Konsultasi

Tanya:

Nama saya N Hutasoit berusia 19 tahun di jl. P Sidikalang. Saya punya pacar namanya M Saragih (23 Tahun). Kami berkenalan hanya seminggu dan langsung pacaran. Saya selalu dibujuk dan dirayu pacar saya untuk melakukan hubungan suami istri, tapi saya selalu menolak. Pacar saya selalu berjanji akan bertanggung jawab, dan pacar saya selalu mengatakan bahwa itulah bukti keseriusan dia sama saya.

Akhirnya pada bulan November 2013 kami melakukan hubungan suami istri sampai dua kali, dan yang kedua saya sampai mengalami pendarahan dan sempat dirawat di rumah sakit. Ketika saya menghubungi pacar saya untuk memberitahukan keadaan saya, pacar saya langsung mengatakan kepada saya bahwa dia tidak mengenal saya.

Pada saat itu juga keluarga saya mengadukan ke polisi, namun pacar saya itu lari dan belum ditemukan dimana keberadaannya. Keluarga saya mencoba mendatangi keluarga pacar saya itu, namun informasi yang didapatkan adalah bahwa pacar saya itu tidak dipedulikan keluarganya lagi. Ini karena tingkah lakunya tidak bagus dimata keluarganya dan dia tidak berada dikampung lagi.

Saya merasa bingung dan tidak tahu lagi apa yang harus saya perbuat, saya kuatir dan selalu timbul dibenak saya “saya tidak perawan lagi”, “hidup saya tidak berharga lagi di dunia ini. Saya malu sama teman-teman saya apalagi saya sudah mengecewakan keluarga saya.

Jawab:

Untuk N Hutasoit, saya sangat prihatin dengan keadaan yang kamu alami saat ini, dan saya bisa rasakan apa yang kamu alami. Sangat bagus bahwa keluarga kamu langsung melaporkan ke polisi. Biarlah polisi yang berkewajiban untuk menindaklanjuti kasus ini. Saya sangat berharap kamu bisa lebih berpikir positif, tidak depresi, marah dan sakit hati sampai kamu melukai dirimu sendiri. Karena bukan ini akhir segalanya dalam hidup. Berpikir positif yaitu meyakinkan diri sendiri bahwa kamu tidak salah baik dari segi perilaku, pakaian maupun penampilan fisik yang membuat pacar kamu tergoda untuk melakukan hubungan ini. Hilangkan pikiran yang menyalahkan diri sendiri.

Kalau masalah perawan atau tidak perawan, sebenarnya bukan suatu hal yang penting dalam hidup perempuan. Apalagi dikatakan lagi kalau tidak perawan tidak berharga di masyarakat. Persoalan ini berakar dari budaya patriakhi yaitu budaya yang mengutamakan dan mengunggulkan laki-laki, serta melemahkan dan menomor duakan perempuan termasuk juga dalam hal perawan dan tidak perawan ini. Bukan hal ini yang menjadi tolak ukur seorang perempuan berharga atau tidak dan bisa menikmati hidup yang sesungguhnya. Hidup kita berharga dimata Tuhan apapun keadaan kita asalkan kita mau memperbaikinya. Hilangkan perasaan bahwa tidak ada lagi laki-laki yang sayang sama kamu dan merasa dikucilkan. Buatlah ini menjadi privasi dalam dirimu sendiri yang tidak perlu di beritahukan sama siapa pun juga. Semoga kamu bisa memahaminya.

Foto Februari..14

Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: