Catatan dari hasil Kegiatan Rapat Anggota Tahunan CU Pesada FAOLALA Perempuan Nias (CU PFPN)

Tanggal 12-13 Maret 2014 bertempat di Hotel Charlita Gunungsitoli Selatan dilaksanakan RAT CU PFPN. RAT kali ini adalah Laporan pertanggungjawaban Dewan Pimpinan dan Dewan Pengawas mengenai Ini merupakan RAT ke-4 setelah berbadan Hukum. Sebagai informasi bahwa CU PFPN telah berbadan hukum di tingkat propinsi dengan dikeluarkannya pada tahun 2011 CU Pesada FAOLALA Perempuan Nias telah berbadan hukum di tingkat propinsi yang disahkan dengan dikeluarkannya Badan Hukum pendirian Koperasi Wanita Pesada FAOLALA Perempuan Nias oleh Dinas Koperasi Propinsi Sumatera utara No. 518.503/161/BH/II/KK/2011. Maka sejak saat itu status kelembagaan CU Pesada FAOLALA Perempuan Nias berubah menjadi Koperasi Wanita Pesada FAOLALA Perempuan Nias (KOPWAN PFPN); walaupun dalam melaksanakan pendampingan masih tetap menggunakan kata CU PFPN karena familiar di kalangan anggota.
Di hari pertama dilaksanakan sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dimoderasi oleh Berliana Purba dengan Narasumber Bapak Desmon Sipayung sebagai Plth.JKN Kepulauan Nias yang menjelaskan mengenai JKN, bagaimana persyaratannya, prosedur untuk mengklaim apabila sakit dan iuran yang harus di bayar tiap bulan. Dalam sessi tanya jawab peserta menanyakan lebih mendalam mengenai pertanyaan seputar JKN dan pengalaman seputar kesehatan dengan menggunakan klaim asuransi yang pernah diberikan oleh Pemerintah sebelumnya oleh masyarakat (JAMPERSAL, ASKESKIN,dll).

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta:

  • Apakah dari keluarga PNS mendapt JKN (Jaringan Kesehatan Nasional)?
  • Berapa batasan jumlah anak yang boleh masuk BPJS?
  • Apakah Jamkesda dapat di peroleh Masyarakat umum
  • Bagaimana cara mengurus BPJS, Iuran, bagaimana bila tidak terdaftar di BPJS kemudian mengalami sakit?

Sedangkan pengalaman masyarakat saat sakit dengan menggunakan Asuransi yang disediakan oleh Pemerintah:

  • Peserta Jamkesmas tidak di perhatikan di RS, Pelayanan tidak maksimal
  • Kurang obat-obatan dan peralatan di Puskesmas

Kemudian Narasumber menjelaskan bahwa PNS otomatis masuk BPJS; yang di tanggung oleh BPJS sebanyak 4 orang (Ibu, bapak+3 anak).

Pendaftaran keanggotaan.
Peserta dapat mendatangi langsung BPJS yang berkantor di RSU Gunungsitoli (Samping Unit Gawat Darurat/UGD) dengan menyerahkan Fotocopy Kartu Keluarga (KK); KTP Suami/Istri; Fotocopy Surat Nikah; Fotocopy Akte Lahir Anak, Pas Photo warna ukuran 3×4 sebanyak 1 lembar dan Fotocopy SK dan Daftar gaji (Bagi PNS).
Apabila kita telah terdaftar menjadi peserta BPJS, maka yang menjadi tanggungan adalah 5 orang terdiri dari Ayah, Ibu dan 3 orang anak. Besarnya iuran tergantung dari besarnya pendapatan dan juga iuran yang kita berikan; misalnya Iuran BPJS Rp.25.500/bulan/0rang(kelas III), Rp.42.500(kelas II),Rp.59.500 (kelas I).
Apabila peserta BPJS telah membayar, maka akan di denda sebesar 2% + iuran yang disetorkan bulan pertama; Anak yg belum terdaftar di BPJS di daftarkan secara mandiri dan berlaku sejak membayar.
Untuk anak ke 4,dstnya sebaiknya dimasukkan dalam BPJS peroraangan. Untuk peserta yang sebelumnya telah terdaftar dalam JAMKESMAS dan JAMKESDA otomatis datanya masuk dalam BPJS karena iuran mereka telah ditanggung oleh Pemerintah daerah dan apabila mereka sakit, maka jatah kamar mereka di Kelas III.

Pendidikan Politik.
Setelah selesai Sosialisasi mengenai JKN dilanjutkan dengan pendidikan Politik menjelang PEMILU 09 April 2013 untuk seluruh Pengurus unit sekepulauan Nias. Adapun yang menjadi Thema adalah: “Dukung dan Menangkan Perempuan untuk Memperjuangkan Agenda Politik Perempuan”.
Di awal kegiatan Fasilitator meminta seluruh peserta untuk mendengar lagu PEMILU yang biasa di putar di RRI. Dari Lagu tersebut dapat diambil beberapa point bahwa PEMILU adalah untuk memilih wakil rakyat di DPR, DPRD dan DPD sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam Pancasila & UUD 45 yang dilakukan secara Jujur,Adil,Cermat Pemilihan yang dilakukan menggunakan cara Langsung,Umum,Bebas,Rahasia. PEMILU juga sesuai dengan amanat Pancasila sila ke-4 yakni bahwa kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat
Fasilitator juga menjelaskan bahwa PESADA dan CU PFPN akan tetap untuk memperjuangkan Perempuan untuk menjadi Pemimpin dan masuk dalam Politik. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dina Lumbantobing dan Fenueli Hia. Selesai menjelaskan mengenai Pendidikan Politik, juga diberikan waktu kepada para Caleg perempuan dampingan CU PFPN untuk berkampanye mengenai:

Dialog dengan CALEG Perempuan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama para CALEG yang berasal dari anggota CU. Fasilitator meminta pandangan Caleg tentang :

1. Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) khususnya KDRT,Seksual;
2. Kemiskinan Perempuan;
3. Kesehatan Reproduksi;
4. Perempuan di Masyarakat Adat.

Adapun Caleg Perempuan yang hadir dalam kegiatan ini antara Lain:
1. Yarlina Laoli, Partai PKB, No. Urut: 3
Daerah Pemilihan: Kabupaten Nias (mencakup wilayah Gido, Sogae’adu dan somolo-molo)
2. Roh Iman Wati Ndraha, Partai GERINDRA, No. Urut: 3
Daerah Pemilihan: Kabupaten Nias (mencakup wilayah Bawolato, Idanogawo & Ulugawo)
3. Samilia Zebua, Partai PKPI, No. Urut: 2
Daerah Pemilihan: Kota Gunungsitoli (Gunungsitoli Barat dan Gunungsitoli Selatan)
4. Neferlin Hias, Partai PKPI, No. Urut: 7
Daerah Pemilihan: Kab. Nias Barat-Mandrehe (Mandrehe Utara, Lolofitu Moi & Ulu Moro’o)
5. Agustina Lase, Partai PKPI, No. Urut: 1
Daerah Pemilihan: Kab. Nias Barat-Mandrehe (Mandrehe Barat, Moro’o, Lahomi & Sirombu)
6. Noveriana Zebua , Partai PKPI DAPIL II, No. Urut: 3
Daerah Pemilihan: Kab. Nias Barat-Mandrehe (Mandrehe Utara, Lolofitu Moi & Ulu Moro’o)

Caleg Agustina Lase (PKPI) menyebutkan bahwa bila dia terpilih menjadi anggota DPRD akan memperjuangkan Hak Rakyat (Perempuan) dan persamaan kedudukan antara laki-laki dan Perempuan yang selama ini mengalami banyak penindasan dan diskriminasi dalam bentuk Kekerasan. Sementara Noveriana, Noverlin dan Roh Iman wati mengangkat Isu Kesejahteraan Perempuan, Peningkatan Ekonomi,Pendidikan dan Kesehatan; Yuniria Zend mengenai Kebijakan keamanan,pelestarian Budaya, persamaaan hak perempuan untuk Mandiri dan Sejahtera; Samilia Zebua Mengenai:Terwujudnya keluarga yang beriman dan meningkatkan mental spiritual,solidaritas,selaras,serasi dan seimbang.
Setelah pemaparan Visi, Misi dan program prioritas yang akan diperjuangkan apabila terpilih, maka diberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya kepada para caleg. Adapun beberapa isu yang diangkat peserta saat bertanya adalah mengapa tidak mengangkat isu Pertanian; Uraian Tugas DPRD, hubungan Caleg dengan CU PFPN, cara mensejahterakan Masyarakat dan solusi untuk penanganan KDRT; Strategi yang dilakukan untuk menang.
Beberapa jawaban yang diberikan oleh para caleg bahwa untuk Pertanian kita harus memanfaatkan Organik agar tanah Nias tidak rusak. Perlu dilakukan kegiatan sosialisasi mengenai hak identitas Perempuan sebagai warganegara dan juga sosialisasi UU kepada seluruh masyarakat.

Hal yang paling penting segera dilaksanakan oleh Caleg menjelang PEMILU adalah; membuat contoh surat suara, melakukan sosialisasi, tidak melakukan korupsi jika terpilih dan belajar percaya diri,belajar dan bicara yang bagus.

Rencana Kerja CU.
Sebagai bagian penting dari RAT, seluruh peserta menyusun Rencana Kerja untuk wilayahnya masing-masing. Sebagai hasilnya, setiap wilayah mencantumkan RK sebagai berikut:

1. Penambahan anggota di setiap unit
2. Pemekaran unit
3. Kursus-kursus (Pembukuan, Pembuatan Pupuk Organik, Ekonomi Rumah Tangga, penyadaran gender,dll)
4. Penanganan kredit macet
5. Pemantau PEMILU
6. Pertemuan Wilayah
7. Peningkatan kapasitas Pengurus Unit

Untuk Rencana kerja DP/DPWS, adalah sebagai berikut:

1. Memastikan unit bermasalah dan kegiatan penabungan berjalan lancer Unit Bewa’auri dan Gowesoarota
2. Monitoring unit terutama unit bermasalah
3. Memastikan SOP berjalan untuk seluruh Personil
4. Menyelesaikan secara Hukum PU bermasalah
5. Pelatihan Analisa Keuangan
6. Rapat DP/Dpws 1×3 bulan
Sorenya dilaksanakan kegiatan keakraban antar pengurus unit dengan staf dan Dewan Pimpinan dan Dewan Pengawas.

Pengesahan Aturan.
Hari ke-2 dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan CU PFPN Tahun buku 2013 yang dihadiri oleh perwakilan Pengurus unit, Dinas koperasi, Lembaga-lembaga yang tergabung dalam Koalisi Peduli perempuan dan Anak Nias seperti Caritas Keuskupan Sibolga, Surf AID, Wahana Visi Indonesia, Holi’a’na’a.
Kemudian dilanjutkan dengan Laporan Dewan Pimpinan mengenai perkembangan CU PFPN dalam tahun Buku 2013 dan pengesahan aturan dan peraturan CU PFPN dan dilanjutkan dengan Dewan Pengawas mengenai perlunya dilakukan analisis pinjaman, tanggung renteng, perlu memperluas anggota ke wilayah lain. (BP)

Explore posts in the same categories: Seputar Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: