardopa (11 Oktober) dengan pembicara: Ika Zaleha/PESADA, Helvi  Adriany (KPAID) dan Ranggini (TVRI); serta di M Radio dan Radio Hapsari pada tanggal 12 Oktober oleh Helvi  Adriany dan Timo Dahlia Daulay (PAKKAR).

Kelompok Aktivis perempuan SUMUT melakukan Dialog di Harian Tribun dalam memperingati "Hari Anak Perempuan" 7 Oktober 2013

Kelompok Aktivis perempuan SUMUT melakukan Dialog di Harian Tribun
dalam memperingati “Hari Anak Perempuan” 7 Oktober 2013

Sedangkan untuk TVRI, dilakukan pada pada tanggal 8 Oktober dengan pembicara: Helvi Adriany (KPAID), Timo Dahlia Daulay (PAKKAR), Rusmawaty (Hapsari) dan Irna Nauli (Psikolog).

Selain itu dilaksanakan Penyadaran Gender untuk Mahasiswi Fak. Komunikasi USU pada tanggal 21 Oktober yang diikuti oleh 41 mahasiswi dan difasilitasi oleh Dina Lumbantobing, Lusi dan Reny.

Puncak Perayaan.

Puncak perayaan ini berakhir di Perayaan ULTAH PESADA, di mana para aktivis perempuan SUMUT berbaur dengan perwakilan kelompok dampingan PESADA berdialog untuk mengenali masalah-masalah khusus yang dihadapi perempuan pedesaan dan masyarakat miskin, serta menyampaikan evaluasi Aktivis terhadap Anggota DPD. Meski perayaan Oktober telah berakhir, para Aktivis kemudian bersiap menyambut 16 hari Aktivisme, di mana mulai 25 November sampai 10 Desember akan kembali diadakan berbagai kegiatan untuk penyadaran dan pendidikan publik mengenai Kekerasan terhadap Perempuan. DL

Diskusi dan Evaluasi perayaan hari anak Perempuan di KPAID  bersama dengan Kelompok aktivis Perempuan, tanggal 12 Oktober 2013

Diskusi dan Evaluasi perayaan hari anak Perempuan di KPAID
bersama dengan Kelompok aktivis Perempuan, tanggal 12 Oktober 2013

Explore posts in the same categories: Seputar Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: