Menikah [Resmi] Kembali Isbat Nikah di CU Pulau Pinang Jaring Halus

11 Juni, Sidang Isbat di CU Pulau Pinang Jaring Halus

11 Juni, Sidang Isbat di CU Pulau Pinang Jaring Halus

Cukup banyak ternyata orang yang tidak memahami betul mengenai pentingnya mendaftarkan pernikahannya baik di catatan sipil maupun Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Di banyak desa dampingan PESADA, personil menemui banyaknya pasangan yang hanya menikah secara adat, secara agama, atau secara adat dan agama. Ada yang pakai surat, ada yang tidak. Ada yang pakai surat tetapi hilang, ada pula surat yang tidak jelas keasliannya. Akibatnya identitas kependudukan terpengaruh. Posisi sebagai isteri, anak maupun hak-hak dan tertib administrasi menjadi tidak jelas. Hal ini terutama dialami oleh perempuan dan anak-anak. Oleh karenanya PESADA melakukan advokasi yang diberi nama “Hak atas Identitas’. Salah satunya adalah mengurus agar setiap pasangan mempunyai akte perkawinan sipil dan buku nikah. Salah satu wilayah yang memperoleh pendampingan adalah Jaring Halus.

Menikah agama, cukupkah?

Pulau Jaring Halus terletak di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Mata pencaharian penduduk disana adalah nelayan.

Banyak anggota masyarakat di sana yang sudah menikah tetapi tidak memiliki buku nikah. Alasannya beragam, mulai dari tidak merasa membutuhkan untuk memiliki buku nikah, sudah sah secara agama, malas untuk mengurusnya karena harus ke Stabat, tidak punya biaya, hingga pada tidak tahu apa manfaat jika sudah punya buku nikah.

Setelah melalui beberapa kali diskusi di kelompok, mereka mulai memahami pentingnya untuk memiliki buku nikah. Ini sesuai aturan di Indonesia, apabila pasangan suami-istri tidak memiliki buku nikah, maka dokumen kepedudukannya tidak dapat diterbitkan, perkawinan mereka tidak diakui negara termasuk bagi anak-anaknya. Hal ini juga berdampak negatif bagi anak-anak mereka yang membutuhkan dokumen kependudukan untuk urusan pendidikannya. Meskipun dokumen kependudukannya dapat diterbitkan, namun tidak dapat dicantumkan nama kedua orang tuanya, hanya nama ibunya.

Jadi, hal demikian akan menimbulkan beban mental bagi anaknya disebabkan pernikahan orangtuanya tidak dianggap sah secara aturan negara. Para pejabat setempat sering hanya berkata: “Nikah mereka secara agama sah-sah saja, akan tetapi pernikahannya tersebut tidak diakui dan terdaftar dalam administrasi pemerintahan”.

Sidang Isbat untuk Pengesahan

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, PESADA bekerjasama dengan Pengadilan Agama Stabat, melaksanakan Sidang Isbat (nikah massal) bagi mereka yang belum memiliki buku nikah. Ini adalah khusus untuk mereka yang beragama Islam.

Isbat Nikah adalah permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sah-nya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum. Isbat nikah adalah langkah untuk menerbitkan surat nikah bagi masyarakat yang belum atau tidak memiliki surat nikah.

Setelah audiensi dengan pihak Pengadilan Agama, pelaksanaan Sidang Isbat ini dilakukan secara gratis Pelaksanaan Sidang Isbat pada acara pembukaan sidang isbat nikah keliling yang berkerja sama dengan Camat dan Kepala Desa Jaring Halus adalah sejarah yang baru bagi Pulau Jaring Halus mengadakan sidang isbat yang diadakan oleh PESADA bekerjasama dengan Pengadilan Agama Stabat.
Enam belas pasangan tanpa surat nikah di isbatkan oleh Pengadilan Agama Stabat di Kantor Kepala Desa Kecamatan Secanggang Kab. Langkat pada hari Rabu (11 Juni 2014).
Ada yang unik pada acara isbat nikah di Pulau Jaring Halus ini, yaitu para saksi sidang isbat nikah adalah peserta sidang juga karena mereka merupakan satu desa dan mengetahui sejarah perkawinannnya. Jadi mereka menikah, dan saling menjadi saksi untuk yang lainnya.

Pengambilan Surat Penetapan
Raut muka peserta isbat nikah massal ini terlihat bahagia. Dengan semangat mereka menaiki mobil pickup yang mereka sewa dari pelabuhan. Umur para peserta berkisar diatas 40 tahun. Bahkan juga ada beberapa peserta yang umurnya diatas 60 tahun. Walaupun sudah memiliki cucu bahkan cicit, tetapi mereka tampak bahagia Karena surat penetapannya sudah keluar.
”Selama ini kami hanya melakukan nikah secara agama saja, dan kami mengira itu sudah cukup, jadi belum memiliki akte nikah. Tetapi saya merasa kesulitan saat harus mengurus akte kelahiran anak yang harus menyertakan foto copy akte nikah. Alhamdulillah, melalui isbat nikah massal ini, saya dapat memperoleh buku akte nikah secara gratis,” ungkap Awaludin salah satu peserta Isbat nikah.
Menurut informasi Pengadilan Agama Stabat, bahwa kegunaan surat penetapan ini fungsinya sama dengan buku nikah apabila ingin mengurus akte lahir anak bisa menggunakan surat ini, tanpa harus berurusan lagi dengan KUA.

Selamat menikah kembali untuk semua, urusan administrasi beres, lainnya mudah-mudahan akan berjalan lancar. GS

Explore posts in the same categories: Seputar Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: