Catatan PESADA Melewati 85 tahun Hari Ibu dan Tahun 2013 “Pergerakan Perempuan dan Rakyat Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan di 2014 Harus Semakin Dikuatkan” Siaran Pers No. 127/C.7/KWCCS/PESADA-Mdn/I/2014

Tahun 2013 baru saja berlalu, dan pada akhir tahun Indonesia merayakan 85 tahun Hari Ibu, atau yang di dalam pemahaman Aktivis adalah Hari Pergerakan Perempuan Indonesia. Ibu dipahami sebagai perempuan yang harus dihormati, lepas dari batasan status perkawinan ataupun mempunyai anak atau tidak.

Meski 85 tahun sudah Hari Ibu diperingati, tetapi Kekerasan Terhadap Perempuan/KTP di SUMUT tetap tinggi. Di penghujung  2013, WCC Sinceritas PESADA mencatat melonjaknya angka pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan hingga 50%. Dari rata-rata 100 kasus yang ditangani per tahun, di tahun 2013 terdapat 150 kasus yang didampingi langsung.

Bila merujuk pada definisi KTP, terdapat 91 kasus KDRT , 57 Kekerasan Fisik, 42 Kekerasan Seksual, 27 Kekerasan Ekonomi dan 24 Kekerasan Psikis. Ini berarti KDRT merupakan kasus tertinggi (60,06%), yang didalamnya telah termasuk ‘marital rape’ atau perkosaan dalam perkawinan; disusul dengan Kekerasan Seksual (28%) yang didalamnya termasuk pencabulan dan kekerasan dalam pacaran.

Rumah tangga yang pada dasarnya adalah institusi yang harusnya menjadi rumah yang aman bagi perempuan, ternyata menjadi arena di mana kekerasan terjadi kepada para isteri. Meskipun secara statistik menunjukkan angka 91 kasus, tetapi yang luput dari pemahaman publik adalah bahwa setiap bentuk kekerasan, terutama KDRT dan Seksual, berimpit dan tidak bisa dipisahkan dari Kekerasan Psikis.

Mengalami kekerasan dari orang yang dicintai atau terdekat (KDRT, Kekerasan Dalam Pacaran/KDP), serta mengalami kekerasan terhadap alat-alat reproduksi yang sebenarnya adalah bagian tubuh dan peran penting untuk kemanusiaan (Kekerasan seksual) menjadi indikator apakah masyarakat dan terutama laki-laki menghormati Ibu atau Perempuan.

 Sejajar dengan data tersebut, hasil klipping dari 1 koran lokal saja menunjukkan jumlah kasus adalah 309 kasus. Bandingkan dengan klipping dari 2 koran lokal tahun 2012, yang berjumlah 382 kasus. Data tertinggi adalah kekerasan Seksual sebanyak 200 kasus, dan Kekerasan Fisik sebanyak 105 kasus.  Dari segi umur korban, terdapat  157 kasus (51%) anak perempuan. Ini menunjukkan betapa buruknya kekerasan seksual yang menimpa perempuan di SUMUT. Sementara KDRT cenderung ditutupi dan lebih memilih untuk langsung mengadu ke lembaga perempuan seperti WCC Sinceritas-PESADA.

Berdasarkan pergerakan data setiap tahun serta pengalaman WCC Sinceritas – PESADA di lapangan, data di atas merupakan fenomena gunung es. Artinya di balik data yang ada sebenarnya masih banyak perempuan korban kekerasan yang belum/tidak melaporkan atau mengadukan kekerasan yang dialaminya dengan berbagai alasan. Meski hukum telah ada, aparat penegak hukum telah mulai bergerak, dan keberanian sebagian perempuan muncul untuk mengadukan; masih banyak kasus yang tidak terlaporkan ataupun diliput media. Dari setiap satu perempuan yang melaporkan KTP, WCC Sinceritas-PESADA yakin paling tidak ada 9 perempuan di belakangnya yang tidak melaporkan

Oleh karenanya dengan ini WCC Sinceritas-PESADA menyerukan agar di tahun 2014 ini, seluruh perempuan dan rakyat bergerak melawan segala bentuk KTP, di manapun dan siapapun pelakunya..

Mari kita bersama melawan segala bentuk KTP. Pergerakan perempuan sebagaimana dimulai oleh pendahulu kita di tahun 1928 harus dapat menguatkan kita unt terus bergerak melawan. Kita masuki tahun 2014 dengan satu prinsip :“Pergerakan Perempuan dan Rakyat Melawan KTP Harus Semakin Dikuatkan”

Medan, 2 Januari 2014

Dina Lumbantobing, Koordinator WCC Sinceritas – PESADA

Explore posts in the same categories: Seputar Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: