Konsultasi

Tanya:
Nama saya R, umur saya 16 tahun. Saya seorang pelajar di salah satu sekolah tingkat menengah, dan saat ini sudah kelas sepuluh. Saya punya pacar, berumur 27 tahun. Pacar saya ini sudah mempunyai istri. Kami masih ada hubungan keluarga sebenarnya, dan saya memanggilnya “Uda”.
Ceritanya berawal pada bulan September 2013, di mana pacar saya ini sering menghubungi ke nomor saya. Pada saat itu juga dia mengajak saya pacaran. Awalnya saya menolak karena dia mempunyai istri, tetapi karena dia selalu membujuk saya, akhirnya kami pacaran.
Pada bulan Oktober 2013 saya diajak ketemuan di salah satu tempat, di mana pada saat itu saya hendak pergi ke Gereja untuk latihan koor. Kira-kira pukul 17.30 Wib saya menjumpai pacar saya itu. Pacar saya langsung membawa saya ke salah satu ruangan dan dia membuka baju saya dan menyetubuhi saya. Dia mengancam saya supaya tidak memberitahukan kepada istri dan keluarga saya tentang kejadian tersebut.
Kejadian ini berulang, yaitu kira-kira bulan November 2013 pacar saya itu datang kerumah saya. Kebetulan hanya saya dirumah, pacar saya langsung membawa saya kedalam kamar dan dia melakukan hubungan suami istri kepada saya.
Pada bulan Desember 2013, saya sering-sering mengalami nyeri diperut dan sering mimisan. Pada saat itu juga orang tua saya membawa saya berobat ke Siantar. Dokternya mengatakan kalau saya hamil 3 bulan. Saya sangat terpukul sekali melihat keadaan saya. Pada saat itu juga orang tua saya memaksa saya untuk memberitahukan siapa yang melakukan hal tersebut kepada saya. Akhirnya saya memberitahukannya, sehingga orang tua saya melaporkan kejadian ini ke polisi.
Sekarang lagi diproses di tingkat kepolisian. Saya sekarang hamil 5 bulan. Pertanyaan saya adalah, bagaimana nantinya kalau pacar saya itu tidak mengakui janin yang saya kandung? Dan sekarang ini saya sangat malu melihat teman-teman sekolah saya dulu, dan sudah membuat malu keluarga besar saya. Apakah saya bisa melanjutkan pendidikan lagi? Apakah masih ada laki-laki kelak yang mau sama saya? Bagaimana dengan anak yang saya kandung sekarang ini? Kalau saya sebenarnya ingin sekali menggugurkan janin ini, tetapi orang tua saya tidak menyetujuinya.

Jawab
Saya sangat prihatin melihat keadaan kamu sekarang, saya bisa merasakan apa yang kamu alami pada saat ini. Kamu tidak perlu merasa bersalah dalam masalah ini, karena kamu masih anak-anak. Orang dewasalah yang berkewajiban melindungi anak-anak, bukan melakukan hal yang seperti yang kamu alami pada saat ini.
Kalau kita melihat kedepannya, masalah anak yang kamu kandung memang dari segi kesehatan keduanya bermasalah, meneruskan kandungan ataukah menggugurkan. Secara hukum menggugurkan memang dianggap kejahatan, tapi bila alasan kuat dan menyampaikan secara terbuka kepada klinik yang memang sah sebagai tempat menggugurkan, maka hal ini bisa ditempuh. Untuk itu tempat konsultasi yang baik adalah di PKBI SUMUT, di Medan.
Tetapi bila ingin meneruskan kehamilan, juga bisa ada masalah, karena kamu masih terlalu muda. Apapun keputusanmu nantinya, sebaiknya semua dilakukan berdasarkan pendampingan orang dewasa dan lembaga perlindungan perempuan.
Kalau kamu ada niat untuk melanjutkan pendidikan, bisa diupayakan mencari sekolah yang bersedia memberi pendidikan di rumah (home schooling).
Hilangkan perasaan bahwa tidak akan ada lagi laki-laki yang sayang sama kamu dan merasa dikucilkan. Kejadian ini bukanlah kesalahanmu saja, tapi yang pertama bersalah adalah laki-laki dewasa yang telah memanfaatkan umurmu yang masih muda. Mengenai kekhawatiranmu tentang keperawanan, kita bisa ulas di bulletin nomor berikut ya? Ingatlah, harga seorang manusia bukanlah terletak di keperawanannya. Tetapi di kemampuannya menjalani kehidupan dengan bertanggung-jawab. (SS/DL)

12

Iklan
Explore posts in the same categories: Konsultasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: