Pendidikan Mengenai Seksualitas PENTING (Catatan dari Diskusi Hasil Penelitian Kehamilan Tidak Diinginkan di Dairi)

PENDAHULUAN

PESADA sudah melaksanakan penelitian sejak pertengahan Januari hingga Maret 2014. Untuk memastikan data dan informasi yang diperoleh adalah sudah benar, maka PESADA melaksanakan diskusi awal hasil penelitian. Kegiatan diskusi hasil penelitian ini dilaksanakan di masing-masing lokasi penelitian yakni di kab. Dairi dilaksanakan di PUSDIPRA pada tanggal 30 April 2014
Diskusi ini bermaksud untuk menyampaikan hasil sementara dari penelitian ini, mengkritisinya serta sekaligus untuk memperoleh masukan; sehingga penelitian ini dapat menjadi dasar dari program PESADA untuk Issue Hak Kesehatan Reproduksi Perempuan. Diskusi ini juga memberikan kesempatan kepada peserta diskusi hasil penelitian untuk memberikan masukan, kritikan, tambahan informasi, sehingga semakin melengkapi hasil penelitian yang sudah didapatkan sebelumnya.

Adapun hasil yang diinginkan adalah:

  • Peserta mengetahui hasil penelitian di 2 (dua) lokasi yakni di Kabupaten Dairi dan Kabupaten Nias yang sudah dilaksanakan oleh PESADA.
  • Adanya poin-poin klarifikasi hasil penelitian di masing-masing lokasi penelitian.
  • Adanya masukan untuk program menindaklanjuti hasil penelitian.
Foto Seminar hasil Penelitian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), tanggal 28 April 2014 di Nias

Foto Seminar hasil Penelitian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), tanggal 28 April 2014 di Nias

 

Peserta yang hadir diskusi hasil penelitian di Kab.Dairi berjumlah 20 orang (17 orang perempuan, 3 orang laki-laki) terdiri dari perwakilan peserta FGD kelompok perempuan dan perempuan remaja, tokoh agama, tokoh adat, dukun/tukang pijat dari masing-masing lokasi penelitian. Adapun desa penelitian adalah Desa Pegagan Julu IV dan Rante Bes). Peserta dari FGD remaja ada 4 orang yang hadir. Perwakilan Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi juga menghadiri acara diskusi tersebut.

Proses
Diskusi diawali dengan pembukaan yang menjelaskan secara ringkas latar belakang dilakukannya penelitian, memperkenalkan tim peneliti PESADA, perkenalan dengan peserta, mengenal profil PERMAMPU sebagai Konsorsium 8 LSM Perempuan Sumatra yang bersama dengan PESADA melakukan penelitian di 8 propinsi. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian yang disampaikan oleh koordinator penelitian PESADA dan diskusi (klarifikasi hasil penelitian, tanya jawab, masukan untuk program PESADA ke depan). yang dilaksanakan per meja.

Poin diskusi adalah:

  1. Klarifikasi hasil penelitian, jika ada dan masukan/rekomendasi untuk program PESADA ke depan, kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
  2.  Diskusi per kelompok untuk menggali tambahan informasi khusus untuk rekomendasi ke depan.

 

Hasil Diskusi
Tanggapan peserta atas hasil diskusi :

  1. Secara umum menerima informasi hasil penelitian.
  2.  Khusus KTD3, perlu diperbanyak diskusi-diskusi akan resiko kehamilan di atas usia 35 tahun.Kesadaran/dampak buruk KTD, jika kehamilan tidak dilanjutkan (aborsi) untuk KTD1, KTD2 dan KTD3, terjadi perdebatan seru tentang aborsi. Di satu pihak, sangat menentang aborsi. “Silakan pelaku dihukum seberat-beratnya, kalau perlu hukuman mati, tetapi, kehamilan karena alasan apapun tidak boleh digugurkan”. Dipihak lain, menyatakan menyetujui aborsi untuk penanganan KTD3, karena itu merupakan sebuah kejahatan dan perbuatan yang sangat tidak manusiawi. Perempuan korban KTD3, jika tidak diaborsi, maka kejadian tersebut akan menghantui perempuan tersebut seumur hidupnya.
  3. Pandangan PKBI tentang pentingnya ibu-ibu mengetahui informasi tentang aborsi yang aman, ditentang oleh beberapa peserta. Menurut mereka, hal tersebut akan memberi kesan bahwa aborsi menjadi dilegalkan, sehingga akan semakin banyak perempuan yang mengalami aborsi. (Pandangan yang sangat bias, yang ditentang dari kelompok lain, bahwa perempuanpun berfikir berkali-kali untuk melakukan aborsi jika tidak perlu. Proses melakukan aborsi dilakukan secara bertahap, setelah melalui beberapa kali konseling).
  4. Tindakan tegas (sanksi jelas kepada siswa siswi jika hamil di usia sekolah), harus eksplisit.

 

Rekomendasi untuk PESADA :

  1. Penyadaran tentang resiko KTD1 kepada masyarakat (perempuan dan laki-laki).
  2. Penyadaran tentang alat kontrasepsi kepada masyarakat, perempuan dan laki-laki.
  3. Kerjasama PESADA dengan pemerintah dan tokoh adat.
  4.  Mendorong lahirnya aturan di sekolah-sekolah tentang Bimbingan Konseling agar tidak hanya mengurusi siswa-siswi yang dianggap bermasalah, tetapi juga memberikan pendidikan moral dan etika kepada siswa-siswi (focus kepada program pencegahan kenakalan remaja).
  5. Memberikan pendidikan seksualitas dan kespro secara regular ke semua sekolah.
  6.  Mendesak penegak hukum untuk hukuman berat terhadap pelaku kekerasan seksual (contoh : kebiri). (RKS/DL)

 

Explore posts in the same categories: Info Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: