69 Tahun Indonesia Merdeka… Bagaimana dengan Kesehatan Perempuan??? Apa Makna Kemerdekaan???

Untitled

Tahun ini bangsa Indonesia sudah genap berumur 69 tahun. Banyak perayaan yang dibuat oleh masyarakat ataupun pemerintah dalam menyambut hari kemerdekaan ini. Mulai dari sekolah – sekolah, instansi pemerintah hingga lingkungan masyarakat membuat perayaan dengan caranya masing – masing.
Kemerdekaan adalah dimana rakyat terutama bagi saya sebagai perempuan, mendapatkan hak-haknya baik sebagai seorang perempuan, anak perempuan, istri, ibu bahkan sebagai seorang Nenek. Jika dilihat dari umurnya, seharusnya bangsa Indonesia sudah merdeka dari persoalan di segala bidang, baik dalam bidang ekonomi, social, politik, budaya, keamananan, dll. Namun, hingga sekarang ini masih banyak kita lihat persoalan di sana – sini yang perlu untuk terus dibenahi. Salah satu di antaranya, kesehatan perempuan.

Sehat adalah Kemerdekaan bagi Perempuan
Meski sudah hampir 7 dekade kita merdeka, tetapi perempuan seolah-olah masih belum memperoleh hak yang setara dengan laki-laki, dan hanya dijadikan bahan pelengkap dalam kehidupan. Terutama dari segi kesehatan. Hal – hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi perempuan masih dianggap sebagai penyakit bawaan perempuan ataupun penyakit yang wajar diderita oleh perempuan, baik karena faktor usia, masa menyusui, menstruasi dll. Semua dianggap normal, bahkan perempuan sendiri menerimanya sebagai hal yang alami.
Banyak perempuan yang tidak bisa mengakses informasi ataupun pengetahuan bagaimana merawat ataupun apa fungsi dari organ – organ reproduksinya. Karenanya masih banyak kasus terjadi ibu yang meninggal pada saat melahirkan, sering terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, kehamilan di luar pernikahan dll.
Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator penting pemenuhan hak perempuan atas kesehatan. Pemerintah Indonesia sudah berkomitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu yaitu antara tahun 2000 dan 2015 akan turun sepertiga. Ternyata justru kinerja Indonesia mengecewakan. AKI memang sudah sempat turun dari 321 per 100.000 menjadi 307 per 100.000 kelahiran pada tahun 2003 dan 228 pada tahun 2007.
Namun, hampir dua puluh tahun setelah ICPD dilaksanakan, angka kematian ibu (AKI) ternyata melonjak naik. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) di tahun 2012, angka kematian ibu (AKI) per 100.000 kelahiran hidup melonjak drastis menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup, suatu angka yang bahkan lebih tinggi daripada AKI tahun 1991 (334:1000.000).

Mengapa Bisa Terjadi???
Banyak faktor yang mendukung sehingga terjadi kasus kesehatan perempuan yang masih rendah. Mulai dari layanan fasilitas kesehatan yang tidak sampai ke kampung/desa di Kabupaten, minimnya penyuluhan dan informasi mengenai kesehatan reproduksi, dan dari segi biaya juga tidak terjangkau, di keluarga juga dianggap tabu untuk berbicara mengenai kesehatan reproduksi.
Ditambah lagi bahwa secara social/budaya perempuan tidak punya hak pada tubuhnya sendiri. Perempuan tidak bisa membuat keputusan atas tubuhnya sendiri. Sudah dianggap kewajiban dan rangkaian tingkatan hidup alami bagi perempuan untuk menikah, punya anak, mengurus & membesarkan anak. Keyakinan yang melekat pada masyarakat ataupun perempuan itu sendiri adalah dirinya berharga/mempunyai derajat jika sudah menikah, punya banyak anak.
Banyak hal yang membuat perempuan menjadi seperti itu yaitu nilai – nilai adat, aturan – aturan di masyarakat baik tertulis/tidak, pandangan – pandangan dari tokoh agama/masyarakat, bahkan negara/pemerintah juga berkontribusi dalam hal tersebut. Apa yang bisa kita lakukan bila demikian, agar kita betul-betul bisa merdeka???

Pembelaan hak atas kesehatan
Advokasi atau pembelaan hak yang terfokus perlu dilakukan, dengan keterlibatan dari semua pihak. Institusi pemerintah, swasta, dan organisasi keagamaan/kemasyarakatan perlu dibongkar cara berpikirnya untuk memahami kesetaraan dan penghargaan atas hak-hak perempuan sebagai manusia, sehingga perempuan berhak atas tubuhnya, dan bisa menentukan sikap, mampu menuntut haknya dan Negara sebagai pihak yang bertugas untuk pemenuhan hak warganya dapat bertindak sesuai mandat… (KL)

Explore posts in the same categories: Tema Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: